Dampak Positif dan Negatif dari Sebuah Film

Gini bro, saya mau kasih bocoran (bagi yang belum tahuu). Film (audio visual) termasuk media yang bisa membawa propaganda atau konspirasi baik atau buruk.

Kita ambil contoh, di tahun 2000 an, film atau sinetron ramai menayangkan tentang kehidupan anak sekolahan (SMP/SMA). Sering menggambarkan siswa yang 'kece' pasti baju seragamnya bakalan dikeluarin serta lengan baju dilipat sedikit keatas. Nah dampak sosiologi/psikologi bagi sebagian penonton (khusus anak sekolah), pasti mengikuti dan menjadi budaya tren sampai sekarang (padahal jaman dulu anak sekolah pasti rapi). Dalam film itu sama sekali enggak menyebutkan, "Nih gw keren pake baju beginian" itu terlalu eksplisit, tapi tanpa sadar para pembuat film melakukan sesuatu dampak buruk secara implisit. Perbuatan buruk mereka telah terdokumentasikan melalui karya film yang enggak akan hilang sampai kiamat (selama internet masih ada). Makanya jangan serampangan bikin film indie maupun komersial, karena segala apa yang dimunculkan di film, itu akan menjadi pertanggungjawaban selamanya.
Gini bro, saya mau kasih bocoran (bagi yang belum tahuu). Film (audio visual) termasuk media yang bisa membawa propaganda atau konspirasi baik atau buruk.   Kita ambil contoh, di tahun 2000 an, film atau sinetron ramai menayangkan tentang kehidupan anak sekolahan (SMP/SMA). Sering menggambarkan siswa yang 'kece' pasti baju seragamnya bakalan dikeluarin serta lengan baju dilipat sedikit keatas. Nah dampak sosiologi/psikologi bagi sebagian penonton (khusus anak sekolah), pasti mengikuti dan menjadi budaya tren sampai sekarang (padahal jaman dulu anak sekolah pasti rapi). Dalam film itu sama sekali enggak menyebutkan, "Nih gw keren pake baju beginian" itu terlalu eksplisit, tapi tanpa sadar para pembuat film melakukan sesuatu dampak buruk secara implisit. Perbuatan buruk mereka telah terdokumentasikan melalui karya film yang enggak akan hilang sampai kiamat (selama internet masih ada). Makanya jangan serampangan bikin film indie maupun komersial, karena segala apa yang dimunculkan di film, itu akan menjadi pertanggungjawaban selamanya.    Salah satu amalan yang pahalanya enggak akan putus (walau orangnya meninggal) yaitu (menyebarkan) ilmu bermanfaat. Nah udah jelas melalui film adalah senjata paling mutakhir. Contohnya bisa bikin film yang membawa pesan implisit yang bisa mempengaruhi psikologi seseorang menjadi lebih baik, misal jadi suka sholat, ngaji, dan lain-lain.   Seperti halnya yang dilakuin film Hollywood, sering bikin film tentang propaganda keburukan agama tertentu (akhirnya sebagian penonton menganggap agama tertentu itu buruk). Seperti Cina yang selalu menampilkan jurus kungfunya, kesannya orang cina kuat-kuat. Seperti film India yang sering menampilkan tentang kerajaan, kesannya orang-orang India leluhurnya kuat dan tangguh dan hebat-hebat. Tidak dengan Indonesia, parah banget dalam film selalu menampilkan keburukan politik, keamanan, tempat yang kumuh, orang preman (semua keburukan) membawa kesan negara Indonesia kacau kalau film itu ditonton oleh masyarakat dunia. Kenapa filmmaker Indonesia enggak mengangkat tentang film kolosal budayanya sendiri? kenapa tak mengangkat tema prajurit TNI menumpas para pemberontak NKRI dengan teknologinya saat ini (yang bisa membawa kesan indonesia kuat, yang biasa dilakuin Amerika dalam film tentaranya).   Masa perlu dari generasi saya selanjutnya yang baru akan memulainya? Bukan alasan. "Nih liat guwe jadi sutradara film, keren kan?. "Hey liat duit guwe banyak karena bikin film?". Bukan, bukan itu tujuannya, tujuannya mempengaruhi psikologi alam bawah sadar banyak orang menuju kebaikan. Karena amalan ilmu bermanfaat membawa pahala yang enggak akan putus (bau-bau akhirat banget kan? bukan duniawi doang?)
Salah satu amalan yang pahalanya enggak akan putus (walau orangnya meninggal) yaitu (menyebarkan) ilmu bermanfaat. Nah udah jelas melalui film adalah senjata paling mutakhir. Contohnya bisa bikin film yang membawa pesan implisit yang bisa mempengaruhi psikologi seseorang menjadi lebih baik, misal jadi suka sholat, ngaji, dan lain-lain. 

Seperti halnya yang dilakuin film Hollywood, sering bikin film tentang propaganda keburukan agama tertentu (akhirnya sebagian penonton menganggap agama tertentu itu buruk). Seperti Cina yang selalu menampilkan jurus kungfunya, kesannya orang cina kuat-kuat. Seperti film India yang sering menampilkan tentang kerajaan, kesannya orang-orang India leluhurnya kuat dan tangguh dan hebat-hebat. Tidak dengan Indonesia, parah banget dalam film selalu menampilkan keburukan politik, keamanan, tempat yang kumuh, orang preman (semua keburukan) membawa kesan negara Indonesia kacau kalau film itu ditonton oleh masyarakat dunia. Kenapa filmmaker Indonesia enggak mengangkat tentang film kolosal budayanya sendiri? kenapa tak mengangkat tema prajurit TNI menumpas para pemberontak NKRI dengan teknologinya saat ini (yang bisa membawa kesan indonesia kuat, yang biasa dilakuin Amerika dalam film tentaranya).

Masa perlu dari generasi saya selanjutnya yang baru akan memulainya?
Bukan alasan. "Nih liat guwe jadi sutradara film, keren kan?. "Hey liat duit guwe banyak karena bikin film?". Bukan, bukan itu tujuannya, tujuannya mempengaruhi psikologi alam bawah sadar banyak orang menuju kebaikan. Karena amalan ilmu bermanfaat membawa pahala yang enggak akan putus (bau-bau akhirat banget kan? bukan duniawi doang?)

Film Joker Gangguan jiwa psikologi psikopat gila alam bawah sadar Joachim Phoenix

0 Response to "Dampak Positif dan Negatif dari Sebuah Film"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel