Inilah alasan JANGAN mempermainkan CINTANYA seseorang

Cinta itu ibarat anugerah yang tidak terhingga bagi siapa saja yang sedang dimabok asmara. Bagaimana tidak, banyak sekali orang-orang yang rela melakukan apa saja demi memperjuangkan cintanya pada seseorang. Mereka rela menghabiskan apapun demi sang pujaan hatinya, bahkan nyawa pun mungkin saja dipertaruhkannya.

Namun dari sekian banyak orang, ada saja yang berani mempermainkan cinta seseorang. Mereka-mereka ini adalah orang-orang yang tidak memilki rasa empati yang tinggi. Sangat mudah baginya untuk mengacuhkan pengorbanan kasih sayang cinta dari seseorang yang amat menyukainya. Bahkan dengan sengaja memanfaatkan peluang untuk mengeruk keuntungan atas dasar nama cinta. Ya, bagi yang sudah dimabuk cinta, apapun akan dituruti, sebanyak dan sebesar apapun pengorbanan itu.
 
Cinta itu ibarat anugerah yang tidak terhingga bagi siapa saja yang sedang dimabok asmara. Bagaimana tidak, banyak sekali orang-orang yang rela melakukan apa saja demi memperjuangkan cintanya pada seseorang. Mereka rela menghabiskan apapun demi sang pujaan hatinya, bahkan nyawa pun mungkin saja dipertaruhkannya.   Namun dari sekian banyak orang, ada saja yang berani mempermainkan cinta seseorang. Mereka-mereka ini adalah orang-orang yang tidak memilki rasa empati yang tinggi. Sangat mudah baginya untuk mengacuhkan pengorbanan kasih sayang cinta dari seseorang yang amat menyukainya. Bahkan dengan sengaja memanfaatkan peluang untuk mengeruk keuntungan atas dasar nama cinta. Ya, bagi yang sudah dimabuk cinta, apapun akan dituruti, sebanyak dan sebesar apapun pengorbanan itu.       Saya beberapa kali membaca postingan maupun komentar di facebook maupun twitter, disana banyak sekali curhatan atau cerita- cerita cinta tragisnya dari para korban cinta. Ada yang diminta dibeliiin hape, yang ternyata hape itu untuk alat komunikasi dengan selingkuhannya. Ada juga yang diminta cerai beberapa jam setelah akad nikah, gara-gara mantan dari si peminta cerai datang, yang akhirnya si mantan balikan sama kekasihnya. Ada juga yang pacaran sudah bertahun-tahun namun menikah dengan orang lain. Terlepas benar atau tidaknya cerita mereka, poin pentingnya adalah siapapun orangnya jika sudah terjerat cinta, apapun menjadi buta. Ya memang benar, cinta itu buta (Love is Blind)   Tahukah kamu, orang-orang sudah terbuai akan kenikmatan cinta, mereka tidak segan-segan memberikan apapun yang mereka miliki. Entah itu hartanya maupun harga dirinya sendiri, mereka sudah tidak peduli. Dalam pikiran mereka, yang penting kekasihnya bahagia. Apalagi bagi perempuan, mungkin saja rela direnggut keperawanannya demi menuruti keinginan kekasihnya atas dasar suka sama suka.   Mungkin bagi kamu yang belum mengerti sejauh mana pengorbanan dari para budak cinta (bucin). Mereka tidak hanya rela melepaskan status perawannya saja (bagi perempuan) atau memberikan seluruh hartanya (bagi laki-laki), tapi mereka juga tidak segan mengakhiri hidupnya. “Wah ngerinya, masa segitunya?” Jika kamu sampai terbesit pikiran seperti itu, tandanya kamu bukan budak cinta atau mainmu kurang jauh.   Ya, tidak sedikit dari mereka ingin mengakhiri hidupnya atau bahasa kasarnya bunuh diri. Jiwa mereka sangat tergoncang sekali mendapati kenyataan bahwa kekasih pujaannya yang amat dicintainya, berpaling darinya, selingkuh ataupun menikahi orang lain. Jika demikian, mereka-mereka ini adalah orang-orang yang taraf cintanya sudah sangat jauh sekali. Dan maaf, bisa saya katakan mereka orang yang berdosa. Bagaimana tidak, mereka saja tidak takut pada tuhan mereka, Allah s.w.t . Sampai berani-beraninya mengakhiri hidupnya yang sangat berharga. Bukankah cinta mereka begitu berlebihan kepada sesama manusia? Bukankah itu dosa?   Namun saya disini tidak otomatis menyalahkan mereka seratus persen. Saya tahu dan sangat mengerti, tidak mungkin mereka akan membunuh diri mereka sendiri, seandainya pujaan hatinya tidak mencurangi cintanya. Ya, saya sangat paham, saya tahu rasa sakitnya dikhianati oleh orang yang amat kita puja, bahkan kita rela melakukan apa saja demi dia.   Saya pun termasuk yang pernah menjadi budak cinta, walau sebatas hanya menangis dan frustasi beberapa bulan karena diberi harapan palsu oleh gadis pujaan. Tapi saya tidak sejauh itu untuk memikirkan mengakhiri kehidupan. Karena saya masih ingat Allah, Orangtua, dan orang-orang yang kusayangi (Adek misalnya).   Sampai paragraf ini, kamu sudah percaya atau tidak kalau ada bucin yang berani bunuh diri? Jika kamu belum percaya, ya sah-sah saja. Padahal banyak sekali contoh dan buktinya di dunia maya maupun di pemberitaan televisi, radio, maupun koran. Banyak sekali korban bucin yang harus melompat dari gedung, dari tiang listrik, dan menggantungkan diri.   Dan asal kamu tahu, saya pun pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri menyaksikan percobaan bunuh diri oleh mantan pacar saya yang tidak rela saya memilih perempuan lain. Ya, saya berani bersumpah, mantan saya benar-benar ingin melakukannya. Tapi karena saya bujuk berkali-kali, akhirnya dia sadar akan tindakan konyolnya. Kamu tahu, selama kejadian itu, saya sudah pasrah dengan hidup saya. Bagaimana tidak, saya akan menanggung beban moral yang sangat besar seumur hidup. Saya pun mungkin akan dipenjara, mengingat sewaktu kejadian itu, hanya kami berdua tanpa ada orang lain. Dan beberapa bulan memang panggilan masuk dan keluar di hapenya ya muncul nama saya berkali-kali. Bayangkan itu kawan, apa jadinya jika kamu yang berada disituasi saat itu?. Setelah kejadian itu, saya langsung tersadar, bahwa cinta itu bukan untuk main-main, dan saya tahu rasa sakitnya itu.   Jadi bagi kamu yang masih suka mempermainkan cinta, wahai para playboy dan playgirl. Mulai sekarang ingatlah, jangan berani-beraninya memperlakukan orang yang sangat sayang sama kamu dengan enteng. Jika kamu yang mulai memberi dia harapan cinta, ya jangan kamu seenaknya acuhkan. Bukan salahnya dia, tapi kamu yang memulai itu semua. Dan berlaku juga untuk kamu yang memang jika kamu tidak suka kepada seseorang yang menyukai kamu, maka jujur dan katakanlah berterus terang sebelum semua terlambat. Daripada kamu mengiyakan karena alasan kasian, itu justru akan menyakiti orang itu.   Jadi, nikahi atau putuskan hubungan yang tidak sehat, sebelum terlambat. Walau sepertinya aman-aman saja, Who Knows? Saya pun awalnya aman-aman saja kok.   Think about it, my friends!

Saya beberapa kali membaca postingan maupun komentar di facebook maupun twitter, disana banyak sekali curhatan atau cerita- cerita cinta tragisnya dari para korban cinta. Ada yang diminta dibeliiin hape, yang ternyata hape itu untuk alat komunikasi dengan selingkuhannya. Ada juga yang diminta cerai beberapa jam setelah akad nikah, gara-gara mantan dari si peminta cerai datang, yang akhirnya si mantan balikan sama kekasihnya. Ada juga yang pacaran sudah bertahun-tahun namun menikah dengan orang lain. Terlepas benar atau tidaknya cerita mereka, poin pentingnya adalah siapapun orangnya jika sudah terjerat cinta, apapun menjadi buta. Ya memang benar, cinta itu buta (Love is Blind)

Tahukah kamu, orang-orang sudah terbuai akan kenikmatan cinta, mereka tidak segan-segan memberikan apapun yang mereka miliki. Entah itu hartanya maupun harga dirinya sendiri, mereka sudah tidak peduli. Dalam pikiran mereka, yang penting kekasihnya bahagia. Apalagi bagi perempuan, mungkin saja rela direnggut keperawanannya demi menuruti keinginan kekasihnya atas dasar suka sama suka.

Mungkin bagi kamu yang belum mengerti sejauh mana pengorbanan dari para budak cinta (bucin). Mereka tidak hanya rela melepaskan status perawannya saja (bagi perempuan) atau memberikan seluruh hartanya (bagi laki-laki), tapi mereka juga tidak segan mengakhiri hidupnya. “Wah ngerinya, masa segitunya?” Jika kamu sampai terbesit pikiran seperti itu, tandanya kamu bukan budak cinta atau mainmu kurang jauh.

Ya, tidak sedikit dari mereka ingin mengakhiri hidupnya atau bahasa kasarnya bunuh diri. Jiwa mereka sangat tergoncang sekali mendapati kenyataan bahwa kekasih pujaannya yang amat dicintainya, berpaling darinya, selingkuh ataupun menikahi orang lain. Jika demikian, mereka-mereka ini adalah orang-orang yang taraf cintanya sudah sangat jauh sekali. Dan maaf, bisa saya katakan mereka orang yang berdosa. Bagaimana tidak, mereka saja tidak takut pada tuhan mereka, Allah s.w.t . Sampai berani-beraninya mengakhiri hidupnya yang sangat berharga. Bukankah cinta mereka begitu berlebihan kepada sesama manusia? Bukankah itu dosa?

Namun saya disini tidak otomatis menyalahkan mereka seratus persen. Saya tahu dan sangat mengerti, tidak mungkin mereka akan membunuh diri mereka sendiri, seandainya pujaan hatinya tidak mencurangi cintanya. Ya, saya sangat paham, saya tahu rasa sakitnya dikhianati oleh orang yang amat kita puja, bahkan kita rela melakukan apa saja demi dia.

Saya pun termasuk yang pernah menjadi budak cinta, walau sebatas hanya menangis dan frustasi beberapa bulan karena diberi harapan palsu oleh gadis pujaan. Tapi saya tidak sejauh itu untuk memikirkan mengakhiri kehidupan. Karena saya masih ingat Allah, Orangtua, dan orang-orang yang kusayangi (Adek misalnya).

Sampai paragraf ini, kamu sudah percaya atau tidak kalau ada bucin yang berani bunuh diri? Jika kamu belum percaya, ya sah-sah saja. Padahal banyak sekali contoh dan buktinya di dunia maya maupun di pemberitaan televisi, radio, maupun koran. Banyak sekali korban bucin yang harus melompat dari gedung, dari tiang listrik, dan menggantungkan diri.

Dan asal kamu tahu, saya pun pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri menyaksikan percobaan bunuh diri oleh mantan pacar saya yang tidak rela saya memilih perempuan lain. Ya, saya berani bersumpah, mantan saya benar-benar ingin melakukannya. Tapi karena saya bujuk berkali-kali, akhirnya dia sadar akan tindakan konyolnya. Kamu tahu, selama kejadian itu, saya sudah pasrah dengan hidup saya. Bagaimana tidak, saya akan menanggung beban moral yang sangat besar seumur hidup. Saya pun mungkin akan dipenjara, mengingat sewaktu kejadian itu, hanya kami berdua tanpa ada orang lain. Dan beberapa bulan memang panggilan masuk dan keluar di hapenya ya muncul nama saya berkali-kali. Bayangkan itu kawan, apa jadinya jika kamu yang berada disituasi saat itu?. Setelah kejadian itu, saya langsung tersadar, bahwa cinta itu bukan untuk main-main, dan saya tahu rasa sakitnya itu.

Jadi bagi kamu yang masih suka mempermainkan cinta, wahai para playboy dan playgirl. Mulai sekarang ingatlah, jangan berani-beraninya memperlakukan orang yang sangat sayang sama kamu dengan enteng. Jika kamu yang mulai memberi dia harapan cinta, ya jangan kamu seenaknya acuhkan. Bukan salahnya dia, tapi kamu yang memulai itu semua. Dan berlaku juga untuk kamu yang memang jika kamu tidak suka kepada seseorang yang menyukai kamu, maka jujur dan katakanlah berterus terang sebelum semua terlambat. Daripada kamu mengiyakan karena alasan kasian, itu justru akan menyakiti orang itu.

Jadi, nikahi atau putuskan hubungan yang tidak sehat, sebelum terlambat. Walau sepertinya aman-aman saja, Who Knows? Saya pun awalnya aman-aman saja kok.

Think about it, my friends!

0 Response to "Inilah alasan JANGAN mempermainkan CINTANYA seseorang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel