Pelajari 3 Bahasa Penting Selain Bahasa Indonesia

Kamu mau tau, 3 bahasa penting yang harus kamu pelajari? Karena berguna banget buat kehidupan sehari-hari bahkan salah satu diantaranya berguna bukan hanya untuk didunia tetapi juga untuk akhirat juga.

Postingan aku ini berdasarkan pengamatan yang telah berulang-ulang aku pikirkan didalam otak dan akalku. Ketimbang aku doank yang tahu, mending aku share aja ya. 

PELAJARI 3 BAHASA PENTING SELAIN BAHASA INDONESIA   Kamu mau tau, 3 bahasa penting yang harus kamu pelajari? Karena berguna banget buat kehidupan sehari-hari bahkan salah satu diantaranya berguna bukan hanya untuk didunia tetapi juga untuk akhirat juga.   Postingan aku ini berdasarkan pengamatan yang telah berulang-ulang aku pikirkan didalam otak dan akalku. Ketimbang aku doank yang tahu, mending aku share aja ya.   Sebenarnya kamu itu sudah tahu 3 bahasa yang penting yang harus kamu pelajari. Cuman kamu terlalu fokus hanya satu bahasa itu saja (kamu tau maksudku). Ya udah nih aku kasih tahu 3 bahasa itu disertai alasan dan argumennya.   PERTAMA Pelajarilah bahasa daerahmu. Kamu tahu kan bahasa daerahmu? Bahasa nenek moyang atau leluhurmu? Bahasa dari provinsimu? Atau jangan-jangan kamu enggak tahu lagi bahasa daerahmu sendiri.   Inget kawan, bahasa percakapan sehari-hari aja itu belum tentu bahasa daerahmu. Kita ambil contoh, orang jawa khususnya Banyumas/Tegal. Ya sih memang benar mereka menggunakan bahasa dari kota mereka, cuman itu bukan maksud aku bahasa daerah. Mereka itu pake bahasa banyumasan (orang sering bilang ngapak. Orang banyak yang salah kaprah, karena ngapak itu bukan bahasa tetapi sebuah dialek atau aksen. Lebih benernya mereka pake bahasa banyumasan). Yang aku maksud itu bahasa daerah itu bahasa yang dipake oleh orang seprovinsinya. Karena Banyumas itu masuk provinsi Jawa Tengah, maka mereka haruslah mempelajari bahasa Jawa Halus yaitu Krama Inggil. Demikian juga ama si orang dari provinsi Jawa Barat, mereka juga kudu pelajari bahasa Sunda.   Bukan tanpa alasan aku berpendapat kaya gini, kawan. Bahasa seprovinsi itu bahasa halus dan sangat lazim digunakan orang-orang sudah sesepuh (bukan saur sepuh, eh tau deh) atau orang-orang yang lebih tua dan juga untuk adat budayanya. Misal bahasa provinsi Jawa Tengah itu Krama Inggil. Seharusnya kamu yang ngaku abg (ga pake tua) kudu pinter bahasa daerahmu. Karena apa? Bahasa itu juga identik dengan asalmu. Kamu akan bisa dikenali juga. Trus kamu bisa sangat sopan jika berhadapan ama orang tua / sesepuh kalo pake bahasa daerahmu. Pasti orang tua bakalan seneng banget dan merasa dihormati. (aku mengamati dari kebanyakan orang sesepuh, jika ada anak muda make bahasa daerah yang halus itu pasti bakalan disanjungin trus kadang juga orangtuamu bakalan dipujinya karena memiliki anak yang bertutur bahasa yang bener.)   Disamping kamu melestarikan bahasa leluhurmu, kamu harus bangga karena bahasa provinsimu itu sangat lazim digunakan untuk kalangan orang-orang yang punya derajat. Misal Jateng itu, dulu bahasa krama inggil dipake oleh para raja dan bangsawan. Jati asal – usul bahasa itu juga memiliki nilai historis yang sangat gila bagusnya.   Siapa lagi yang bakal mewarisi bahasa dan budaya Indonesia kalau bukan kita. Nunggu kapan lagi? Inget, dulu pas sekolah atau yang masih sekolah sekarang, kalo ada pelajaran bahasa daerah pasti malesnya minta ampun. Aduh siapa lagi kalau bukan kita yang melestarikan? Apalagi bagi anak jawa, krama inggil itu bahasa yang bener-bener halus serta sopan. Kamu yang anak Jawa harus bangga dengan itu.   Tahu ga kalian, masih mending kamu yang dari pulau jawa. Karena disetiap sekolah ditanah Jawa itu ada mata pelajaran muatan lokal atau bahasa daerah. Tetapi kalau diluar pulau jawa, banyak banget yang disekolahnya tidak ada pelajaran bahasa daerah, contohnya di Lampung atau Palembang Sumatera Selatan (Maaf jika salah). Dan mungkin juga diprovinsi lainnya juga.   Makanya pelajari bahasa daerahmu, gunakan untuk berbicara kepada orangtua atau orang yang sudah sesepuh. Banyakin beli buku seputar bahasa daerahmu atau kamusnya juga. Jangan cuman beli kampus bahasa “itu” doank yang kamu banyakin. Kamu itu orang mana sih? Kalau kamu dari kelahiran dari daerahmu, ya gunakan donk bahasa daerahmu. Masa iya sih, nunggu dicolong negara lain baru kamu koar-koar maupun protes?   KEDUA Pelajari bahasa arab. Bahasa arab itu lebih penting dari bahasa manapun. Bahasa arab bukan Cuma berguna buat kehidupan didunia, tapi juga bermaanfaat buat akhirat. Bahasa arab lebih bermaanfaat dipelajari ketimbang bahasa “itu”.   Oke kamu berpendapat bahwa kamu sudah pinter bahasa arab, dengan bukti kamu bisa baca kitab suci Alquran. Tetapi yang aku maksud itu bukan cuman pinter baca doank, tetapi juga tahu artinya tahu maknanya. Dari kebanyakan orang muslim itu hanya pinter membaca, pinter tajwidnya tetapi sangat sedikit pinter untuk mentranslate secara langsung.   Kamu berpikir, ngapain repot-repot melajarin artinya. Toh tinggal liat aja diterjemahannya. Nah kalo kamu berpikir seperti itu malah itulah titik permasalahannya. Kamu tau, kalo kamu baca Alquran tapi tanpa kamu menguasai arti atau terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Kamu seperti membaca tulisan bahasa asing misal bahasa Rusia. Kamu pinter bacanya tapi kamu ga tau maksudnya apa. Dalam pikirmu, yang penting baca aja dah urusan artinya nanti bisa liat translate.   Nah itu loh kenapa kalo baca Alquran itu kadang suka malesnya minta ampun. Ya karena itu, kamu hanya bisa baca tanpa mengetahui artinya. Padahal jika kamu menguasai bahasa arab secara keseluruhan, kamu baca Alquran makin enak karena pas kamu baca dan dari situ kamu tahu artinya dari ayat yang kamu sedang baca.   Kamu tahu kan Alquran itu mengandung cerita, hukum, peraturan dan lain-lain tentang menuju kebaikan. Andai kamu hapal bahasa arab secara keseluruhan, maka kamu seakan-akan sedang membaca buku dalam bahasa Indonesia yang semakin membuatmu rajin untuk membacanya.   Dan berguna kalo pas sholat, ketika kamu lagi melafalkan surat Alfatihah atau/dan surat lainnya. Maka kamu bisa fokus, bisa meresapi apa yang sedang kamu doakan. Jadi konsentrasimu tidak akan buyar karena kamu hanya melafalkan surat tersebut tanpa tahu maknanya tanpa tahu dalam bahasa Indonesia. Andai saja kamu kamu pinter dalam bahasa Arab secara keseluruhan, ketika kamu melafalkan surat Alfatehah maka percaya deh kamu bakalan lebih keras mengatakan “Aamiin”. Soalnya kamu tahu maksud bacaan tadi, yaitu meminta diberikan petunjuk seperti bagi orang-orang yang telah diberi nikmat, bukan orang-orang sesat. Pasti deh kamu bakalan mengucap “Aamiin” lebih kenceng.   Mulai lah pelajari bahasa Arab secara keseluruhan, jangan Cuma pinter bacanya bukan cuman pinter tajwidnya tapi juga harus tahu arti-arti kosakatanya dalam bahasa Indonesia. Kamu kok rela menghabiskan banyak duit dan waktu untuk beli kamus bahasa “itu” dan bolak-balik ambil kelas privat atau les untuk belajar bahasa “itu” ketimbang belajar bahasa Arab secara keseluruhan?   KETIGA Pelajari bahasa Inggris. Aku tidak akan berpendapat banyak kalo soal bahasa yang satu ini. Tanpa dinasehatipun kamu bakalan semangat buat pelajarinnya. Kamu rela buang duit serta waktu buat beli bejibun kamus lengkap dan kursus demi bahasa Inggris. Ya emang penting, apalagi bagi orang yang bekerja yang mengharuskan berkomunikasi dengan orang asing atau luar negeri.    Pengalaman   Kebetulan (sebenernya ga ada yang kebetulan, karena semua yang terjadi itu takdir/garis hidup) dulu jamannya aku masih TK (taman kanak-kanak, bukan taman kakek-kakek) aku faseh bahasa Krama Inggil. Asliku emang Jawa, tapi sekarang pindah-pindah kota. (jangan berpikir karena sewa kontrak abis ya.. haha).   Kenapa aku bisa Krama Inggil? Karena ada tetangga orangtuaku yang sudah tua. Mereka pasangan suami istri yang sudah kakek nenek. Nah aku tuh dianggepnya cucu mereka, jadi tiap hari aku lebih sering maen kerumah mereka ya emang deket (kaya lagu 5 langkah dari rumah.. haha). Aku diajarin bahasa alus itu (bukan bahasa makhluk halus ya. Makhluk halus? Wah mulus donk kaya artis? Wkwk kaga).   Cuma sayangnya, ortuku malah ngajarin aku pake bahasa Indonesia, dan teman-teman ortuku yang sering mampir juga gitu. Udah gitu pas udah waktunya masuk sekolah SD makin ancur aja, karena kebanyakan pake bahasa yang rada kasar. Makin mampus, luluh, dan hancur sudah ingatanku tentang bahasa Krama Inggil tanpa tersisa sedikitpun sampai saat ini. Hahaha terlalu....   Kalau bahasa Arab, ya paling cuman kaya kebanyakan anak-anak muslim lainnya. Bisanya cuman baca ama tajwid doank. Kalo mengartikannya dalam Bahasa Indonesia kaga bisa (paling ya buka terjemahannya, haha). Tapi sih aku mulai berusaha untuk belajar lagi buat pinter mengartikan tanpa melihat terjemahan. Disamping bikin betah baca Alquran, bisa juga kalo bicara pake perkataan yang ada di Alquran kan keren ya. Karena setiap perkataan kita dicatat malaikat. Bayangin aja kalo kita berkata berdasarkan ayat Alquran, wuih mantab.   Kalo bahasa Inggris? Wah ga perlu dibahas lagi deh. Yang pasti aku sering dapet nilai bagus pas sekolah.   Kesimpulannya, jadi budayakan berbicara dengan orangtua atau yang lebih tua pake Bahasa daerah yang lebih halus. Mampu Bahasa Arab secara keseluruhan, toh demi kebaikan dunia maupun akhirat. Apalagi bagi kamu yang pengin bisa ngapalin surat-surat Alquran. Ya pasti bakalan gampang kalo kamu udah banyak tahu kosakata arab. Ibarat kamu tuh ngebaca tulisan bahasa Inggris, pasti diluar otak kamu tau maksudnya apa yang kamu baca. Apalagi kalo itu diterapin ke bahasa Arab. Kamu bisa baca Alquran kaya kamu baca dalam bahasa Indonesia.

Sebenarnya kamu itu sudah tahu 3 bahasa yang penting yang harus kamu pelajari. Cuman kamu terlalu fokus hanya satu bahasa itu saja (kamu tau maksudku). Ya udah nih aku kasih tahu 3 bahasa itu disertai alasan dan argumennya.

PERTAMA Pelajarilah bahasa daerahmu. Kamu tahu kan bahasa daerahmu? Bahasa nenek moyang atau leluhurmu? Bahasa dari provinsimu? Atau jangan-jangan kamu enggak tahu lagi bahasa daerahmu sendiri.

Inget kawan, bahasa percakapan sehari-hari aja itu belum tentu bahasa daerahmu. Kita ambil contoh, orang jawa khususnya Banyumas/Tegal. Ya sih memang benar mereka menggunakan bahasa dari kota mereka, cuman itu bukan maksud aku bahasa daerah. Mereka itu pake bahasa banyumasan (orang sering bilang ngapak. Orang banyak yang salah kaprah, karena ngapak itu bukan bahasa tetapi sebuah dialek atau aksen. Lebih benernya mereka pake bahasa banyumasan). Yang aku maksud itu bahasa daerah itu bahasa yang dipake oleh orang seprovinsinya. Karena Banyumas itu masuk provinsi Jawa Tengah, maka mereka haruslah mempelajari bahasa Jawa Halus yaitu Krama Inggil. Demikian juga ama si orang dari provinsi Jawa Barat, mereka juga kudu pelajari bahasa Sunda.

Bukan tanpa alasan aku berpendapat kaya gini, kawan. Bahasa seprovinsi itu bahasa halus dan sangat lazim digunakan orang-orang sudah sesepuh (bukan saur sepuh, eh tau deh) atau orang-orang yang lebih tua dan juga untuk adat budayanya. Misal bahasa provinsi Jawa Tengah itu Krama Inggil. Seharusnya kamu yang ngaku abg (ga pake tua) kudu pinter bahasa daerahmu. Karena apa? Bahasa itu juga identik dengan asalmu. Kamu akan bisa dikenali juga. Trus kamu bisa sangat sopan jika berhadapan ama orang tua / sesepuh kalo pake bahasa daerahmu. Pasti orang tua bakalan seneng banget dan merasa dihormati. (aku mengamati dari kebanyakan orang sesepuh, jika ada anak muda make bahasa daerah yang halus itu pasti bakalan disanjungin trus kadang juga orangtuamu bakalan dipujinya karena memiliki anak yang bertutur bahasa yang bener.)

Disamping kamu melestarikan bahasa leluhurmu, kamu harus bangga karena bahasa provinsimu itu sangat lazim digunakan untuk kalangan orang-orang yang punya derajat. Misal Jateng itu, dulu bahasa krama inggil dipake oleh para raja dan bangsawan. Jati asal – usul bahasa itu juga memiliki nilai historis yang sangat gila bagusnya.

Siapa lagi yang bakal mewarisi bahasa dan budaya Indonesia kalau bukan kita. Nunggu kapan lagi? Inget, dulu pas sekolah atau yang masih sekolah sekarang, kalo ada pelajaran bahasa daerah pasti malesnya minta ampun. Aduh siapa lagi kalau bukan kita yang melestarikan? Apalagi bagi anak jawa, krama inggil itu bahasa yang bener-bener halus serta sopan. Kamu yang anak Jawa harus bangga dengan itu.

Tahu ga kalian, masih mending kamu yang dari pulau jawa. Karena disetiap sekolah ditanah Jawa itu ada mata pelajaran muatan lokal atau bahasa daerah. Tetapi kalau diluar pulau jawa, banyak banget yang disekolahnya tidak ada pelajaran bahasa daerah, contohnya di Lampung atau Palembang Sumatera Selatan (Maaf jika salah). Dan mungkin juga diprovinsi lainnya juga.

Makanya pelajari bahasa daerahmu, gunakan untuk berbicara kepada orangtua atau orang yang sudah sesepuh. Banyakin beli buku seputar bahasa daerahmu atau kamusnya juga. Jangan cuman beli kampus bahasa “itu” doank yang kamu banyakin. Kamu itu orang mana sih? Kalau kamu dari kelahiran dari daerahmu, ya gunakan donk bahasa daerahmu. Masa iya sih, nunggu dicolong negara lain baru kamu koar-koar maupun protes?

KEDUA Pelajari bahasa arab. Bahasa arab itu lebih penting dari bahasa manapun. Bahasa arab bukan Cuma berguna buat kehidupan didunia, tapi juga bermaanfaat buat akhirat. Bahasa arab lebih bermaanfaat dipelajari ketimbang bahasa “itu”.

Oke kamu berpendapat bahwa kamu sudah pinter bahasa arab, dengan bukti kamu bisa baca kitab suci Alquran. Tetapi yang aku maksud itu bukan cuman pinter baca doank, tetapi juga tahu artinya tahu maknanya. Dari kebanyakan orang muslim itu hanya pinter membaca, pinter tajwidnya tetapi sangat sedikit pinter untuk mentranslate secara langsung.

Kamu berpikir, ngapain repot-repot melajarin artinya. Toh tinggal liat aja diterjemahannya. Nah kalo kamu berpikir seperti itu malah itulah titik permasalahannya. Kamu tau, kalo kamu baca Alquran tapi tanpa kamu menguasai arti atau terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Kamu seperti membaca tulisan bahasa asing misal bahasa Rusia. Kamu pinter bacanya tapi kamu ga tau maksudnya apa. Dalam pikirmu, yang penting baca aja dah urusan artinya nanti bisa liat translate.

Nah itu loh kenapa kalo baca Alquran itu kadang suka malesnya minta ampun. Ya karena itu, kamu hanya bisa baca tanpa mengetahui artinya. Padahal jika kamu menguasai bahasa arab secara keseluruhan, kamu baca Alquran makin enak karena pas kamu baca dan dari situ kamu tahu artinya dari ayat yang kamu sedang baca.

Kamu tahu kan Alquran itu mengandung cerita, hukum, peraturan dan lain-lain tentang menuju kebaikan. Andai kamu hapal bahasa arab secara keseluruhan, maka kamu seakan-akan sedang membaca buku dalam bahasa Indonesia yang semakin membuatmu rajin untuk membacanya.

Dan berguna kalo pas sholat, ketika kamu lagi melafalkan surat Alfatihah atau/dan surat lainnya. Maka kamu bisa fokus, bisa meresapi apa yang sedang kamu doakan. Jadi konsentrasimu tidak akan buyar karena kamu hanya melafalkan surat tersebut tanpa tahu maknanya tanpa tahu dalam bahasa Indonesia. Andai saja kamu kamu pinter dalam bahasa Arab secara keseluruhan, ketika kamu melafalkan surat Alfatehah maka percaya deh kamu bakalan lebih keras mengatakan “Aamiin”. Soalnya kamu tahu maksud bacaan tadi, yaitu meminta diberikan petunjuk seperti bagi orang-orang yang telah diberi nikmat, bukan orang-orang sesat. Pasti deh kamu bakalan mengucap “Aamiin” lebih kenceng.

Mulai lah pelajari bahasa Arab secara keseluruhan, jangan Cuma pinter bacanya bukan cuman pinter tajwidnya tapi juga harus tahu arti-arti kosakatanya dalam bahasa Indonesia. Kamu kok rela menghabiskan banyak duit dan waktu untuk beli kamus bahasa “itu” dan bolak-balik ambil kelas privat atau les untuk belajar bahasa “itu” ketimbang belajar bahasa Arab secara keseluruhan?

KETIGA Pelajari bahasa Inggris. Aku tidak akan berpendapat banyak kalo soal bahasa yang satu ini. Tanpa dinasehatipun kamu bakalan semangat buat pelajarinnya. Kamu rela buang duit serta waktu buat beli bejibun kamus lengkap dan kursus demi bahasa Inggris. Ya emang penting, apalagi bagi orang yang bekerja yang mengharuskan berkomunikasi dengan orang asing atau luar negeri.


Pengalaman

Kebetulan (sebenernya ga ada yang kebetulan, karena semua yang terjadi itu takdir/garis hidup) dulu jamannya aku masih TK (taman kanak-kanak, bukan taman kakek-kakek) aku faseh bahasa Krama Inggil. Asliku emang Jawa, tapi sekarang pindah-pindah kota. (jangan berpikir karena sewa kontrak abis ya.. haha).

Kenapa aku bisa Krama Inggil? Karena ada tetangga orangtuaku yang sudah tua. Mereka pasangan suami istri yang sudah kakek nenek. Nah aku tuh dianggepnya cucu mereka, jadi tiap hari aku lebih sering maen kerumah mereka ya emang deket (kaya lagu 5 langkah dari rumah.. haha). Aku diajarin bahasa alus itu (bukan bahasa makhluk halus ya. Makhluk halus? Wah mulus donk kaya artis? Wkwk kaga).

Cuma sayangnya, ortuku malah ngajarin aku pake bahasa Indonesia, dan teman-teman ortuku yang sering mampir juga gitu. Udah gitu pas udah waktunya masuk sekolah SD makin ancur aja, karena kebanyakan pake bahasa yang rada kasar. Makin mampus, luluh, dan hancur sudah ingatanku tentang bahasa Krama Inggil tanpa tersisa sedikitpun sampai saat ini. Hahaha terlalu....

Kalau bahasa Arab, ya paling cuman kaya kebanyakan anak-anak muslim lainnya. Bisanya cuman baca ama tajwid doank. Kalo mengartikannya dalam Bahasa Indonesia kaga bisa (paling ya buka terjemahannya, haha). Tapi sih aku mulai berusaha untuk belajar lagi buat pinter mengartikan tanpa melihat terjemahan. Disamping bikin betah baca Alquran, bisa juga kalo bicara pake perkataan yang ada di Alquran kan keren ya. Karena setiap perkataan kita dicatat malaikat. Bayangin aja kalo kita berkata berdasarkan ayat Alquran, wuih mantab.

Kalo bahasa Inggris? Wah ga perlu dibahas lagi deh. Yang pasti aku sering dapet nilai bagus pas sekolah.

Kesimpulannya, jadi budayakan berbicara dengan orangtua atau yang lebih tua pake Bahasa daerah yang lebih halus. Mampu Bahasa Arab secara keseluruhan, toh demi kebaikan dunia maupun akhirat. Apalagi bagi kamu yang pengin bisa ngapalin surat-surat Alquran. Ya pasti bakalan gampang kalo kamu udah banyak tahu kosakata arab. Ibarat kamu tuh ngebaca tulisan bahasa Inggris, pasti diluar otak kamu tau maksudnya apa yang kamu baca. Apalagi kalo itu diterapin ke bahasa Arab. Kamu bisa baca Alquran kaya kamu baca dalam bahasa Indonesia.

0 Response to "Pelajari 3 Bahasa Penting Selain Bahasa Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel