Kenapa Sih Selalu Dapat Masalah ?

Sering enggak kamu suka dihadang banyak masalah? (yang menurutmu sangat rumit). Terus kamu suka ngeluh karena kamu ditimpa masalah atau musibah yang tiada hentinya. Kamu menganggap seakan-akan cobaan datang silih berganti tiada abisnya. Kamu merasa sudah dengan niat yang benar, hati yang bersih, bersungguh-sungguh melakukan sesuatu tetapi kemudian kog kena masalah atau kena musibah juga. Kamu merasa sudah berdoa kepada Allah s.w.t tetapi tetap saja musibah dan bencana datang menghampiri. Kemudian seakan-akan kamu tidak ditolong oleh Allah s.w.t yang akhirnya membuatmu berfikir bahwa Allah s.w.t tidak menyukaimu. Ingatlah kawan, Allah s.w.t sungguh sangat dekat. Allah maha mengetahui isi hati makhluknya dan maha mengetahui hari kemudian. Seandainya kamu diberi masalah ketika kamu melakukan sesuatu yang sebenarnya niat kamu baik. Itu sebenarnya Allah s.w.t sangat sayang sama kamu. Jika kamu mengetahuinya dan kamu mengambil hikmah disetiap masalah yang kamu hadapi, niscaya kamu akan tahu alasan Allah s.w.t tidak memperbolehkanmu melanjutkan perbuatan itu. Misalnya begini, kamu berniat untuk mencari pekerjaan. Niatmu baik untuk mencari rejeki dari Allah s.w.t melalui bekerja. Kamu sudah berpuluh-puluh kali mendaftarkan diri. Eh tapi tetep aja kamu tidak diterima di perusahaan yang kamu daftarin. Janggankan diterima, dipanggil aja kaga. Sebenernya begini, Allah s.w.t senang menguji tingkat kesabaranmu sampai level mana?. Jika baru segitu aja sudah merasa jengkel dan marah lalu membuatmu malas beribadah dan berikhtiar, tandanya iman kamu kelas karbitan. Ingat kawan, masalah itu bukan hanya masalah yang sekarang yang sedang kamu hadapi. Disaat dimasa depanmu atau hari esok, masalah itu akan bertambah tingkat levelnya. (sering maen game? Setiap tantangan kan selalu bertambah rumit kalau sudah ke level tinggi) sebenernya begini segala sesuatu pasti berlaku hukum sebab dan akibat. Kamu mendaftar di perusahaan A, tetapi kamu tidak diterima. Yang pasti ada sesuatu yang akan berakibat buruk jika kamu diterima diperusahaan itu. Allah s.w.t maha mengetahui segala sesuatunya. Jika kamu selalu positif thinking, dengan beryakinan bahwa itu sesuatu pertanda baik, maka hati kamu akan bersih dan akan sangat gampang mendapat keberkahan serta penajaman akan kebaikan jalan hidupmu. Hati kamu akan gampang untuk menerima kebaikan, sehingga jika kamu dihadapkan oleh banyak pilihan yang rumit, maka tanyakan pada hatimu. Suara hatimu adalah suara kebenaran yang mengandung saran sebaik-baik saran untuk dirimu. Jika hatimu saja tidak bersih, imanmu tertutupi karena sifat emosionalmu, bagaimana Allah s.w.t akan memberikan arahan dan petunjuknya untuk kebaikan dunia maupun akhiratmu?. Dosen aku pernah bercerita (wuih pernah kuliah juga? Etdah ya iyalah gini-gini juga kuliah walau cuman setahun doang ga dilanjutin lagi hehe). Ada dua pelamar kerja perempuan yang mendaftarkan diri disalah satu perusahaan. Dua-duanya dipanggil untuk interview besoknya. Salah satu perempuan itu adalah muslimah yang menggunakan jilbab syar’i ( hijab yang benar dan berpakaian agak longgar tidak ketat). Dan yang lainnya adalah perempuan yang biasa, yang berpakaian tidak menggunakan jilbab. Dimalam hari sebelum interview, perempuan berjilbab itu melakukan ibadah, antara lain sholat malam, berdoa, mengaji, berdzikir kepada Allah s.w.t semalam suntuk. Yang jelas pas waktu interview, si perempuan hijab ini keliatan mengantuk dan berkantung mata. Pakaian serta jilbabnya keliatan lusuh dan agak acak-acakan. Pemilihan warnanya juga berantakan yang membuat penampilannya tidak sedap dipandang oleh tim interview. Karena si perempuan hijab ini semalam suntuk hanya untuk beribadah kepada Allah s.w.t tuhan semesta alam jadi membuatnya melupakan segala persiapan untuk menghadapi interview. Akhirnya yang diterima diperusahaan itu adalah perempuan yang tidak berhijab, karena dia rapi dan tampak segar. Sedangkan perempuan berhijab itu ditolak bekerja diperusahaan tersebut. Dosen aku bilang bahwa seharusnya perempuan hijab itu jangan melakukan hal demikian sehingga dia menutup rejekinya. Menurut saya, kata dosen saya itu tidak benar !. yang benar adalah Allah s.w.t sangat menyukai dan menyayangi si perempuan hijab tersebut. Perempuan itu pasti tidak diijinkan bekerja diperusahaan tersebut karena memang ada sebab yang mungkin mengarah hal-hal keburukan. Misalnya jika diterima, mungkin saja si perempuan hijab itu disuruh berpakaian terbuka menggunakan rok pendek. Bisa jadi atasannya menggunakan cara-cara bisnis yang tidak halal. Ingat, boleh jadi kamu menyukai sesuatu, sesungguhnya itu amat buruk bagimu atau sebaliknya.  Pengalamanku Dulu waktu aku masih sekolah kelas 2 SMA, umur yang masih labil-labilnya. Pas bulan ramadhan bulan puasa aku berkenalan dengan seorang perempuan melalui facebook. (tahu facebook? Itu face = muka, book = buku. Jadi buku yang memiliki muka, nyeremin ga? Haha). Beberapa hari kemudian kami janjian untuk ketemuan disalah satu tempat wisata yang berlokasi dipantai kota. Aku disuruh jemput dia dirumahnya yang agak jauh dari rumahku. Waktu itu juga pas malam ramadhan, yang seharusnya aku tuh solat tarawih. Tetapi aku meminta ijin kepada orangtuaku bahwa aku punya janji dengan teman-teman laki-laki sekelas sekolahku untuk tarawih bersama. (Gila kan bro, bulan puasa udah gitu malam hari waktunya solat tarawih eh malah mau kencan haha). Niatku jelas tidak baik, aku juga sempet takut dimarahi Allah s.w.t didalam hati, tapi tetep aja karena nafsuku yang menguasai diriku waktu itu. Singkatnya aku sampai dirumah cewek itu lalu langsung mengajaknya ke pantai malem-malem (eng ing eng hayo mau apa?). yang jelas aku punya niat yang engga baik, sepanjang perjalanan aku coba rayu dia biar ketika sampai di pantai agar cewek itu mau diajak ciuman. (nah lo, jangan ditiru. Waktu itu aku lagi jadi manusia rendahan yang sangat hina). Beberapa kali aku rayu, yang akhirnya cewek itu mengiyakan, nah aku bangga dan girang donk. Pas di belokan jalan kearah jalan besar yang disitu terdapat juga kantor pusat polisi kota tersebut, ndilalahnya aku ngambil jalan yang salah. Aku malah belok terus ngelaju melewati jalan berlawanan atau balik arah. Jelas donk, saya kena tilang! (deg!). mampus aku, sirna sudah bayanginku yang ingin memadu kasih di Pantai malem-malem. Dikantor polisi, biasa mah polisi minta uang pelicin, setelah aku lobi dengan meminta keringanan akhirnya udah damai. Akhirnya duitku lenyap sudah dan si cewek itu akhirnya meminta dipulangkan kerumah. Gila bayangin bro, udah ga dapet kiss eh malah kena tilang. Waktu itu sebel sih sebel marah sih marah, tapi ya mau gimana lagi, itu adalah teguran dari Allah s.w.t. bayangin deh seandainya kalau aku enggak kena tilang, kejadiannya akan begini. Yang pasti dipantai aku sama si doi bakalan kiss terus bisa jadi lebih dari itu karena situasi dan kondisinya sangat memungkinkan karena waktu itu pas malem bulan puasa, banyak orang lagi tarawih otomatis sepi donk, setan pasti banyak yang ngumpul disekitarku, udah gitu malem-malem pinggir pantai (sekalian diputerin ragu rege, etdah kaga dink haha). Udah tuh ga bisa dibayangin dosaku bakalan berapa kali lipet, dan bisa jadi malah tuh cewek hamil gimana? Atau mungkin aja, pas diperjalanan ketabrak mobil? Mmh... untung saja Allah s.w.t memberikan teguran lewat tilang itu, Alhamdulillah ya Allah s.w.t .  Gunakan akal serta hatimu yang jernih, jika Allah s.w.t memberikanmu masalah. Yang pasti kamu bakalan menemukan alasan mengapa masalah itu menimpamu, kawan!

Sering enggak kamu suka dihadang banyak masalah? (yang menurutmu sangat rumit). Terus kamu suka ngeluh karena kamu ditimpa masalah atau musibah yang tiada hentinya. Kamu menganggap seakan-akan cobaan datang silih berganti tiada abisnya. Kamu merasa sudah dengan niat yang benar, hati yang bersih, bersungguh-sungguh melakukan sesuatu tetapi kemudian kog kena masalah atau kena musibah juga. Kamu merasa sudah berdoa kepada Allah s.w.t tetapi tetap saja musibah dan bencana datang menghampiri. Kemudian seakan-akan kamu tidak ditolong oleh Allah s.w.t yang akhirnya membuatmu berfikir bahwa Allah s.w.t tidak menyukaimu.

Ingatlah kawan, Allah s.w.t sungguh sangat dekat. Allah maha mengetahui isi hati makhluknya dan maha mengetahui hari kemudian. Seandainya kamu diberi masalah ketika kamu melakukan sesuatu yang sebenarnya niat kamu baik. Itu sebenarnya Allah s.w.t sangat sayang sama kamu. Jika kamu mengetahuinya dan kamu mengambil hikmah disetiap masalah yang kamu hadapi, niscaya kamu akan tahu alasan Allah s.w.t tidak memperbolehkanmu melanjutkan perbuatan itu.

Misalnya begini, kamu berniat untuk mencari pekerjaan. Niatmu baik untuk mencari rejeki dari Allah s.w.t melalui bekerja. Kamu sudah berpuluh-puluh kali mendaftarkan diri. Eh tapi tetep aja kamu tidak diterima di perusahaan yang kamu daftarin. Janggankan diterima, dipanggil aja kaga. Sebenernya begini, Allah s.w.t senang menguji tingkat kesabaranmu sampai level mana?. Jika baru segitu aja sudah merasa jengkel dan marah lalu membuatmu malas beribadah dan berikhtiar, tandanya iman kamu kelas karbitan. Ingat kawan, masalah itu bukan hanya masalah yang sekarang yang sedang kamu hadapi. Disaat dimasa depanmu atau hari esok, masalah itu akan bertambah tingkat levelnya. (sering maen game? Setiap tantangan kan selalu bertambah rumit kalau sudah ke level tinggi) sebenernya begini segala sesuatu pasti berlaku hukum sebab dan akibat. Kamu mendaftar di perusahaan A, tetapi kamu tidak diterima. Yang pasti ada sesuatu yang akan berakibat buruk jika kamu diterima diperusahaan itu. Allah s.w.t maha mengetahui segala sesuatunya. Jika kamu selalu positif thinking, dengan beryakinan bahwa itu sesuatu pertanda baik, maka hati kamu akan bersih dan akan sangat gampang mendapat keberkahan serta penajaman akan kebaikan jalan hidupmu. Hati kamu akan gampang untuk menerima kebaikan, sehingga jika kamu dihadapkan oleh banyak pilihan yang rumit, maka tanyakan pada hatimu. Suara hatimu adalah suara kebenaran yang mengandung saran sebaik-baik saran untuk dirimu. Jika hatimu saja tidak bersih, imanmu tertutupi karena sifat emosionalmu, bagaimana Allah s.w.t akan memberikan arahan dan petunjuknya untuk kebaikan dunia maupun akhiratmu?.


Dosen aku pernah bercerita (wuih pernah kuliah juga? Etdah ya iyalah gini-gini juga kuliah walau cuman setahun doang ga dilanjutin lagi hehe). Ada dua pelamar kerja perempuan yang mendaftarkan diri disalah satu perusahaan. Dua-duanya dipanggil untuk interview besoknya. Salah satu perempuan itu adalah muslimah yang menggunakan jilbab syar’i ( hijab yang benar dan berpakaian agak longgar tidak ketat). Dan yang lainnya adalah perempuan yang biasa, yang berpakaian tidak menggunakan jilbab. Dimalam hari sebelum interview, perempuan berjilbab itu melakukan ibadah, antara lain sholat malam, berdoa, mengaji, berdzikir kepada Allah s.w.t semalam suntuk. Yang jelas pas waktu interview, si perempuan hijab ini keliatan mengantuk dan berkantung mata. Pakaian serta jilbabnya keliatan lusuh dan agak acak-acakan. Pemilihan warnanya juga berantakan yang membuat penampilannya tidak sedap dipandang oleh tim interview. Karena si perempuan hijab ini semalam suntuk hanya untuk beribadah kepada Allah s.w.t tuhan semesta alam jadi membuatnya melupakan segala persiapan untuk menghadapi interview. Akhirnya yang diterima diperusahaan itu adalah perempuan yang tidak berhijab, karena dia rapi dan tampak segar. Sedangkan perempuan berhijab itu ditolak bekerja diperusahaan tersebut. Dosen aku bilang bahwa seharusnya perempuan hijab itu jangan melakukan hal demikian sehingga dia menutup rejekinya. Menurut saya, kata dosen saya itu tidak benar !. yang benar adalah Allah s.w.t sangat menyukai dan menyayangi si perempuan hijab tersebut. Perempuan itu pasti tidak diijinkan bekerja diperusahaan tersebut karena memang ada sebab yang mungkin mengarah hal-hal keburukan. Misalnya jika diterima, mungkin saja si perempuan hijab itu disuruh berpakaian terbuka menggunakan rok pendek. Bisa jadi atasannya menggunakan cara-cara bisnis yang tidak halal. Ingat, boleh jadi kamu menyukai sesuatu, sesungguhnya itu amat buruk bagimu atau sebaliknya.

Pengalamanku
Dulu waktu aku masih sekolah kelas 2 SMA, umur yang masih labil-labilnya. Pas bulan ramadhan bulan puasa aku berkenalan dengan seorang perempuan melalui facebook. (tahu facebook? Itu face = muka, book = buku. Jadi buku yang memiliki muka, nyeremin ga? Haha). Beberapa hari kemudian kami janjian untuk ketemuan disalah satu tempat wisata yang berlokasi dipantai kota. Aku disuruh jemput dia dirumahnya yang agak jauh dari rumahku. Waktu itu juga pas malam ramadhan, yang seharusnya aku tuh solat tarawih. Tetapi aku meminta ijin kepada orangtuaku bahwa aku punya janji dengan teman-teman laki-laki sekelas sekolahku untuk tarawih bersama. (Gila kan bro, bulan puasa udah gitu malam hari waktunya solat tarawih eh malah mau kencan haha). Niatku jelas tidak baik, aku juga sempet takut dimarahi Allah s.w.t didalam hati, tapi tetep aja karena nafsuku yang menguasai diriku waktu itu. Singkatnya aku sampai dirumah cewek itu lalu langsung mengajaknya ke pantai malem-malem (eng ing eng hayo mau apa?). yang jelas aku punya niat yang engga baik, sepanjang perjalanan aku coba rayu dia biar ketika sampai di pantai agar cewek itu mau diajak ciuman. (nah lo, jangan ditiru. Waktu itu aku lagi jadi manusia rendahan yang sangat hina). Beberapa kali aku rayu, yang akhirnya cewek itu mengiyakan, nah aku bangga dan girang donk. Pas di belokan jalan kearah jalan besar yang disitu terdapat juga kantor pusat polisi kota tersebut, ndilalahnya aku ngambil jalan yang salah. Aku malah belok terus ngelaju melewati jalan berlawanan atau balik arah. Jelas donk, saya kena tilang! (deg!). mampus aku, sirna sudah bayanginku yang ingin memadu kasih di Pantai malem-malem. Dikantor polisi, biasa mah polisi minta uang pelicin, setelah aku lobi dengan meminta keringanan akhirnya udah damai. Akhirnya duitku lenyap sudah dan si cewek itu akhirnya meminta dipulangkan kerumah. Gila bayangin bro, udah ga dapet kiss eh malah kena tilang. Waktu itu sebel sih sebel marah sih marah, tapi ya mau gimana lagi, itu adalah teguran dari Allah s.w.t. bayangin deh seandainya kalau aku enggak kena tilang, kejadiannya akan begini. Yang pasti dipantai aku sama si doi bakalan kiss terus bisa jadi lebih dari itu karena situasi dan kondisinya sangat memungkinkan karena waktu itu pas malem bulan puasa, banyak orang lagi tarawih otomatis sepi donk, setan pasti banyak yang ngumpul disekitarku, udah gitu malem-malem pinggir pantai (sekalian diputerin ragu rege, etdah kaga dink haha). Udah tuh ga bisa dibayangin dosaku bakalan berapa kali lipet, dan bisa jadi malah tuh cewek hamil gimana? Atau mungkin aja, pas diperjalanan ketabrak mobil? Mmh... untung saja Allah s.w.t memberikan teguran lewat tilang itu, Alhamdulillah ya Allah s.w.t .

Gunakan akal serta hatimu yang jernih, jika Allah s.w.t memberikanmu masalah. Yang pasti kamu bakalan menemukan alasan mengapa masalah itu menimpamu, kawan!

0 Response to "Kenapa Sih Selalu Dapat Masalah ?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel