Lulusan D3 atau S1 Kok Banyak Yang Nganggur?

Kamu sering beranggapan kalau orang-orang yang lulusan pendidikan tinggi atau anak kuliahan itu banyak yang nganggur?. Yang akhirnya membuatmu berpikir bahwa tidak perlu kuliah atau jadi sarjana, toh banyak yang nganggur. Karena kamu juga melihat orang-orang yang hanya pendidikan rendah, tetapi mereka banyak yang sukses.

Mungkin bagi kamu yang akhirnya mengajarkan kepada teman-temanmu bahkan sanak saudaramu untuk tidak perlu mengambil pendidikan tinggi atau kuliah. Kamu sama aja mengajarkan kepada orang lain untuk menghapuskan keinginan dan cita-cita orang lain. 

LULUSAN D3 / S1 KOK BANYAK YANG NGANGGUR ? Kamu sering beranggapan kalau orang-orang yang lulusan pendidikan tinggi atau anak kuliahan itu banyak yang nganggur?. Yang akhirnya membuatmu berpikir bahwa tidak perlu kuliah atau jadi sarjana, toh banyak yang nganggur. Karena kamu juga melihat orang-orang yang hanya pendidikan rendah, tetapi mereka banyak yang sukses. Mungkin bagi kamu yang akhirnya mengajarkan kepada teman-temanmu bahkan sanak saudaramu untuk tidak perlu mengambil pendidikan tinggi atau kuliah. Kamu sama aja mengajarkan kepada orang lain untuk menghapuskan keinginan dan cita-cita orang lain.  Nih saya bakal kasih tahu penyebab kenapa banyak mahasiswa yang setelah lulus atau wisuda banyak yang nganggur. Ada 3 faktor yang menyebabkan itu semua terjadi, sehingga kamu tahu yang akhirnya kamu tidak beranggapan kuliah itu tidak penting. Saya ulangi dan perjelas, kuliah atau pendidikan tinggi itu PENTING !. PERTAMA Orang-orang yang jebolan dari kampus atau lulusan D3 / S1 itu dari universitas mana dulu ? lulusan dari kampus apa ? jangan harap jika universitasnya atau kampusnya aja tidak terkenal atau tidak terakrebiasa (nanti dibenerin) bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan – perusahaan bonavit. Makanya kalau mau kuliah itu harusnya kampus yang sudah dikenal. Minimal walaupun kampus itu swasta tetapi yang harus sudah mencetak mahasiswa yang telah banyak bekerja diperusahaan-perusahaan. Jadi jangan asal – asalan ngambil kuliahan, jangan Cuma liat biayanya yang murah. Mending enggak usah kuliah aja nunggu duitnya banya baru kuliah ketimbang kamu ngambil kampus asal-asalan yang akhirnya membuatmu rugi juga. Apa lagi ini nih yang jadi salah kaprah. Bagi kamu yang ingin mencari pekerjaan atau mendapatkan pekerjaan, maka seharusnya kamu ambil kuliah ya yang reguler jangan ambil kuliah karyawan. Jika kamu ngambilnya kuliah kelas karyawan ya jelas salah bagi kamu yang tujuannya untuk mencari pekerjaan. Kalau kuliah kelas karyawan itu khususnya untuk orang-orang yang masih kerja. Tujuan ambil kuliah kelas karyawan tentu agar mendapatkan jenjang karir. Misal diperusahaan yang kamu bekerja membutuhkan S1 untuk menjadi manager, posisimu sekarang sebagai asisten. Tetapi kamu ingin naik pangkat, maka kamu harus kuliah kelas karyawan agar kamu bisa mendapat title S1. Jangan harap kamu kuliah ngambil kuliah kelas karyawan sedangkan kamu tidak bekerja bisa mencari pekerjaan. Perusahaan itu akan memprioritaskan ijazah reguler, kawan. Atau misal kamu bekerja menjadi buruh pabrik trus kamu ngambil kuliah kelas karyawan. Kemudian kamu menggunakan ijazah kuliah kelas karyawanmu itu untuk mencari pekerjaan lain. Ya jelas susahlah bro, karena yang lebih masuk akal ijazah kuliahmu itu ya untuk jenjang karirmu. Kalau kamu buruh pabrik, trus kamu punya ijazah kuliah itu maka itu cocoknya untuk jenjang karir diperusahaan yang sedang kamu bekerja misal pengin jadi staf kantornya. Itu alasan pertama mengapa banyak orang-orang yang lulusan kuliahan susah mencari pekerjaan.  KEDUA Orang-orang yang lulusan kuliahan itu, nilainya berapa ? IPK nya dapet berapa ?. Jangan harap orang-orang yang lulusannya asal-asalan nilainya jelek bisa dapet pekerjaan. Walaupun lulusan dari universitas terkenal, kalau IPK nya ancur (kaya di bom atom) mau mudah dapet pekerjaan bagaimana? Misal gini aja deh, kamu lulusan sekolah tetapi nilai UN kamu ancur seancur - ancurnya kaya abis dibanting-banting manusia planet saturnus. Gimana kamu bisa mudah dapet pekerjaan, yang ada kamu jadi kuli bangunan karena tak perlu ijazahpun bisa. Makanya bagi kamu yang masih kuliah, niatnya yang bener. Kamu ini jangan terfokusnya hanya melihat susahnya materi pelajaran diperkuliahan. Inget bung!, tantangan yang sebenernya sulit itu ada didunia kerja. Di kuliah nilai jelek masih kita bisa revisi atau remidi atau meminta belas kasihan dosen (tapi jangan serahin harga dirimu nanti kamu jadi ayam kampus haha), tapi kalau kamu jelek dipekerjaan dan dinilai jelek oleh bosmu maka alamak sudah kamu entahlah episode kelanjutannya kaya apa. Niatkan tujuannya untuk mendapatkan pekerjaan yang minimal bonavit gitu, kawan! KETIGA Orang-orang yang lulusan kuliahan itu ngambil jurusan atau mata pelajaran apa? Fakultas yang dia ambil bagus ga prospeknya? Kalau ngambil jurusannya aja ngasal (asal ikut saran orang). Pilihan itu ada dihatimu bukan saran orang lain | baca ..... Jika kamu salah atau ngasal ambil jurusan kuliahan, ya alamak sudah siap-siap susah cari kerja yang kamu impikan. Jurusanmu aja ga banyak perusahaan butuhin mau gimana dapet kerja? Atau mungkin kamu ambil jurusan yang Cuma ikut-ikutan orang yang notabenenya banyak peminatnya. Ya susah juga karena saking banyaknya pelamar kerja yang ambil jurusan itu, akibatnya perusahaan yang siap menampung banyaknya graduate dengan jurusan itu. Ini persis kaya sodaraku, dia mau kuliah tetapi dia malah nanya ama sodara yang lain tentang jurusan yang harus diambil. Okelah kalau hanya untuk saran, tetapi menurutku sodaraku itu salah kaprah. Seharusnya kalau mau ambil jurusan itu ya sesuai passion. Sesuai dengan bakat, minat serta cita-cita. Jika passionnya seniman, ya bisa ambil jurusan Film, Musik, atau arsitek. Kok dia malah ngambil mentah-mentah saran orang lain. Harus ambil jurusan ini itu, aduh inget kalau ga passion pasti cepet bosen. Mau tau caranya agar kamu tau bakatmu? | klik... Pengalaman Ya jujur aku rada nyesel banget. Dulu pas lulus sekolah SMA, trus mau dilanjut kuliah. Saya salah ambil kampus, tetapi saya tidak salah ambil jurusannya. Nilai saya juga lumayanlah. Cuma satu kesalahan saya yaitu kampusnya tidak terkenal atau dikenal. Akreabinjfds aja tidak diketahui, yang akhirnya membuatku melamar ke pekerjaan yang saya impikan susah banget. Saya dulu kurang teliti untuk mengambil perkuliahan mana yang cocok dengan bakaat saya. jujur nih ya, tidak banyak orang disekitar saya yang tau kampus-kampus mana yang cocok dengan keinginan saya. kebanyakan mereka memberitahu kampus-kampus yang jurusannya yang tidak saya sukai. Ya jadi begitu yang akibatnya saya salah ngambil kampus. Tetapi tidak apalah karena saya sadar. Bahwa ternyata ada manfaatnya walaupun sedikit. Yang Alhamdulillahnya saya pernah bekerja sesuai bakat, jadi ilmu yang saya dapet dari kampus bisa diterapin. Ya itu Cuma sayangnya tidak bisa mendapatkan posisi atau jabatan yang diinginkan. Atau untuk sekedar mengandalkan ijazah kampus saya itu untuk mencari pekerjaan susah banget. Tapi untung saja dulu baru setahun doank alias 2 semester tidak dilanjutkan lagi kuliahnya. Jadi masih beruntung tidak keluar banyak uang untuk kuliah dikampus yang ga jelas itu.  Tambahan. Jadi faktor mengapa banyak orang yang sudah sarjana itu banyak yang menganggur itu disebabkan 3 alasan diatas. Maka jangan ajarkan orang lain dengan berkata, “ Udahlah ga usah kuliah. Lah buktinya si Fulan lulusan sarjana nganggur atau ada lagi yang malah jadi pedagang somay / rendahan”. Saya mohon jangan suka menyimpulkan sebelum mengetahui betul apa yang terjadi. Kalau melihat anak-anak kuliahan yang nganggur itu disebabkan 3 faktor itu juga disebabkan karena mereka gengsi untuk bekerja yang tidak sesuai ijazahnya. Sebenernya banyak pekerjaan, tetapi kan orang-orang kuliahan pasti pemilih. Masa iya mau ngasal ambil pekerjaan yang tidak sesuai dengan ijazah. Masa mau jadi kuli bangunan kalau ijazahnya aja S1? Dan jangan beranggapan orang kuliahan itu banyak yang nganggur. Yang tidak kuliah juga banyak yang nganggur. Ya 50:50 lah jadi jangan terjebak oleh opini asumsi yang menyesatkan. Bagi kamu yang mau kuliah, saya sarankan jangan ngasal deh. Evaluasi 3 faktor diatas (semua pendapat itu berdasarkan pengalaman saya dan orang sekitar). Supaya kamu tidak dikatakan mahasiswa pengangguran nantinya. Dan tentu berdoalah kepada Allah s.w.t mintalah agar diijinkannya kelimpahan rejekimu, Aamiin.

Nih saya bakal kasih tahu penyebab kenapa banyak mahasiswa yang setelah lulus atau wisuda banyak yang nganggur. Ada 3 faktor yang menyebabkan itu semua terjadi, sehingga kamu tahu yang akhirnya kamu tidak beranggapan kuliah itu tidak penting. Saya ulangi dan perjelas, kuliah atau pendidikan tinggi itu PENTING !.

PERTAMA Orang-orang yang jebolan dari kampus atau lulusan D3 / S1 itu dari universitas mana dulu ? lulusan dari kampus apa ? jangan harap jika universitasnya atau kampusnya aja tidak terkenal atau tidak terakrebiasa (nanti dibenerin) bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan – perusahaan bonavit. Makanya kalau mau kuliah itu harusnya kampus yang sudah dikenal. Minimal walaupun kampus itu swasta tetapi yang harus sudah mencetak mahasiswa yang telah banyak bekerja diperusahaan-perusahaan. Jadi jangan asal – asalan ngambil kuliahan, jangan Cuma liat biayanya yang murah. Mending enggak usah kuliah aja nunggu duitnya banya baru kuliah ketimbang kamu ngambil kampus asal-asalan yang akhirnya membuatmu rugi juga.

Apa lagi ini nih yang jadi salah kaprah. Bagi kamu yang ingin mencari pekerjaan atau mendapatkan pekerjaan, maka seharusnya kamu ambil kuliah ya yang reguler jangan ambil kuliah karyawan. Jika kamu ngambilnya kuliah kelas karyawan ya jelas salah bagi kamu yang tujuannya untuk mencari pekerjaan.

Kalau kuliah kelas karyawan itu khususnya untuk orang-orang yang masih kerja. Tujuan ambil kuliah kelas karyawan tentu agar mendapatkan jenjang karir. Misal diperusahaan yang kamu bekerja membutuhkan S1 untuk menjadi manager, posisimu sekarang sebagai asisten. Tetapi kamu ingin naik pangkat, maka kamu harus kuliah kelas karyawan agar kamu bisa mendapat title S1.

Jangan harap kamu kuliah ngambil kuliah kelas karyawan sedangkan kamu tidak bekerja bisa mencari pekerjaan. Perusahaan itu akan memprioritaskan ijazah reguler, kawan. Atau misal kamu bekerja menjadi buruh pabrik trus kamu ngambil kuliah kelas karyawan. Kemudian kamu menggunakan ijazah kuliah kelas karyawanmu itu untuk mencari pekerjaan lain. Ya jelas susahlah bro, karena yang lebih masuk akal ijazah kuliahmu itu ya untuk jenjang karirmu. Kalau kamu buruh pabrik, trus kamu punya ijazah kuliah itu maka itu cocoknya untuk jenjang karir diperusahaan yang sedang kamu bekerja misal pengin jadi staf kantornya.

Itu alasan pertama mengapa banyak orang-orang yang lulusan kuliahan susah mencari pekerjaan.


KEDUA Orang-orang yang lulusan kuliahan itu, nilainya berapa ? IPK nya dapet berapa ?. Jangan harap orang-orang yang lulusannya asal-asalan nilainya jelek bisa dapet pekerjaan. Walaupun lulusan dari universitas terkenal, kalau IPK nya ancur (kaya di bom atom) mau mudah dapet pekerjaan bagaimana?

Misal gini aja deh, kamu lulusan sekolah tetapi nilai UN kamu ancur seancur - ancurnya kaya abis dibanting-banting manusia planet saturnus. Gimana kamu bisa mudah dapet pekerjaan, yang ada kamu jadi kuli bangunan karena tak perlu ijazahpun bisa.

Makanya bagi kamu yang masih kuliah, niatnya yang bener. Kamu ini jangan terfokusnya hanya melihat susahnya materi pelajaran diperkuliahan. Inget bung!, tantangan yang sebenernya sulit itu ada didunia kerja. Di kuliah nilai jelek masih kita bisa revisi atau remidi atau meminta belas kasihan dosen (tapi jangan serahin harga dirimu nanti kamu jadi ayam kampus haha), tapi kalau kamu jelek dipekerjaan dan dinilai jelek oleh bosmu maka alamak sudah kamu entahlah episode kelanjutannya kaya apa. Niatkan tujuannya untuk mendapatkan pekerjaan yang minimal bonavit gitu, kawan!

KETIGA Orang-orang yang lulusan kuliahan itu ngambil jurusan atau mata pelajaran apa? Fakultas yang dia ambil bagus ga prospeknya? Kalau ngambil jurusannya aja ngasal (asal ikut saran orang). Pilihan itu ada dihatimu bukan saran orang lain | baca .....

Jika kamu salah atau ngasal ambil jurusan kuliahan, ya alamak sudah siap-siap susah cari kerja yang kamu impikan. Jurusanmu aja ga banyak perusahaan butuhin mau gimana dapet kerja? Atau mungkin kamu ambil jurusan yang Cuma ikut-ikutan orang yang notabenenya banyak peminatnya. Ya susah juga karena saking banyaknya pelamar kerja yang ambil jurusan itu, akibatnya perusahaan yang siap menampung banyaknya graduate dengan jurusan itu.

Ini persis kaya sodaraku, dia mau kuliah tetapi dia malah nanya ama sodara yang lain tentang jurusan yang harus diambil. Okelah kalau hanya untuk saran, tetapi menurutku sodaraku itu salah kaprah. Seharusnya kalau mau ambil jurusan itu ya sesuai passion. Sesuai dengan bakat, minat serta cita-cita. Jika passionnya seniman, ya bisa ambil jurusan Film, Musik, atau arsitek. Kok dia malah ngambil mentah-mentah saran orang lain. Harus ambil jurusan ini itu, aduh inget kalau ga passion pasti cepet bosen. Mau tau caranya agar kamu tau bakatmu? | klik...

Pengalaman

Ya jujur aku rada nyesel banget. Dulu pas lulus sekolah SMA, trus mau dilanjut kuliah. Saya salah ambil kampus, tetapi saya tidak salah ambil jurusannya. Nilai saya juga lumayanlah. Cuma satu kesalahan saya yaitu kampusnya tidak terkenal atau dikenal. Akreabinjfds aja tidak diketahui, yang akhirnya membuatku melamar ke pekerjaan yang saya impikan susah banget.

Saya dulu kurang teliti untuk mengambil perkuliahan mana yang cocok dengan bakaat saya. jujur nih ya, tidak banyak orang disekitar saya yang tau kampus-kampus mana yang cocok dengan keinginan saya. kebanyakan mereka memberitahu kampus-kampus yang jurusannya yang tidak saya sukai. Ya jadi begitu yang akibatnya saya salah ngambil kampus.

Tetapi tidak apalah karena saya sadar. Bahwa ternyata ada manfaatnya walaupun sedikit. Yang Alhamdulillahnya saya pernah bekerja sesuai bakat, jadi ilmu yang saya dapet dari kampus bisa diterapin. Ya itu Cuma sayangnya tidak bisa mendapatkan posisi atau jabatan yang diinginkan. Atau untuk sekedar mengandalkan ijazah kampus saya itu untuk mencari pekerjaan susah banget. Tapi untung saja dulu baru setahun doank alias 2 semester tidak dilanjutkan lagi kuliahnya. Jadi masih beruntung tidak keluar banyak uang untuk kuliah dikampus yang ga jelas itu.


Tambahan. Jadi faktor mengapa banyak orang yang sudah sarjana itu banyak yang menganggur itu disebabkan 3 alasan diatas. Maka jangan ajarkan orang lain dengan berkata, “ Udahlah ga usah kuliah. Lah buktinya si Fulan lulusan sarjana nganggur atau ada lagi yang malah jadi pedagang somay / rendahan”. Saya mohon jangan suka menyimpulkan sebelum mengetahui betul apa yang terjadi. Kalau melihat anak-anak kuliahan yang nganggur itu disebabkan 3 faktor itu juga disebabkan karena mereka gengsi untuk bekerja yang tidak sesuai ijazahnya. Sebenernya banyak pekerjaan, tetapi kan orang-orang kuliahan pasti pemilih. Masa iya mau ngasal ambil pekerjaan yang tidak sesuai dengan ijazah. Masa mau jadi kuli bangunan kalau ijazahnya aja S1?

Dan jangan beranggapan orang kuliahan itu banyak yang nganggur. Yang tidak kuliah juga banyak yang nganggur. Ya 50:50 lah jadi jangan terjebak oleh opini asumsi yang menyesatkan.

Bagi kamu yang mau kuliah, saya sarankan jangan ngasal deh. Evaluasi 3 faktor diatas (semua pendapat itu berdasarkan pengalaman saya dan orang sekitar). Supaya kamu tidak dikatakan mahasiswa pengangguran nantinya. Dan tentu berdoalah kepada Allah s.w.t mintalah agar diijinkannya kelimpahan rejekimu, Aamiin.

0 Response to "Lulusan D3 atau S1 Kok Banyak Yang Nganggur?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel