Mendapat Keberkahan di Bulan Puasa Ramadhan

Bagi umat muslim, bulan puasa adalah bulan penuh berkah. Sebab di dalam bulan puasa, apapun ibadahnya akan dilipatkan ganjaran pahalanya, terutama puasa (tanpa makan minum dalam 12 jam).

Terlebih lagi adanya malam Lailatul Qadar, yakni malam seribu bulan. Ketika malam itu datang, Allah s.w.t beserta malaikatnya turun ke bumi. Beruntunglah bagi orang-orang yang senantiasa semalam suntuk beribadah, berdoa, dan bersujud. Apapun doa dan dosa-dosanya akan diampuni oleh sang maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Bagi umat muslim, bulan puasa adalah bulan penuh berkah. Sebab di dalam bulan puasa, apapun ibadahnya akan dilipatkan ganjaran pahalanya, terutama puasa (tanpa makan minum dalam 12 jam).   Terlebih lagi adanya malam Lailatul Qadar, yakni malam seribu bulan. Ketika malam itu datang, Allah s.w.t beserta malaikatnya turun ke bumi. Beruntunglah bagi orang-orang yang senantiasa semalam suntuk beribadah, berdoa, dan bersujud. Apapun doa dan dosa-dosanya akan diampuni oleh sang maha Kuasa atas segala sesuatu.      Dan tak kalah serunya, yaitu adanya shalat tarawih. Shalat sunnah yang menjadi keharusan dilaksanakan selama bulan puasa Ramadhan. Yang kemudian dilanjutkan membaca Al-Quran, 1 Juz setiap malam. Sehingga ketika mencapai hari raya Idul Fitri atau malam takbiran lebaran, 30 Juz rampung selesai dan khatam.   Menjadi heboh lagi karena anak-anak, remaja, dan juga termasuk orang dewasa menyalakan kembang api maupun petasan sehabis tarawih. Sangat meriah sekali, suka cita menyambut bulan suci ramadhan.   Dan tak lupa pula, anak-anak remaja menjadi lebih giat dalam menunaikan shalat subuh berjamaah di Mushola maupun Masjid. Menambah pahala sebanyak-banyaknya semampunya.   Tapi ada juga yang sebenarnya berniat untuk bisa bertemu dengan pujaan hati. Seseorang yang ingin ditemui selepas shalat subuh. Saya sendiri contohnya, saya pun pernah melakukan itu sewaktu masih sekolah SD. Setelah shalat subuh, saya dan teman-teman berusaha jalan-jalan pagi mengitari jalan perkampungan, berharap bertemu doi yang juga sedang melakukan jogging pagi.   Ditambah meriah lagi, anak-anak maupun remaja menyalakan petasan di jalanan. Betapa lucunya, mereka membeli kertas, diberi api, dilempar, lalu meledak, namun bersuka cita. Mmh indahnya dalam kebingungan, haha.   Baiklah, sekarang saya akan membagi sebuah cerita asli pengalaman saya di bulan puasa Ramadhan tahun 2009.   Sewaktu itu saya masih berstatus siswa SMA kelas 2, yang sedang menggebu-gebunya jiwa muda di dalam aliran darah tubuh perkasa ini, hehe.   Kala itu, seingat saya ada sebuah website pertemanan bernama Friendster (sejenis Facebook) dan MXIT (Grup Chatting terkenal pada jamannya).   Saya berkenalan dengan seorang gadis, sekota sama saya. Entahlah saya kenal dia dari Friendster atau dari Mxit. Yang jelas kami melanjutkan perbincangan sampai menggunakan fitur SMS (Terkeren pada masa nya, hehe).   Waktu itu, saya berniat mengajak ketemuan. Singkat cerita, kami mantap ingin melakukan pertemuan setelah habis magrib.   Oke, saya meminta ijin sama orangtua untuk pergi ke Alun-alun kota dengan alasan bertemu teman-teman sekolah. Saya terpaksa berbohong, sebab kala itu saya belum memiliki SIM C (Motor), dan saat itu pula waktunya shalat Isya serta Tarawih.   Baik, singkat cerita, saya menjemputnya di rumah nya secara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui orangtuanya tuh cewek.   Disepanjang perjalanan, kami sedikit mengobrol saking canggungnya. Dan Damn! Muncullah ide serta niat jelek di pikiran saya kala itu. Saya mengajak dia pergi ke pantai untuk gelap-gelap an. Yeah kamu tahulah maksudku, yea kan? Ehehe.   Oke, dia setuju, dan saking senangnya saya sedikit mempercepat laju motor. Dan, sayang seribu sayang, kami dihentikan seorang polisi yang mengejar dengan motor.   Saya ditanya KTP, SIM, STNK, semua ada kecuali SIM. Dess! Stnk saya diambil polisi, lalu polisi menyuruh kami ke kantor terdekat.   Singkat cerita, saya nego tipis untuk minta ‘damai’. Saya keluarin uang sendiri yang sebelumnya saya minta bantuan ke cewek, tapi katanya gak punya uang.   Setelah keluar kantor polisi, cewek itu minta diantarkan pulang saja. Ya baiklah, saya kecewa dan pasrah. Halah-halah udah bahagia setengah mati, amblas karena kejadian itu.   Sepanjang jalan pulang, saya penasaran soal kenapa saya kena tilang. Saya tanya tuh cewek, dan dia jawab kalau saya ambil jalan berlawanan arah. Wah wah iyakah? Apakah ini efek gugup?   Dan singkatnya, saya sudah di rumah. Awalnya agak kesel, tetapi setelah merenung penuh penghayatan. Wah saya beruntung juga ya, seandainya niat jahat saya tidak dihentikan polisi, maka kemungkinan terburuk pasti terjadi.   Bisa jadi saya nabrak atau tertabrak kendaraan karena jalanan gelap. Atau mungkin terkena ‘penyakit’ yang itulah. Atau bisa juga bisa repot urusannya jika terjadi sesuatu sama tuh orang yang baru aja saya kenal. Saya pun belum tahu asal usulnya seperti gimana.   Ya ya, teguran langsung dari Allah di bulan puasa Ramadhan. Udah dosa bohongin orangtua, Gak sholat Isya serta Tarawih, niat gak bener, ya langsung di azab (indosiar) saat itu juga.   Akhirnya saya tidak berani melakukan hal semacam itu lagi. Baru kaya gitu aja, langsung kena tegur, apalagi yang lebih sadis lagi. Ampun-ampun deh, gak lagi-lagi.   Imbauan buat kamu, dua kata, jangan ditiru hal yang gak bener, Fatal akibatnya.

Dan tak kalah serunya, yaitu adanya shalat tarawih. Shalat sunnah yang menjadi keharusan dilaksanakan selama bulan puasa Ramadhan. Yang kemudian dilanjutkan membaca Al-Quran, 1 Juz setiap malam. Sehingga ketika mencapai hari raya Idul Fitri atau malam takbiran lebaran, 30 Juz rampung selesai dan khatam.

Menjadi heboh lagi karena anak-anak, remaja, dan juga termasuk orang dewasa menyalakan kembang api maupun petasan sehabis tarawih. Sangat meriah sekali, suka cita menyambut bulan suci ramadhan.

Dan tak lupa pula, anak-anak remaja menjadi lebih giat dalam menunaikan shalat subuh berjamaah di Mushola maupun Masjid. Menambah pahala sebanyak-banyaknya semampunya.

Tapi ada juga yang sebenarnya berniat untuk bisa bertemu dengan pujaan hati. Seseorang yang ingin ditemui selepas shalat subuh. Saya sendiri contohnya, saya pun pernah melakukan itu sewaktu masih sekolah SD. Setelah shalat subuh, saya dan teman-teman berusaha jalan-jalan pagi mengitari jalan perkampungan, berharap bertemu doi yang juga sedang melakukan jogging pagi.

Ditambah meriah lagi, anak-anak maupun remaja menyalakan petasan di jalanan. Betapa lucunya, mereka membeli kertas, diberi api, dilempar, lalu meledak, namun bersuka cita. Mmh indahnya dalam kebingungan, haha.

Baiklah, sekarang saya akan membagi sebuah cerita asli pengalaman saya di bulan puasa Ramadhan tahun 2009.

Sewaktu itu saya masih berstatus siswa SMA kelas 2, yang sedang menggebu-gebunya jiwa muda di dalam aliran darah tubuh perkasa ini, hehe.

Kala itu, seingat saya ada sebuah website pertemanan bernama Friendster (sejenis Facebook) dan MXIT (Grup Chatting terkenal pada jamannya).

Saya berkenalan dengan seorang gadis, sekota sama saya. Entahlah saya kenal dia dari Friendster atau dari Mxit. Yang jelas kami melanjutkan perbincangan sampai menggunakan fitur SMS (Terkeren pada masa nya, hehe).

Waktu itu, saya berniat mengajak ketemuan. Singkat cerita, kami mantap ingin melakukan pertemuan setelah habis magrib.

Oke, saya meminta ijin sama orangtua untuk pergi ke Alun-alun kota dengan alasan bertemu teman-teman sekolah. Saya terpaksa berbohong, sebab kala itu saya belum memiliki SIM C (Motor), dan saat itu pula waktunya shalat Isya serta Tarawih.

Baik, singkat cerita, saya menjemputnya di rumah nya secara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui orangtuanya tuh cewek.

Disepanjang perjalanan, kami sedikit mengobrol saking canggungnya. Dan Damn! Muncullah ide serta niat jelek di pikiran saya kala itu. Saya mengajak dia pergi ke pantai untuk gelap-gelap an. Yeah kamu tahulah maksudku, yea kan? Ehehe.

Oke, dia setuju, dan saking senangnya saya sedikit mempercepat laju motor. Dan, sayang seribu sayang, kami dihentikan seorang polisi yang mengejar dengan motor.

Saya ditanya KTP, SIM, STNK, semua ada kecuali SIM. Dess! Stnk saya diambil polisi, lalu polisi menyuruh kami ke kantor terdekat.

Singkat cerita, saya nego tipis untuk minta ‘damai’. Saya keluarin uang sendiri yang sebelumnya saya minta bantuan ke cewek, tapi katanya gak punya uang.

Setelah keluar kantor polisi, cewek itu minta diantarkan pulang saja. Ya baiklah, saya kecewa dan pasrah. Halah-halah udah bahagia setengah mati, amblas karena kejadian itu.

Sepanjang jalan pulang, saya penasaran soal kenapa saya kena tilang. Saya tanya tuh cewek, dan dia jawab kalau saya ambil jalan berlawanan arah. Wah wah iyakah? Apakah ini efek gugup?

Dan singkatnya, saya sudah di rumah. Awalnya agak kesel, tetapi setelah merenung penuh penghayatan. Wah saya beruntung juga ya, seandainya niat jahat saya tidak dihentikan polisi, maka kemungkinan terburuk pasti terjadi.

Bisa jadi saya nabrak atau tertabrak kendaraan karena jalanan gelap. Atau mungkin terkena ‘penyakit’ yang itulah. Atau bisa juga bisa repot urusannya jika terjadi sesuatu sama tuh orang yang baru aja saya kenal. Saya pun belum tahu asal usulnya seperti gimana.

Ya ya, teguran langsung dari Allah di bulan puasa Ramadhan. Udah dosa bohongin orangtua, Gak sholat Isya serta Tarawih, niat gak bener, ya langsung di azab (indosiar) saat itu juga.

Akhirnya saya tidak berani melakukan hal semacam itu lagi. Baru kaya gitu aja, langsung kena tegur, apalagi yang lebih sadis lagi. Ampun-ampun deh, gak lagi-lagi.

Imbauan buat kamu, dua kata, jangan ditiru hal yang gak bener, Fatal akibatnya.

0 Response to "Mendapat Keberkahan di Bulan Puasa Ramadhan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel