Apakah Penting Restu Orangtua Dalam Suatu Hubungan Dan Dalam Cita-cita?

Assalamualaikum...   Bro, sadarkah kamu kalo begitu pentingnya dapetin restu kedua orangtua? siapa yang pengin ngejalanin hidup berkah, ya salah satu syaratnya adalah restu dari orangtua (kandung atau angkat).   Segala macam pilihan hidup (yang engga melanggar hukum agama dan negara), antara lain memilih tempat sekolah, kampus, memilih karir pekerjaan, bahkan memilih pasangan hidup itu harus kedua orangtua kita memberi ijin serta restunya.   Emang bener sih, segala apa yang terjadi terhadap kehidupan kita itu udah digariskan takdir oleh sang maha kuasa Allah swt. Tapi orangtua kita lah yang dijadikan sebagai perantara atas ijin-Nya.   Jadi sebenarnya apa yang kamu pilih kemudian kamu engga diberi restu orangtuamu, itu hakikatnya kamu engga diberi restu atau ijin dari Allah swt. Sang Maha Kuasa melarangmu memilih pilihan yang kamu pilih melalui perantara orangtuamu.   Apakah kamu tau akibat kalo apa yang kamu pilih engga diberi restu orangtua? fatal akibatnya bro. Pokoknya kamu engga mendapatkan keberkahan hidup, walaupun kamu bisa meraih sesuatu sesuai keinginanmu. Misalkan saja, soal cita-cita. Kalo kamu engga diberi restu orangtua, pasti ada aja kendala atau hambatan yang engga masuk logika ketika kamu lagi berproses meraih cita-citamu. Atau mungkin kamu bener-bener bisa sukses, tapi kesuksesanmu engga berkah, alias kamu bakalan dapet masalah terus-terus terkecuali jika orangtuamu sadar lalu merestuimu.   Atau soal pasangan hidup. Ini bahaya banget kalo kamu engga dapetin restu kedua orangtua. Bisa sih kamu menikah sama si Doi, tapi jangan harap pernikahanmu bakalan berkah. Ada aja masalah yang akan menghadangmu, karena apa? karena orangtuamu engga merestuimu.   “Trus, aku harus gimana donk? aku udah memilih pilihanku, dan aku udah yakin bahwa apa yang aku pilih cocok buat aku. Tapi orangtuaku engga ngasih ijin restu. Apa yang harus aku lakukan?   Itu pasti yang ada dipikiranmu kan? ya ya saya tau dan saya juga pernah ngalamin hal kaya gitu. Emang benar, segala apa yang kita pilih itu yang akan menjalaninya adalah kita sendiri bukan orang lain. Jadi apa yang pantas dan engga pantas buat kita, ya itu yang bisa menilai diri kita sendiri.   Mungkin kamu udah pernah mencoba berbicara kepada kedua orangtuamu bahwa apa yang udah kamu pilih cocok buatmu tetapi mereka masih menentang. Kalo cara itu udah kamu coba, kamu bisa pake cara saya.   Saya punya solusinya dan ini cukup berhasil, karena saya pernah mempraktekannya. Yaitu dengan cara membujuk sanak saudara kamu untuk menyadarkan kedua orangtua kamu bahwa pilihanmu itu udah bener. Pilih sanak saudara yang enak diajak berdiskusi dan mau mendengarkan keluhan curhatmu (lebih dari satu orang itu lebih baik). Katakan kepadanya, bahwa pilihanmu itu udah dipikirkan masak-masak olehmu. Jelaskan padanya kenapa kamu memilih pilihan itu. Pokoknya yakinkan bahwa kamu engga salah pilih.   Dan nantinya, sekali lagi jika sanak saudaramu itu adalah orang yang benar, dia akan membantumu. Dia akan mencoba membujuk kedua orangtuamu bahwa pilihanmu itu benar dan tepat. Dan apalagi jika sanak saudaramu itu adalah orang kepercayaan orangtuamu, dipastikan kamu ada jaminan ijin restu bakalan kamu dapetin.   Tapi inget loh ya, kamu bener-bener harus memilih pilihan yang tepat buat kamu. Jangan karena hawa nafsu ingin dapetin pilihan itu. Cari referensi kekurangan kelebihan tentang pilihan yang kamu pilih. Jangan sampai kamu malah salah pilih, yang ada kamu engga akan diberi kesempatan ijin restu dari orangtuamu kedua kali nantinya.     PENGALAMAN   Saya mau share dua cerita pengalaman nyata tentang orang-orang yang engga diberi ijin restu orangtuanya.   Saya punya lik ‘N’ (Dia adik perempuan dari ayah saya) yang sekarang statusnya sudah bercerai dari suaminya. Dia menggugat cerai secara sepihak tanpa persetujuan dari suaminya dengan alasan suaminya adalah orang yang engga bertanggung jawab.   Jadi gini, katanya, sewaktu Lik ‘N’ merantau bekerja di Malaysia, suaminya yang tinggal di salah satu kota provinsi sumatra selatan itu nganggur (enggak bekerja). Jadi Suaminya itu hanya mengandalkan uang kiriman dari Lik ‘N’ untuk biaya sekolah anak-anaknya dan keperluan pribadinya. Bahkan uang-uangnya sering diberikan kepada sanak saudara dari suaminya itu. Alhasil, uang-uang hasil kiriman Lik ‘N’ engga ada seperserpun yang di investasikan atau ditabung. Keterangan cerita ini juga diperkuat oleh adik dari Lik ‘N’ yang pernah berkunjung ke rumah suami Lik ‘N’. Dan menurut tetangga-tetangga di sekitar rumah tersebut mengiyakan informasi tersebut.   Sebelum merantau ke Malaysia pun, kehidupan rumah tangga Lik ‘N’ engga bahagia alias engga berkah. Mau tau kenapa? karena Lik ‘N’ menikah dulunya tanpa persetujuan orangtuanya. Lik ‘N’ kan berasal dari Jawa tengah, dia memilih buat pergi ke sumatra selatan dan menikah secara sembunyi-sembunyi tanpa pemberitahuan kepada keluarga besarnya.   Kesimpulannya, Sesuka apapun kamu atau seberapa besar cinta kamu terhadap pasanganmu, kalo orangtuamu engga memberi restu, hati-hatilah. Hidupmu akan jauh dari keberkahan.   Cerita nyata yang kedua, temen dari bapak saya (dia sedikit lebih tua dari bapak saya, jadi saya panggil dia paman). Dia sekarang kerjanya jadi supir taksi atau supir mobil apa aja atau malah sekarang kerja serabutan. Kamu mau tau engga bro? dia tuh sebenernya orang pintar (otaknya encer). Tapi kenapa ya dia malah jadi supir?, nah saya nanya donk tentang masa mudanya. Dia cerita dulunya, selalu dapet ranking teratas dari SD, SMP, SMA. Dan dia juga sekolah SMP negeri favorit trus sekolah SMA negeri terfavorit di kotanya. Apa yang dia ceritakan udah terkonfirmasi oleh ayah saya, dan memang itu faktanya.   Nah dia itu punya jiwa seni yang tinggi, pinter menulis puisi atau sastra, pinter melukis gambar nyata maupun abstrak, pokoknya jiwa seni banget. Tapi? orangtuanya menghendaki biar dia jadi seorang dalang (sutradara wayang). Padahal dia penginnya jadi seorang seniman, namun ditolak kedua ortunya, jadi pas dia sekolah SMA, pake malas-malasan, jarang masuk kelas, nilainya jadi jelek banget, itu semua karna perbedaan pemahaman dengan ortunya.   Setelah lulus, paman itu pengin ngelanjut kuliah ke sekolah seni (kuliah seni) di salah satu kota di provinsi Jawa Tengah, nah masalahnya ortunya engga merestui jadi ya begitu, ortunya engga mau membiayai kuliahnya.   Saya menarik kesimpulan, engga mendapat restu dari orangtua adalah hal yang paling menakutkan. Ya bro, restu orangtua, restu Allah swt juga, kalo orangtua engga merestui, apapun yang kita kejar juga percuma bakal susah. Dan kalo seandainya berhasil juga engga dapet berkah, maksudnya cita-cita kita tercapai tapi engga dapet restu ortu, ya tetep aja hidup bakal jauh dari kata kebahagiaan, ada aja masalahnya, ya karna itu engga berkah.     Tambahan, Kalo sekiranya kamu udah mencoba meyakinkan orangtuamu secara langsung maupun melalui pihak ketiga, dan hasilnya engga merestui juga, maka lebih baik menurut saja. Toh restu orangtua itu restu Allah swt. Jangan berani-berani menentang kalo pengin hidupmu tenang.
Assalamualaikum...

Bro, sadarkah kamu kalo begitu pentingnya dapetin restu kedua orangtua? siapa yang pengin ngejalanin hidup berkah, ya salah satu syaratnya adalah restu dari orangtua (kandung atau angkat).

Segala macam pilihan hidup (yang engga melanggar hukum agama dan negara), antara lain memilih tempat sekolah, kampus, memilih karir pekerjaan, bahkan memilih pasangan hidup itu harus kedua orangtua kita memberi ijin serta restunya.

Emang bener sih, segala apa yang terjadi terhadap kehidupan kita itu udah digariskan takdir oleh sang maha kuasa Allah swt. Tapi orangtua kita lah yang dijadikan sebagai perantara atas ijin-Nya.

Jadi sebenarnya apa yang kamu pilih kemudian kamu engga diberi restu orangtuamu, itu hakikatnya kamu engga diberi restu atau ijin dari Allah swt. Sang Maha Kuasa melarangmu memilih pilihan yang kamu pilih melalui perantara orangtuamu.

Apakah kamu tau akibat kalo apa yang kamu pilih engga diberi restu orangtua? fatal akibatnya bro. Pokoknya kamu engga mendapatkan keberkahan hidup, walaupun kamu bisa meraih sesuatu sesuai keinginanmu. Misalkan saja, soal cita-cita. Kalo kamu engga diberi restu orangtua, pasti ada aja kendala atau hambatan yang engga masuk logika ketika kamu lagi berproses meraih cita-citamu. Atau mungkin kamu bener-bener bisa sukses, tapi kesuksesanmu engga berkah, alias kamu bakalan dapet masalah terus-terus terkecuali jika orangtuamu sadar lalu merestuimu.

Atau soal pasangan hidup. Ini bahaya banget kalo kamu engga dapetin restu kedua orangtua. Bisa sih kamu menikah sama si Doi, tapi jangan harap pernikahanmu bakalan berkah. Ada aja masalah yang akan menghadangmu, karena apa? karena orangtuamu engga merestuimu.

“Trus, aku harus gimana donk? aku udah memilih pilihanku, dan aku udah yakin bahwa apa yang aku pilih cocok buat aku. Tapi orangtuaku engga ngasih ijin restu. Apa yang harus aku lakukan?

Itu pasti yang ada dipikiranmu kan? ya ya saya tau dan saya juga pernah ngalamin hal kaya gitu. Emang benar, segala apa yang kita pilih itu yang akan menjalaninya adalah kita sendiri bukan orang lain. Jadi apa yang pantas dan engga pantas buat kita, ya itu yang bisa menilai diri kita sendiri.

Mungkin kamu udah pernah mencoba berbicara kepada kedua orangtuamu bahwa apa yang udah kamu pilih cocok buatmu tetapi mereka masih menentang. Kalo cara itu udah kamu coba, kamu bisa pake cara saya.

Saya punya solusinya dan ini cukup berhasil, karena saya pernah mempraktekannya. Yaitu dengan cara membujuk sanak saudara kamu untuk menyadarkan kedua orangtua kamu bahwa pilihanmu itu udah bener. Pilih sanak saudara yang enak diajak berdiskusi dan mau mendengarkan keluhan curhatmu (lebih dari satu orang itu lebih baik). Katakan kepadanya, bahwa pilihanmu itu udah dipikirkan masak-masak olehmu. Jelaskan padanya kenapa kamu memilih pilihan itu. Pokoknya yakinkan bahwa kamu engga salah pilih.

Dan nantinya, sekali lagi jika sanak saudaramu itu adalah orang yang benar, dia akan membantumu. Dia akan mencoba membujuk kedua orangtuamu bahwa pilihanmu itu benar dan tepat. Dan apalagi jika sanak saudaramu itu adalah orang kepercayaan orangtuamu, dipastikan kamu ada jaminan ijin restu bakalan kamu dapetin.

Tapi inget loh ya, kamu bener-bener harus memilih pilihan yang tepat buat kamu. Jangan karena hawa nafsu ingin dapetin pilihan itu. Cari referensi kekurangan kelebihan tentang pilihan yang kamu pilih. Jangan sampai kamu malah salah pilih, yang ada kamu engga akan diberi kesempatan ijin restu dari orangtuamu kedua kali nantinya.



PENGALAMAN
Saya mau share dua cerita pengalaman nyata tentang orang-orang yang engga diberi ijin restu orangtuanya.

Saya punya lik ‘N’ (Dia adik perempuan dari ayah saya) yang sekarang statusnya sudah bercerai dari suaminya. Dia menggugat cerai secara sepihak tanpa persetujuan dari suaminya dengan alasan suaminya adalah orang yang engga bertanggung jawab.

Jadi gini, katanya, sewaktu Lik ‘N’ merantau bekerja di Malaysia, suaminya yang tinggal di salah satu kota provinsi sumatra selatan itu nganggur (enggak bekerja). Jadi Suaminya itu hanya mengandalkan uang kiriman dari Lik ‘N’ untuk biaya sekolah anak-anaknya dan keperluan pribadinya. Bahkan uang-uangnya sering diberikan kepada sanak saudara dari suaminya itu. Alhasil, uang-uang hasil kiriman Lik ‘N’ engga ada seperserpun yang di investasikan atau ditabung. Keterangan cerita ini juga diperkuat oleh adik dari Lik ‘N’ yang pernah berkunjung ke rumah suami Lik ‘N’. Dan menurut tetangga-tetangga di sekitar rumah tersebut mengiyakan informasi tersebut.

Sebelum merantau ke Malaysia pun, kehidupan rumah tangga Lik ‘N’ engga bahagia alias engga berkah. Mau tau kenapa? karena Lik ‘N’ menikah dulunya tanpa persetujuan orangtuanya. Lik ‘N’ kan berasal dari Jawa tengah, dia memilih buat pergi ke sumatra selatan dan menikah secara sembunyi-sembunyi tanpa pemberitahuan kepada keluarga besarnya.

Kesimpulannya, Sesuka apapun kamu atau seberapa besar cinta kamu terhadap pasanganmu, kalo orangtuamu engga memberi restu, hati-hatilah. Hidupmu akan jauh dari keberkahan.

Cerita nyata yang kedua, temen dari bapak saya (dia sedikit lebih tua dari bapak saya, jadi saya panggil dia paman). Dia sekarang kerjanya jadi supir taksi atau supir mobil apa aja atau malah sekarang kerja serabutan. Kamu mau tau engga bro? dia tuh sebenernya orang pintar (otaknya encer). Tapi kenapa ya dia malah jadi supir?, nah saya nanya donk tentang masa mudanya. Dia cerita dulunya, selalu dapet ranking teratas dari SD, SMP, SMA. Dan dia juga sekolah SMP negeri favorit trus sekolah SMA negeri terfavorit di kotanya. Apa yang dia ceritakan udah terkonfirmasi oleh ayah saya, dan memang itu faktanya.

Nah dia itu punya jiwa seni yang tinggi, pinter menulis puisi atau sastra, pinter melukis gambar nyata maupun abstrak, pokoknya jiwa seni banget. Tapi? orangtuanya menghendaki biar dia jadi seorang dalang (sutradara wayang). Padahal dia penginnya jadi seorang seniman, namun ditolak kedua ortunya, jadi pas dia sekolah SMA, pake malas-malasan, jarang masuk kelas, nilainya jadi jelek banget, itu semua karna perbedaan pemahaman dengan ortunya.

Setelah lulus, paman itu pengin ngelanjut kuliah ke sekolah seni (kuliah seni) di salah satu kota di provinsi Jawa Tengah, nah masalahnya ortunya engga merestui jadi ya begitu, ortunya engga mau membiayai kuliahnya.

Saya menarik kesimpulan, engga mendapat restu dari orangtua adalah hal yang paling menakutkan. Ya bro, restu orangtua, restu Allah swt juga, kalo orangtua engga merestui, apapun yang kita kejar juga percuma bakal susah. Dan kalo seandainya berhasil juga engga dapet berkah, maksudnya cita-cita kita tercapai tapi engga dapet restu ortu, ya tetep aja hidup bakal jauh dari kata kebahagiaan, ada aja masalahnya, ya karna itu engga berkah.



Tambahan, Kalo sekiranya kamu udah mencoba meyakinkan orangtuamu secara langsung maupun melalui pihak ketiga, dan hasilnya engga merestui juga, maka lebih baik menurut saja. Toh restu orangtua itu restu Allah swt. Jangan berani-berani menentang kalo pengin hidupmu tenang.

0 Response to "Apakah Penting Restu Orangtua Dalam Suatu Hubungan Dan Dalam Cita-cita?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel