6 Jenis-Jenis Oli dan Kekentalan Oli

Ada tiga jenis oli pelumas yang diproduksi, antara lain oli mineral, oli synthetic, dan oli yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan atau hewani (castrol oil), dan pabrik-pabrik kendaraan hampir semuanya menganjurkan untuk menggunakan oli mineral saja yang telah distandarisasi oleh SAE dan API.

Oli yag dibuat dari tumbuh-tumbuhan (vegetable) banyak digunakan pada motor-motor balap beberapa tahun ke belakang karena kualitasnya melebihi oli mineral.

Oli syntethic banyak digunakan pada pesawat-pesawat terbang dan jarang ada di pasaran bebas karena belum populer, disamping harganya yang relatif masih mahal.

oli pelumas

Tabel Kekentalan Oli

Seperti telah diterangkan bahwa oli mempunyai kekentalan (Nilai Viskositas Oli) yang mana kekentalan oli ini diberi nomor standard oleh SAE, seperti contohnya SAE 20, 30, 40, dan 50. Hal ini menandakan bahwa oli yang bersangkutan mempunyai kekuatan batas, dimana kekentalan oli tersebut akan pecah (hilang daya lumasnya) pada temperatur 99 derajat Celcius. Sedangkan oli dengan nomor standard SAE 5 W, 10 W, dan 20 W menandakan bahwa kekentalan oli tersebut akan pecah pada suhu 18 derajat Celcius.

Semakin kecil nomor standartnya maka semakin cair olinya. Oli pelumas multigrade mempunyai index viscosity yang tinggi sebagai contohnya SAE 20 W/50 atau SAE 10 W/30. Keunggulan oli multigrade adalah mesin dapat dengan mudah dihidupkan pada cuaca dan temperatur yang dingin. Seperti contohnya musim dingin di Eropa, karena oli tersebut akan menjadi cair sewaktu dingin mesinnya dan juga memiliki mutu pelumasan yang baik pada temperatur mesin sedang tinggi.

Klasifikasi Oli / Spesifikasi Oli

Oli dapat juga digolong-golongkan sesua dengan penggunaan kendaraan yang bersangkutan guna mendapatkan hasil pelumasan yang baik, seperti contoh :

Jenis oli Mesin ML 

Yang mana oli jenis ML ini digunakan pada mesin-mesin bensin dengan kerja ringan. Oli ini tidak mengandung bahan-bahan tambahan (Additives)

Jenis Oli Mesin MM

Jenis ini digunakan pada mesin-mesin bensin dengan kerja yang sedang dan olinya mengandung additives yang dapat mencegah karat pada mesin

Jenis Oli Mesin MS

Ini adalah jenis oli mesin mobil bensin yang kerjanya cukup berat.

Jenis Oli Mesin DG 

Digunakan pada mesin diesel dan mesin bensin, oli ini mengandung zat anti karat dan juga mengandung detergent guna mencegah pembentukan karbon atau arang pada ruang bakar atau bagian mesin lainnya.

Jenis Oli Mesin DM

ini adalah Jenis oli untuk genset bensin yang bekerja berat. Oli ini mengandung zat yang terdapat pada DG ditambah dengan pour poit depressant yang dapat membuat oli ini tahan akan temperatur yang tinggi. Oli ini dapat juga disebut oli yang bermutu tinggi (high grade oil)

Jenis Oli Mesin DS

Oli ini khusus untuk mesin diesel dan mengandung bermacam-macam zat tambahan sehingga mutunya baik sekali dan harganya cukup mahal.


Selain standard-standard oli ini dikeluarkan oleh SAE, ada juga standard yang dikeluarkan oleh API, dimana kode-kode yang dikeluarkan oleh API ini adalah SA, SB, SC, SD, SE, dan SF. Kemudian untuk mesin diesel dengan kode CA, CB, CC, CD

Oli yang dilengkapi dengan standard terakhir, contohnya SE atau SF atau SD mengandung zat-zat tambahan yang lengkap, seperti mengandung zat penetralisir belerang, zat anti pelumuran, zat anti busan, dan sebagainya, serta oli tersebut dibuat dari oli mineral murni.

JAdi, di dalam memilih oli, maka pilihlah oli yang menggunakan kode terakhir.

Demikian artikel tentang jenis-jenis oli, semoga bermanfaat.


Sumber referensi :
RS Northop, Teknik Reparasi Sepeda Motor, Bandung: 1995, Pustaka Grafika

0 Response to "6 Jenis-Jenis Oli dan Kekentalan Oli"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel