Contoh Sinopsis Naskah Novel atau Skenario Film Drama Seri Sitkom

Inilah contoh sinopsis naskah skenario film atau sinopsis novel. Saya bagikan untuk kamu yang sedang mencari bahan referensi membuat sinopsis naskah kamu. Saya harap sinopsis buatan pribadi ini, bermanfaat untuk kamu sekalian.  Contoh Sinopsis Naskah Novel atau Skenario Film Drama Seri Sitkom  SINOPSIS  Sepanjang Jalan Kampung 'Tol'  Oleh Jeffri Ardiyanto  Junaedi sedang mencangkul tanah di sawah, tiba-tiba datang seorang petani lainnya bernama Adul berteriak memanggilnya. Sontak Junaedi kaget lalu menghampiri temannya itu. Adul mengajak Junaedi ke balaidesa kampung Horok, kampung mereka.  Di balaidesa sudah banyak warga berkumpul bahkan ketua RT hingga membuat Junaedi heran. Lalu beberapa lama kemudian, muncul seorang Lurah/Kepala Desa dari kantor balaidesa bersama seorang asisten/sekretarisnya. Lalu Lurah itu menjelaskan bahwa di kampung Horok akan dibangun jalan tol dengan konsekuensi menggusur sebagian rumah warga dan mengorbankan areal pesawahan. Sontak warga kaget mendengar itu terlebih Junaedi. Karena sawah lah sebagian besar ladang penghasilan satu-satunya warga. Apalagi keputusan tersebut diambil secara sepihak tanpa musyawarah mufakat bersama Warga. Junaedi mengira kejadian itu hanyalah mimpi lalu menyuruh Adul menamparnya. Dia sadar kalo bukan mimpi, lalu Adul lari, Junaedi mengejarnya.  Di sebuah warung kopi milik Juleha berkumpul Junaedi, Adul, setelah lelah mengejar masing-masing. Lalu mereka membahas langkah apa yang akan diambil untuk memenangkan gugatan melawan keputusan Lurah. Terkadang pembicaraan mereka dibarengi dengan kelucuan omongan Adul yang agak ngawur. Kemudian datanglah dua orang mahasiswa bernama Boy (laki-laki) dan Feby (perempuan). Mereka berdua bermaksud ingin melakukan riset tentang petani sawah untuk digunakan membuat film dokumenter tugas kampus. Pak RT lalu menunjuk Junaedi dan Adul sebagai narasumber mereka lalu mereka sepakat setuju. Lalu Adul yang berstatus jomblo tertarik terhadap Feby. Diajaklah dua mahasiswa itu ke rumah Junaedi dan Adul mengikuti.  Di rumah Junaedi, Dua mahasiswa itu disambut hangat oleh Mimin istri Junaedi. Dua mahasiswa itu menceritakan bahwa mereka akan merekam segala aktifitasnya pak Junaedi selama bertani, lalu Junaedi mengiyakan. Junaedi mendapat telpon kalo sawahnya sedang diukur oleh dua pns suruhan Lurah untuk pembangunan jalan tol. Junaedi pergi, lalu Bu Mimin keceplosan menceritakan keburukan Lurahnya yang menjual tanah desa untuk proyek jalan tol tanpa melalui musyawarah. Dua mahasiswa itu semakin tertarik dengan kehidupan Pak Junaedi.  Di rumah Pak Lurah, Istri dari Lurah tersebut mengomel-omel tentang kelakuan warganya yang menolak proyek jalan tol. Menurutnya seharusnya bersyukur kalo di desa nya bakal ada jalan tol.. Malah Junaedi mengajak perkara itu diselesaikan di pengadilan.  Suatu hari ketika Dua mahasiswa itu merekam aktifitas Junaedi bertani di sawah dan Adul selalu memandang Feby. Disaat itu juga terlihat Pak Lurah, 2 asisten PNS. Junaedi, dan dua mahasiswa itu yang masih merekam mendekati Pak lurah. Ternyata setelah diketahui, ternyata Pak lurah sedang melakukan persiapan dan penghitungan tanah untuk projek jalan tol di sawah sebelahan milik Junaedi. Lalu Junaedi murka memarahi Lurah, dan lurah juga balik memarahi Junaedi hingga terjadi cekcok mulut.  Junaedi mencari cara memenangkan gugatan mereka ke pengadilan. Dua mahasiswa yang melihat itu, lalu mereka memberikan penawaran bantuan dengan merekam secara diam-diam segala aktifitas Lurah. Hingga nantinya bukti tersebut dapat digunakan untuk memenangkan perkara, Junaedi cukup senang mendengar hal itu.  Kemudian, dua mahasiswa itu dibantu Adul menyelidiki kebusukan rencana Lurah dan istrinya. Mereka menduga Pak Lurah telah melakukan tindak korupsi dan merekam segala tindakan tersebut.  Di satu sisi, Adul jatuh cinta kepada Feby namun Feby menolaknya dengan sopan. Adul mengira Feby suka padanya, patah hati lah dia. Si Boy semakin ganas menghina dan mentertawai Adul, namun dia tetap sabar lalu pergi menjauh.  Akhirnya, persidangan perkara itu dimulai. Junaedi mewakili warganya mengungkapkan bahwa Lurahnya melakukan sebuah pelanggaran tindak korupsi. Tapi Lurah pun bisa membantah. Lalu Junaedi menyuruh dua mahasiswa memutarkan segala rekaman aktifitas Lurah secara sembunyi yang memperlihatkan Lurah. Tetapi rekaman itu menampilkan video adegan Boy menggoda perempuan-perempuan dengan kata-kata cabul. Kemudian Keadaan menjadi panik, flasdisk rekaman yang asli malah hilang.  Tak terduga, Adul yang menyembunyikannya dan mengakuinya. Dia beralasan bukan hanya karena dia putus cintanya oleh Feby sebagaimana dia dituduh seperti itu. Tetapi disebabkan aktifitas Pak lurah yang direkam tidak dalam sebenernya. Si Boy (mahasiswa pembuat video itu) memutar balikan fakta seakan-seakan Pak Lurah melakukan deal-deal rahasia tanpa sepengetahuan Feby, Junaedi, dan lain-lain. Dia kemudian menceritakan sebenarnya lalu menunjukan rekaman bukti kecurangan Boy melalui video hapenya (yang juga merekam aktifitas boy menggoda perempuan).  Setelah Junaedi tahu itu, dia tetap tidak setuju pembanguan jalan tol. Dia akan menjegal niat Lurah untuk membangun jalan tol. Dan Lurah hanya tersenyum saja.

Inilah contoh sinopsis naskah skenario film atau sinopsis novel. Saya bagikan untuk kamu yang sedang mencari bahan referensi membuat sinopsis naskah kamu. Saya harap sinopsis buatan pribadi ini, bermanfaat untuk kamu sekalian.

Contoh Sinopsis Naskah Novel atau Skenario Film Drama Seri Sitkom

SINOPSIS

Sepanjang Jalan Kampung 'Tol'

Oleh Jeffri Ardiyanto

Junaedi sedang mencangkul tanah di sawah, tiba-tiba datang seorang petani lainnya bernama Adul berteriak memanggilnya. Sontak Junaedi kaget lalu menghampiri temannya itu. Adul mengajak Junaedi ke balaidesa kampung Horok, kampung mereka.

Di balaidesa sudah banyak warga berkumpul bahkan ketua RT hingga membuat Junaedi heran. Lalu beberapa lama kemudian, muncul seorang Lurah/Kepala Desa dari kantor balaidesa bersama seorang asisten/sekretarisnya. Lalu Lurah itu menjelaskan bahwa di kampung Horok akan dibangun jalan tol dengan konsekuensi menggusur sebagian rumah warga dan mengorbankan areal pesawahan. Sontak warga kaget mendengar itu terlebih Junaedi. Karena sawah lah sebagian besar ladang penghasilan satu-satunya warga. Apalagi keputusan tersebut diambil secara sepihak tanpa musyawarah mufakat bersama Warga. Junaedi mengira kejadian itu hanyalah mimpi lalu menyuruh Adul menamparnya. Dia sadar kalo bukan mimpi, lalu Adul lari, Junaedi mengejarnya.

Di sebuah warung kopi milik Juleha berkumpul Junaedi, Adul, setelah lelah mengejar masing-masing. Lalu mereka membahas langkah apa yang akan diambil untuk memenangkan gugatan melawan keputusan Lurah. Terkadang pembicaraan mereka dibarengi dengan kelucuan omongan Adul yang agak ngawur. Kemudian datanglah dua orang mahasiswa bernama Boy (laki-laki) dan Feby (perempuan). Mereka berdua bermaksud ingin melakukan riset tentang petani sawah untuk digunakan membuat film dokumenter tugas kampus. Pak RT lalu menunjuk Junaedi dan Adul sebagai narasumber mereka lalu mereka sepakat setuju. Lalu Adul yang berstatus jomblo tertarik terhadap Feby. Diajaklah dua mahasiswa itu ke rumah Junaedi dan Adul mengikuti.

Di rumah Junaedi, Dua mahasiswa itu disambut hangat oleh Mimin istri Junaedi. Dua mahasiswa itu menceritakan bahwa mereka akan merekam segala aktifitasnya pak Junaedi selama bertani, lalu Junaedi mengiyakan. Junaedi mendapat telpon kalo sawahnya sedang diukur oleh dua pns suruhan Lurah untuk pembangunan jalan tol. Junaedi pergi, lalu Bu Mimin keceplosan menceritakan keburukan Lurahnya yang menjual tanah desa untuk proyek jalan tol tanpa melalui musyawarah. Dua mahasiswa itu semakin tertarik dengan kehidupan Pak Junaedi.

Di rumah Pak Lurah, Istri dari Lurah tersebut mengomel-omel tentang kelakuan warganya yang menolak proyek jalan tol. Menurutnya seharusnya bersyukur kalo di desa nya bakal ada jalan tol.. Malah Junaedi mengajak perkara itu diselesaikan di pengadilan.

Suatu hari ketika Dua mahasiswa itu merekam aktifitas Junaedi bertani di sawah dan Adul selalu memandang Feby. Disaat itu juga terlihat Pak Lurah, 2 asisten PNS. Junaedi, dan dua mahasiswa itu yang masih merekam mendekati Pak lurah. Ternyata setelah diketahui, ternyata Pak lurah sedang melakukan persiapan dan penghitungan tanah untuk projek jalan tol di sawah sebelahan milik Junaedi. Lalu Junaedi murka memarahi Lurah, dan lurah juga balik memarahi Junaedi hingga terjadi cekcok mulut.

Junaedi mencari cara memenangkan gugatan mereka ke pengadilan. Dua mahasiswa yang melihat itu, lalu mereka memberikan penawaran bantuan dengan merekam secara diam-diam segala aktifitas Lurah. Hingga nantinya bukti tersebut dapat digunakan untuk memenangkan perkara, Junaedi cukup senang mendengar hal itu.

Kemudian, dua mahasiswa itu dibantu Adul menyelidiki kebusukan rencana Lurah dan istrinya. Mereka menduga Pak Lurah telah melakukan tindak korupsi dan merekam segala tindakan tersebut.

Di satu sisi, Adul jatuh cinta kepada Feby namun Feby menolaknya dengan sopan. Adul mengira Feby suka padanya, patah hati lah dia. Si Boy semakin ganas menghina dan mentertawai Adul, namun dia tetap sabar lalu pergi menjauh.

Akhirnya, persidangan perkara itu dimulai. Junaedi mewakili warganya mengungkapkan bahwa Lurahnya melakukan sebuah pelanggaran tindak korupsi. Tapi Lurah pun bisa membantah. Lalu Junaedi menyuruh dua mahasiswa memutarkan segala rekaman aktifitas Lurah secara sembunyi yang memperlihatkan Lurah. Tetapi rekaman itu menampilkan video adegan Boy menggoda perempuan-perempuan dengan kata-kata cabul. Kemudian Keadaan menjadi panik, flasdisk rekaman yang asli malah hilang.

Tak terduga, Adul yang menyembunyikannya dan mengakuinya. Dia beralasan bukan hanya karena dia putus cintanya oleh Feby sebagaimana dia dituduh seperti itu. Tetapi disebabkan aktifitas Pak lurah yang direkam tidak dalam sebenernya. Si Boy (mahasiswa pembuat video itu) memutar balikan fakta seakan-seakan Pak Lurah melakukan deal-deal rahasia tanpa sepengetahuan Feby, Junaedi, dan lain-lain. Dia kemudian menceritakan sebenarnya lalu menunjukan rekaman bukti kecurangan Boy melalui video hapenya (yang juga merekam aktifitas boy menggoda perempuan).

Setelah Junaedi tahu itu, dia tetap tidak setuju pembanguan jalan tol. Dia akan menjegal niat Lurah untuk membangun jalan tol. Dan Lurah hanya tersenyum saja.

0 Response to "Contoh Sinopsis Naskah Novel atau Skenario Film Drama Seri Sitkom"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel