3 Bentuk RUMUSAN MASALAH dalam PENELITIAN

Bentuk rumusan masalah dalam penelitian - Masalah dan rumusan masalah adalah dua hal yang berbeda. Jika masalah itu merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan kenyataan, sedangkan rumusan masalah adalah suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Meskipun keduanya dua hal yang berbeda, akan tetapi keduanya memiliki kaitan erat, karena pada dasarnya setiap rumusan masalah harus didasarkan pada masalah penelitian.

Oke baiklah, kali ini saya akan men- jelaskan bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian dari buku karya Prof Sugiyono. Selamat Membaca.


3 Bentuk Rumusan Masalah Dalam Penelitian
Bentuk rumusan masalah dalam penelitian - Masalah dan rumusan masalah adalah dua hal yang berbeda. Jika masalah itu merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan kenyataan, sedangkan rumusan masalah adalah suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Meskipun keduanya dua hal yang berbeda, akan tetapi keduanya memiliki kaitan erat, karena pada dasarnya setiap rumusan masalah harus didasarkan pada masalah penelitian.  Oke baiklah, kali ini saya akan men- jelaskan bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian dari buku karya Prof Sugiyono. Selamat Membaca.   3 Bentuk Rumusan Masalah Dalam Penelitian    Adapun bentuk-bentuk dari rumusan masalah dapat dikelompokan berdasarkan menurut tingkat eksplanasi (level of explanation). Bentuk rumusan masalah tersebut yaitu bentuk masalah deskriptif, komparatif, dan asosiatif.   #1 Rumusan Masalah Deskriptif  Maksud dari rumusan masalah deskriptif adalah rumusan masalah yang berhubungan dengan keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih. Jadi dalam hal ini peneliti tidak membuat perbandingan variabel pada sampel yang lain, dan mencari hubungan variabel tersebut dengan variabel yang lain.  Berikut contoh bentuk rumusan masalah penelitian deskriptif : Seberapa baik kinerja kepala daerah di provinsi X? Bagaimana sikap masyarakat menanggapi kehadiran perguruan tinggi A? Seberapa tinggi efektivitas kebijakan dilarang merokok di ruang terbuka hijau? Seberapa tinggi tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan puskesmas di daerah B? Berdasarkan beberapa contoh dari rumusan masalah deskriptif di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap pertanyaan penelitian berhubungan dengan satu variabel atau lebih secara mandiri.   Silakan bandingan dengan contoh rumusan masalah komparatif dan asosiatif yang dijelaskan di paragraf selanjutnya.   #2 Rumusan masalah Komparatif  Maksud dari rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda.   Berikut contoh bentuk rumusan masalah penelitian komparatif : Adakah perbedaan produktivitas kerja antara Pengawai Negeri Sipil dengan Pengawai Swasta? Adakah kesamaan cara pelayanan di perusahan X dan perusahaan Y? Adakah perbedaan, kecerdesan dan keahlian antara siswa daerah dengan siswa yang ada di kota? Adakah perbedaan kenyamanan naik angkot dan naik bus umum menurut berbagai lapisan masyarakat? Adakah perbedaan tingkat kepuasan masyarakat di daerah A dan B dalam pelayanan pendidikan? Dari beberapa contoh di atas dapat kita lihat bahwa setiap pertanyaan penelitian mencoba membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel penelitian. Sangat terlihat sekali perbedaannya dengan rumusan masalah deskriptif.    #3 Rumusan masalah Assosiatif  Maksud dari hubungan masalah assosiatif adalah rumusan masalah yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variable atau lebih.   Dalam hal ini terdapat tiga klasifikasi bentuk rumusan masalah assosiatif, adapun tiga bentuk tersebut adalah sebagai berikut :  1) Hubungan Simetris Maksud hubungan simetris adalah suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan muncul bersama. Jadi bukan hubungan kausal atau pun timbal balik.   Berikut contohnya : Adakah hubungan antara banyaknya semut di pohon jambu dengan tingkat manisnya buah jambu? Adakah hubungan antara tinggi badan dengan kemampuan kepemimpinan? Adakah hubungan antara banyaknya jumlah katak di suatu daerah dengan seringnya hujan turun? Contoh judul penelitiannya adalah sebagai berikut : Hubungan antara banyak semut di pohon jambu dengan tingkat manisnya buah jambu. Hubungan antara tinggi badan dengan kemampuan kepemimpinan. Hubungan antara banyaknya jumlah kata di suatu daerah dengan seringnya hujan turun.  2) Hubungan Kausal Maksud daru hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Dalam penelitian yang menggunakan rumusan masalah ini terdapat variabel independen dan dependen, yang mempengaruhi dan dipengaruhi.   Berikut contohnya : Adakah pengaruh tingkat gaji dengan kinerja karyawan? Seberapa besar pengaruh kepemimpinan presiden terhadap kedisiplinan masyarakat? Seberapa besar pengaruh AC terhadap efisiensi kinerja karyawan? Contoh judul penelitiannya adalah sebagai berikut : Contoh satu varibel : Pengaruh insentif terhadap kinerja karyawan di perusahaan C Contoh dua variabel : Pengaruh gaya kepemimpinan dan tata ruang terhadap kinerja karyawandi perusahaan D.  3) Hubungan timbal balik/interaktif  Maksud dari hubungan timbal balik/interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi. Dalam hal ini tidak diketahi yang mana variabel dependen yang mana variabel independen.   Contohnya adalah sebagai berikut : Adakah hubungan antara kedisplinan dan motivasi? Adakah hubungan antara kegigihan dengan kekayaan? Contoh judul penelitiannya adalah sebagai berikut : Hubungan antara kedisiplinan dan motivasi. Hubungan antra kegigihan dan kekayaan.  Demikian artikel ini saya persembahkan, semoga bermanfaat.  tags : bentuk rumusan masalah dan judul penelitian kualitatif bentuk rumusan masalah dalam penelitian kualitatif  Sumber : Prof. Dr. Sugiyono (2013) Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Penerbit Alfabeta, Bandung. gambar dari pngdownload.id

Adapun bentuk-bentuk dari rumusan masalah dapat dikelompokan berdasarkan menurut tingkat eksplanasi (level of explanation). Bentuk rumusan masalah tersebut yaitu bentuk masalah deskriptif, komparatif, dan asosiatif.

#1 Rumusan Masalah Deskriptif
Maksud dari rumusan masalah deskriptif adalah rumusan masalah yang berhubungan dengan keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih. Jadi dalam hal ini peneliti tidak membuat perbandingan variabel pada sampel yang lain, dan mencari hubungan variabel tersebut dengan variabel yang lain.

Berikut contoh bentuk rumusan masalah penelitian deskriptif :
  • Seberapa baik kinerja kepala daerah di provinsi X?
  • Bagaimana sikap masyarakat menanggapi kehadiran perguruan tinggi A?
  • Seberapa tinggi efektivitas kebijakan dilarang merokok di ruang terbuka hijau?
  • Seberapa tinggi tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan puskesmas di daerah B?
Berdasarkan beberapa contoh dari rumusan masalah deskriptif di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap pertanyaan penelitian berhubungan dengan satu variabel atau lebih secara mandiri. 

Silakan bandingan dengan contoh rumusan masalah komparatif dan asosiatif yang dijelaskan di paragraf selanjutnya.


#2 Rumusan masalah Komparatif
Maksud dari rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda.

Berikut contoh bentuk rumusan masalah penelitian komparatif :
  • Adakah perbedaan produktivitas kerja antara Pengawai Negeri Sipil dengan Pengawai Swasta?
  • Adakah kesamaan cara pelayanan di perusahan X dan perusahaan Y?
  • Adakah perbedaan, kecerdesan dan keahlian antara siswa daerah dengan siswa yang ada di kota?
  • Adakah perbedaan kenyamanan naik angkot dan naik bus umum menurut berbagai lapisan masyarakat?
  • Adakah perbedaan tingkat kepuasan masyarakat di daerah A dan B dalam pelayanan pendidikan?
Dari beberapa contoh di atas dapat kita lihat bahwa setiap pertanyaan penelitian mencoba membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel penelitian. Sangat terlihat sekali perbedaannya dengan rumusan masalah deskriptif. 


#3 Rumusan masalah Assosiatif
Maksud dari hubungan masalah assosiatif adalah rumusan masalah yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variable atau lebih. 

Dalam hal ini terdapat tiga klasifikasi bentuk rumusan masalah assosiatif, adapun tiga bentuk tersebut adalah sebagai berikut :

1) Hubungan Simetris
Maksud hubungan simetris adalah suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan muncul bersama. Jadi bukan hubungan kausal atau pun timbal balik. 

Berikut contohnya :
  • Adakah hubungan antara banyaknya semut di pohon jambu dengan tingkat manisnya buah jambu?
  • Adakah hubungan antara tinggi badan dengan kemampuan kepemimpinan?
  • Adakah hubungan antara banyaknya jumlah katak di suatu daerah dengan seringnya hujan turun?
Contoh judul penelitiannya adalah sebagai berikut :
  • Hubungan antara banyak semut di pohon jambu dengan tingkat manisnya buah jambu.
  • Hubungan antara tinggi badan dengan kemampuan kepemimpinan.
  • Hubungan antara banyaknya jumlah kata di suatu daerah dengan seringnya hujan turun.

2) Hubungan Kausal

Maksud daru hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Dalam penelitian yang menggunakan rumusan masalah ini terdapat variabel independen dan dependen, yang mempengaruhi dan dipengaruhi. 

Berikut contohnya :
  • Adakah pengaruh tingkat gaji dengan kinerja karyawan?
  • Seberapa besar pengaruh kepemimpinan presiden terhadap kedisiplinan masyarakat?
  • Seberapa besar pengaruh AC terhadap efisiensi kinerja karyawan?
Contoh judul penelitiannya adalah sebagai berikut :
  • Contoh satu varibel : Pengaruh insentif terhadap kinerja karyawan di perusahaan C
  • Contoh dua variabel : Pengaruh gaya kepemimpinan dan tata ruang terhadap kinerja karyawandi perusahaan D.

3) Hubungan timbal balik/interaktif

Maksud dari hubungan timbal balik/interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi. Dalam hal ini tidak diketahi yang mana variabel dependen yang mana variabel independen. 

Contohnya adalah sebagai berikut :
  • Adakah hubungan antara kedisplinan dan motivasi?
  • Adakah hubungan antara kegigihan dengan kekayaan?
Contoh judul penelitiannya adalah sebagai berikut :
  • Hubungan antara kedisiplinan dan motivasi.
  • Hubungan antra kegigihan dan kekayaan.

Demikian artikel ini saya persembahkan, semoga bermanfaat.

tags : bentuk rumusan masalah dan judul penelitian kualitatif
bentuk rumusan masalah dalam penelitian kualitatif

Sumber : Prof. Dr. Sugiyono (2013) Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Penerbit Alfabeta, Bandung.
gambar dari pngdownload.id

0 Response to "3 Bentuk RUMUSAN MASALAH dalam PENELITIAN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel