Kapan METODE Penelitian KUALITATIF Digunakan? (Menurut Sugiyono)

Metode kualitatif menurut Sugiyono - Berikut ini akan saya jelaskan kapan metode kualitatif digunakan. Saya rangkum dari buku karya Prof Dr Sugiyono. Selamat Membaca.
Metode kualitatif menurut Sugiyono - Berikut ini akan saya jelaskan kapan metode kualitatif digunakan. Saya rangkum dari buku karya Prof Dr Sugiyono. Selamat Membaca.      Metode Kualitatif digunakan secara mendalam untuk: Pada saat masalah belum jelas, masih abu-abu. Kondisi seperti ini sangat cocok diteliti dengan menggunakan metode kualitatif, karena si peneliti akan langsung terjun ke objek, sehingga masalah akan dapat ditemukan dengan jelas. Melalui penelitian kualitatif, peneliti akan melakukan eksplorasi terhadap suatu objek. Pada saat peneliti ingin memahami makna di balik data yang tampak. Gejala sosial sering tidak bisa dipahami berdasarkan apa yang tampak atau diucapkan. Setiap ucapan dan tindak seseorang sering mempunyai makna tertentu. Menurut penelitian kuantitatif kadar cinta suami dan istri dapat diukur dari seberapa kali suami mencium istri dalam sehari. Menurut penelitian kualitatif, semakin sering suami mencium istri dalam satu hari, malah menimbulkan tanda tanya, jangan-jangan hanya pura-pura atau ada kelainan. Sehingga data untuk mencari makna di balik sesuatu itu lebih cocok diteliti dengan metode kualitatif, dengan teknik observasi terlibat, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Pada saat ingin memahami interaksi sosial. Interaksi sosial yang rumit dan kompleks hanya dapat diurai dengan metode kualitatif. Pada saat ingin memahami perasaan seseorang. Perasaan seseorang memang sulit ditebak dan dimengerti, sehingga dengan metode kualitatif hal itu akan mudah diketahui. Pada saat ingin mengembangkan teori. Metode kualitatif paling cocok digunakan untuk mengembangkan suatu teori yang dibangun melalui data yang diperoleh melalui lapangan. Teori yang demikian dibangun melalui grounded research. Dengan metode kualitatif peneliti pada tahap awal melakukan penjelajahan, selanjutnya melakukan pengumpulan data, kemudian mendapatkan hipotesis yang berupa hubungan antar gejala. Hipotesis tersebut selanjutnya diverifikasi dengan pengumpulan data yang lebih mendalam. Bila hipotesis terbukti maka kana menjadi teori atau tesis. Pada saat ingin membuktikan kebenaran data. Data sosial merupakan data yang sulit dipastikan kebenarannya. Dengan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data triangulasi/gabungan maka kepastian data akan lebih terjamin. Selain itu dengan metode kualitatif, data yang diperoleh diuji kredibilitasnya, dan penelitian berakhir setelah data itu jenuh, maka kepastian data akan dapat diperoleh. Metode kualitatif digunakan untuk saat ingin meneliti sejarah perkembangan. Sejarah perkembangan akan mudah diteliti dengan mengguanakan metode penelitian kualitatif. Dengan menggunakan data dokumentasi, wawancara mendalam kepada pelaku atau orang yang dipandang tahu, maka sejarah perkembangan akan dapat diteliti.      Sumber : Prof. Dr. Sugiyono (2013) Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Penerbit Alfabeta, Bandung.  gambar : pngdownload.id

Metode Kualitatif digunakan secara mendalam untuk:

  1. Pada saat masalah belum jelas, masih abu-abu. Kondisi seperti ini sangat cocok diteliti dengan menggunakan metode kualitatif, karena si peneliti akan langsung terjun ke objek, sehingga masalah akan dapat ditemukan dengan jelas. Melalui penelitian kualitatif, peneliti akan melakukan eksplorasi terhadap suatu objek.
  2. Pada saat peneliti ingin memahami makna di balik data yang tampak. Gejala sosial sering tidak bisa dipahami berdasarkan apa yang tampak atau diucapkan. Setiap ucapan dan tindak seseorang sering mempunyai makna tertentu. Menurut penelitian kuantitatif kadar cinta suami dan istri dapat diukur dari seberapa kali suami mencium istri dalam sehari. Menurut penelitian kualitatif, semakin sering suami mencium istri dalam satu hari, malah menimbulkan tanda tanya, jangan-jangan hanya pura-pura atau ada kelainan. Sehingga data untuk mencari makna di balik sesuatu itu lebih cocok diteliti dengan metode kualitatif, dengan teknik observasi terlibat, dokumentasi, dan wawancara mendalam.
  3. Pada saat ingin memahami interaksi sosial. Interaksi sosial yang rumit dan kompleks hanya dapat diurai dengan metode kualitatif.
  4. Pada saat ingin memahami perasaan seseorang. Perasaan seseorang memang sulit ditebak dan dimengerti, sehingga dengan metode kualitatif hal itu akan mudah diketahui.
  5. Pada saat ingin mengembangkan teori. Metode kualitatif paling cocok digunakan untuk mengembangkan suatu teori yang dibangun melalui data yang diperoleh melalui lapangan. Teori yang demikian dibangun melalui grounded research. Dengan metode kualitatif peneliti pada tahap awal melakukan penjelajahan, selanjutnya melakukan pengumpulan data, kemudian mendapatkan hipotesis yang berupa hubungan antar gejala. Hipotesis tersebut selanjutnya diverifikasi dengan pengumpulan data yang lebih mendalam. Bila hipotesis terbukti maka kana menjadi teori atau tesis.
  6. Pada saat ingin membuktikan kebenaran data. Data sosial merupakan data yang sulit dipastikan kebenarannya. Dengan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data triangulasi/gabungan maka kepastian data akan lebih terjamin. Selain itu dengan metode kualitatif, data yang diperoleh diuji kredibilitasnya, dan penelitian berakhir setelah data itu jenuh, maka kepastian data akan dapat diperoleh.
  7. Metode kualitatif digunakan untuk saat ingin meneliti sejarah perkembangan. Sejarah perkembangan akan mudah diteliti dengan mengguanakan metode penelitian kualitatif. Dengan menggunakan data dokumentasi, wawancara mendalam kepada pelaku atau orang yang dipandang tahu, maka sejarah perkembangan akan dapat diteliti.


Sumber : Prof. Dr. Sugiyono (2013) Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Penerbit Alfabeta, Bandung.
gambar : pngdownload.id

0 Response to "Kapan METODE Penelitian KUALITATIF Digunakan? (Menurut Sugiyono)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel