Kenapa Doa Kita Sering Tidak Dikabulkan Oleh Allah ?

Assalamualaikum ....

Mungkin pertanyaan-pertanyaan yang seperti ini sering kamu tanyakan ya? 
“Kenapa ya, doa saya jarang dikabulkan?”

“Kenapa ya keinginanku sering engga dikabulkan?”
Seringkan doa-doamu, keinginanmu, harapanmu sering tidak dikabulkan oleh Allah swt? Trus kamu akan berpikir negatif tentang tuhan yang enggak adil sama kamu. Eits tunggu dulu bro, jangan salahkan Allah. DIA itu tuhan kita, Allah maha besar pengasih dan penyayang, Allah itu maha adil.

Mau tau kenapa doa kita kadang-kadang jarang banget dikabulkan? Mau tau alasannya?

Sekarang saya akan kasih tau sebuah analogi (ibarat atau perumpamaan). 

Kita bayangin aja kita ini berada di tengah-tengah kerumunan banyak orang. Kita berusaha memfoto atau merekam video diri kita dengan terlalu meng-close up wajah kita. Nah yang jelas gambar full frame cuman terlihat wajah kita doang, dan ini yang menyebabkan kita terlalu merasa paling berhak mendapatkan segala sesuatu atau merasa paling berhak dikabulkan segala doa yang kita panjatkan.

Seandainya kamera kita Zoom Out, yang jelas di kanan kiri kita akan terlihat wajah-wajah orang lain. Itu artinya ada orang lain yang juga memiliki harapan atau keinginan serta doa yang ingin dikabulkan, jadi bukan diri kita doang.

Assalamualaikum ....   Mungkin pertanyaan-pertanyaan yang seperti ini sering kamu tanyakan ya?  “Kenapa ya, doa saya jarang dikabulkan?”  “Kenapa ya keinginanku sering engga dikabulkan?” Seringkan doa-doamu, keinginanmu, harapanmu sering tidak dikabulkan oleh Allah swt? Trus kamu akan berpikir negatif tentang tuhan yang enggak adil sama kamu. Eits tunggu dulu bro, jangan salahkan Allah. DIA itu tuhan kita, Allah maha besar pengasih dan penyayang, Allah itu maha adil.   Mau tau kenapa doa kita kadang-kadang jarang banget dikabulkan? Mau tau alasannya?   Sekarang saya akan kasih tau sebuah analogi (ibarat atau perumpamaan).   Kita bayangin aja kita ini berada di tengah-tengah kerumunan banyak orang. Kita berusaha memfoto atau merekam video diri kita dengan terlalu meng-close up wajah kita. Nah yang jelas gambar full frame cuman terlihat wajah kita doang, dan ini yang menyebabkan kita terlalu merasa paling berhak mendapatkan segala sesuatu atau merasa paling berhak dikabulkan segala doa yang kita panjatkan.   Seandainya kamera kita Zoom Out, yang jelas di kanan kiri kita akan terlihat wajah-wajah orang lain. Itu artinya ada orang lain yang juga memiliki harapan atau keinginan serta doa yang ingin dikabulkan, jadi bukan diri kita doang.     Dan coba lagi kamera kita track Dolly Out, tarik ke belakang sejauh-jauhnya, nanti display kamera akan terlihat menangkap begitu banyak wajah-wajah orang lain. Itu artinya begitu banyak orang-orang yang memiliki harapan serta doa yang telah dipanjatkan atau diutarakan kepada Allah swt, dan diantara mereka juga memiliki keinginan yang sama dengan keinginan kita, jadi bukan kita doang yang berdoa.   Kemudian jika kamera kita pasangkan ke DRONE (sejenis helikopter mainan), Nanti kamera akan menangkap memfoto merekam begitu banyak wajah-wajah manusia, mungkin puluhan bahkan ratusan atau mungkin ribuan. Nah Coba bayangkan dengan begitu banyaknya manusia, tentu saja mereka semua memiliki keinginan atau harapan. Dari satu manusia aja keinginannya bukan cuma satu tapi pasti banyak. Kalo dijumlahkan mungkin jutaan keinginan dari mereka telah mereka harapkan.   Udah tau kan maksudnya? coba kamera kita lepaskan dari Drone, lalu kita coba track Dolly in (dorong ke depan), trus kita coba zoom in ke wajah kita lagi. Display full frame cuman wajah kita doank, dan di saat itu juga tanyakan pertanyaan ini pada diri sendiri.  “Seandainya jika kita berharap doa kita dikabulkan? apakah kita udah merasa paling pantas berhak mendapatkannya? padahal di luar sana juga banyak orang-orang yang juga butuh dikabulkan doanya? dan jika dikabulkan keinginan kita, apakah kita akan bermanfaat untuk orang lain?” Resapi dan pahami bro pertanyaan itu dan jawab pertanyaan itu dalam hatimu.   Curhat  Pertanyaan di atas sering saya tanyakan pada diri sendiri bro. Saya berusaha mencari jawabannya.   Saya sering kok bro doa-doa saya jarang dikabulkan dalam artian sesuai dengan keinginan. Kadang-kadang tidak dikabulkan sama sekali, kadang-kadang diganti dengan keinginan yang lain, dan mungkin dipending di akhirat kelak (sesuai dengan penjelasan dalam agama islam).   Saya jujur saja suka banget yang namanya mengeluh marah sakit hati jika doa saya engga dikabulkan oleh Allah, bahkan begonya saya pernah menjauhi Allah dan berpikir negatif tentang-Nya. Gimana engga, doa-doa saya yang udah lama saya panjatkan tak kunjung terwujud.   Tapi ketika saya berpikir logis serta memahami alur kehidupan ini. Saya baru menyadari, selama ini saya salah. Bukan saya aja yang berdoa, tapi banyak orang pun berdoa dan berharap doanya segera dikabulkan. Saya baru sadar saya ini egois, merasa paling berhak mendapatkan pengabulan dari doa saya. Padahal saya tak pernah tau, jika ada orang lain yang berhak mendapatkan pengabulan dari keinginan-keinginan itu.   Tambahan, yang dimaksud dengan bermanfaat orang lain itu begini.   Misalkan kamu berdoa biar kamu diterima di kampus atau universitas bonavit serta jurusan yang kamu idamkan. Tapi ternyata kamu enggak dikabulkan doamu oleh Allah. Mungkin kamu memang enggak akan bermanfaat buat orang lain. Bisa jadi teman-temanmu yang diterima di kampus itu suatu hari bermanfaat buat banyak orang. Siapa yang tau ternyata teman-temanmu nanti akan mengharumkan almamaternya, menjadi seorang bos perusahaan, dan banyak bersedekah.   Kalo bagi yang berdoa biar diterima bekerja di perusahaan yang diincar, tapi doanya tak dikabulkan, udah jelas dia tidak akan bermanfaat buat orang lain, jika dia bekerja di perusahaan itu, dan mungkin Allah udah memberi ganti yang lebih baik di perusahaan lain yang bisa ngebuat orang tersebut bermanfaat buat orang lain.   Dan bagi kamu yang belum atau tidak dikabulkan berjodoh dengan si DOI, mungkin itu emang enggak bermanfaat buat orang lain. Trus manfaatnya gimana seandainya berjodoh? Gini, seandainya kamu berjodoh dengan doi, mungkin manfaatnya dari pernikahan kamu akan mencetuskan ide membuat usaha yang akan membuka lapangan pekerjaan baru, mungkin semakin menjadi giat bersedekah, mungkin dari anak keturunanmu akan menjadi para bos-bos yang akan membuka lapangan pekerjaan, dan manfaat-manfaat yang lain.   Ingat sekali lagi, “Dan jika dikabulkan keinginan kita, apakah kita akan bermanfaat untuk orang lain?”

Dan coba lagi kamera kita track Dolly Out, tarik ke belakang sejauh-jauhnya, nanti display kamera akan terlihat menangkap begitu banyak wajah-wajah orang lain. Itu artinya begitu banyak orang-orang yang memiliki harapan serta doa yang telah dipanjatkan atau diutarakan kepada Allah swt, dan diantara mereka juga memiliki keinginan yang sama dengan keinginan kita, jadi bukan kita doang yang berdoa.

Kemudian jika kamera kita pasangkan ke DRONE (sejenis helikopter mainan), Nanti kamera akan menangkap memfoto merekam begitu banyak wajah-wajah manusia, mungkin puluhan bahkan ratusan atau mungkin ribuan. Nah Coba bayangkan dengan begitu banyaknya manusia, tentu saja mereka semua memiliki keinginan atau harapan. Dari satu manusia aja keinginannya bukan cuma satu tapi pasti banyak. Kalo dijumlahkan mungkin jutaan keinginan dari mereka telah mereka harapkan.

Udah tau kan maksudnya? coba kamera kita lepaskan dari Drone, lalu kita coba track Dolly in (dorong ke depan), trus kita coba zoom in ke wajah kita lagi. Display full frame cuman wajah kita doank, dan di saat itu juga tanyakan pertanyaan ini pada diri sendiri.
“Seandainya jika kita berharap doa kita dikabulkan? apakah kita udah merasa paling pantas berhak mendapatkannya? padahal di luar sana juga banyak orang-orang yang juga butuh dikabulkan doanya? dan jika dikabulkan keinginan kita, apakah kita akan bermanfaat untuk orang lain?”
Resapi dan pahami bro pertanyaan itu dan jawab pertanyaan itu dalam hatimu.

Curhat


Pertanyaan di atas sering saya tanyakan pada diri sendiri bro. Saya berusaha mencari jawabannya.

Saya sering kok bro doa-doa saya jarang dikabulkan dalam artian sesuai dengan keinginan. Kadang-kadang tidak dikabulkan sama sekali, kadang-kadang diganti dengan keinginan yang lain, dan mungkin dipending di akhirat kelak (sesuai dengan penjelasan dalam agama islam).

Saya jujur saja suka banget yang namanya mengeluh marah sakit hati jika doa saya engga dikabulkan oleh Allah, bahkan begonya saya pernah menjauhi Allah dan berpikir negatif tentang-Nya. Gimana engga, doa-doa saya yang udah lama saya panjatkan tak kunjung terwujud.

Tapi ketika saya berpikir logis serta memahami alur kehidupan ini. Saya baru menyadari, selama ini saya salah. Bukan saya aja yang berdoa, tapi banyak orang pun berdoa dan berharap doanya segera dikabulkan. Saya baru sadar saya ini egois, merasa paling berhak mendapatkan pengabulan dari doa saya. Padahal saya tak pernah tau, jika ada orang lain yang berhak mendapatkan pengabulan dari keinginan-keinginan itu.

Tambahan, yang dimaksud dengan bermanfaat orang lain itu begini.

Misalkan kamu berdoa biar kamu diterima di kampus atau universitas bonavit serta jurusan yang kamu idamkan. Tapi ternyata kamu enggak dikabulkan doamu oleh Allah. Mungkin kamu memang enggak akan bermanfaat buat orang lain. Bisa jadi teman-temanmu yang diterima di kampus itu suatu hari bermanfaat buat banyak orang. Siapa yang tau ternyata teman-temanmu nanti akan mengharumkan almamaternya, menjadi seorang bos perusahaan, dan banyak bersedekah.

Kalo bagi yang berdoa biar diterima bekerja di perusahaan yang diincar, tapi doanya tak dikabulkan, udah jelas dia tidak akan bermanfaat buat orang lain, jika dia bekerja di perusahaan itu, dan mungkin Allah udah memberi ganti yang lebih baik di perusahaan lain yang bisa ngebuat orang tersebut bermanfaat buat orang lain.

Dan bagi kamu yang belum atau tidak dikabulkan berjodoh dengan si DOI, mungkin itu emang enggak bermanfaat buat orang lain. Trus manfaatnya gimana seandainya berjodoh? Gini, seandainya kamu berjodoh dengan doi, mungkin manfaatnya dari pernikahan kamu akan mencetuskan ide membuat usaha yang akan membuka lapangan pekerjaan baru, mungkin semakin menjadi giat bersedekah, mungkin dari anak keturunanmu akan menjadi para bos-bos yang akan membuka lapangan pekerjaan, dan manfaat-manfaat yang lain.

Ingat sekali lagi, “Dan jika dikabulkan keinginan kita, apakah kita akan bermanfaat untuk orang lain?”

0 Response to "Kenapa Doa Kita Sering Tidak Dikabulkan Oleh Allah ?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel