Contoh Naskah Skenario Film 12 Scene atau 15 Menit (Genre Romantis)


Contoh Naskah Skenario Film 12 Scene atau 15 Menit (Genre Romantis)

SKENARIO FILM
“JANJI SUCI DI KAMPUS ISI”
Oleh Jeffri Ardiyanto


1. INT.KELAS KAMPUS – SIANG
Cast : Andi, Bu Vina, Etxras mahasiswa

Di dalam kelas, seorang bu dosen duduk di kursi belakang menyimak salah seorang mahasiswanya yang sedang mempresentasikan Ide cerita. Bu dosen itu sesekali mengusap dagunya dengan tangan kanan dan tangan kirinya menyanggah siku lengan tangan kanan. Dahinya mengkerut dengan tatapan tajam penuh karena memperhatikan mahasiswanya yang berdiri di depan kelas.
 
Beberapa mahasiswa dan mahasiswi di kelas lebih asik mengobrol sendiri. Ada juga diantara mereka bermain handphone, mendengarkan musik lewat handset. Tidak sedikit juga ada yang tertidur sambil sesekali matanya membuka dan menutup secara perlahan.

Andi adalah mahasiswa yang sedang mempresentasikan idenya di depan kelas. Dia sangat kalem tapi sedikit demam panggung. Sesekali dia menggaruk hidungnya tanda tak percaya diri.

DOSEN VINA
“Jadi, apa motivasimu membuat ide semacam itu, dek Andi?”

Secara cepat, Andi membuka halaman kedua slide power point di laptopnya yang sudah terkonek dengan proyektor kelas. Dan tembok di belakangnya sebagai tampilan layar hasil tembakan proyektor.

Andi menunjuk tulisan bagian premis.

ANDI
 “Itu Bu, premis saya itu tentang keegoisan akan membuat persahabatan bahkan cinta menjadi hancur. Jadi inti motivasi saya di ide cerita ini, saya ingin memberi gambaran kaya gini loh yang akan terjadi seandainya kita terlalu egois. Yang awalnya kawan bisa jadi lawan. Yang awalnya menjalin hubungan bisa menjadi musuh.”

DOSEN VINA
“Tapi, kenapa endingmu berakhir bahagia? Kalo menuruti premismu, seharusnya sad ending, bukankah begitu dek Andi?”

Andi berpikir sejenak lalu tersenyum malu.


ANDI
 “Oh iya bu. Tapi bukankah kalo film sekelas ftv yang tayang di tivi selalu happy ending?”

DOSEN VINA
(tersenyum)
“Kalo kamu maunya happy ending, kamu harus ganti premisnya”

Andi berpikir keras memahami apa yang dikatakan dosennya.

ANDI
“Tapi bu, saya ingin tokoh utamanya mencapai tujuan goalsnya walaupun banyak halangan rintangan yang menghadangnya”

Dosen Vina merubah posisi duduknya dengan menyilangkan kaki kanan di atas kaki kiri. Kedua telapak tangannya dikatupkan bersama.

DOSEN VINA
“Menurut premismu, egois itu bikin hancur tragis kan? Gimana caranya si tokoh utama bisa mencapai goalsnya kalo dalam premismu berakhir tragis?”

Andi memandangi atap kelas menerawang memikirkan segala kemungkinan. Lalu kembali menatap dosennya.

ANDI
“Mmh, mungkinkah seandainya saya membuat karakter tokoh utamanya berhasil mencapai goalsnya, tetapi dia masih tidak merasa mencapai goals itu?”

Dosen Vina semakin mengernyitkan dahinya.

DOSEN VINA
“Maksudnya?”

ANDI
“Jadi si tokoh utama itu tetap berhasil mencapai apa tujuannya, tapi dia merasa ada yang hilang. Yang seharusnya dia bahagia tapi dia merasa hampa. Karena tetap merasa kehilangan sesuatu”

DOSEN VINA
“Mmh cukup menarik. Apa kamu sanggup membuat cerita yang kamu ungkapkan barusan dek Andi?”

ANDI
(tegas)
“Sanggup, Bu”

Dosen Vina lalu menulis sesuatu di lembaran kertas yang dibawanya.
DOSEN VINA
(tersenyum)
“Baiklah, saya menantangmu untuk membuat cerita itu. Yang sebenarnya itu atas dasar kemauanmu sendiri. Jika kamu berhasil, dek Andi. Akan saya kasih nilai A, atau bisa juga A+”

ANDI
(girang bahagaia)
“Baik Bu”

DOSEN VINA
“Oya, saya ingin menambahi beberapa cacatan untukmu. Sebisa mungkin buatlah ceritamu itu serealitas mungkin tapi konfliknya benar-benar bisa membuat penonton merasa ikut terlibat. Kamu tau caranya dek Andi?”

ANDI
“Apa itu bu?”

DOSEN VINA
“Kamu harus riset di lapangan. Kumpulkan data sebanyak mungkin secara nyata dari lapangan. Buat karakter tokoh-tokoh yang ada di ceritamu berdasarkan karakter nyata dari orang-orang yang kamu temui di kehidupan nyata. Sering-seringlah berkeliling bepergian kemana aja. Pelajari tingkah laku perilaku orang-orang yang kamu temui. Simpan hape atau gadgetmu dan bacalah karakter orang-orang yang kamu temui lalu ambil sesuai kebutuhan kemudian aplikasikan di karakter tokoh di ceritamu. Oke, good luck buat kamu dek Andi”

ANDI
“Baik Bu, saya akan mencoba apa yang ibu tadi katakan”

Andi lalu mematikan laptopnya, mencabut kabel hdmi proyektor.

ANDI (Cont’D)
“Demikian presentasi dari saya, kurang lebihnya mohon maaf, Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh”

Andi kembali ke tempat duduknya lalu Dosen Vina berdiri di depan kelas.

DOSEN VINA
“Baiklah, cukup sampai disini mata kuliah penulisan naskah hari ini. Jangan lupa deadline tugas uas 1 minggu lagi. Pergunakan waktu kalian”

Semua mahasiswa/I menjawab, “Baik Bu”.

Dosen Vina kemudian bergegas keluar kelas dan beberapa mahasiswa segera mengambil KRS di atas meja dosen kelas.

Andi masih sibuk memasukkan laptop ke dalam tasnya. Lalu seorang teman disampingnya menepuk pundaknya.

TEMAN
“Bro, kamu mau ikut jadi volunteer nya TKMT gak?”

ANDI
(heran)
“TKMT tuh apa?”

TEMAN
“Temu Karya Mahasiswa Tv/film”

ANDI
“Wah gayeng tuh, kapan?”

TEMAN
“Sore ini mau dibuka pendaftaran volunteernya di gedung 4”

ANDI
“Kamu mau daftar gak?”

TEMAN
“Ya no, ayo sekarang kesana”

Andi dan temannya sepakat untuk mendaftar menjadi volunteer (anggota panitia) TKMT.

CUT TO

2. INT. RUANG STUDIO GEDUNG 4 KAMPUS – SORE
Cast : Andi, Teman, beberapa pengurus TKMT, extras mahasiswa

Ketika Andi dan temannya memasuki ruang studio gedung 4, ternyata sudah banyak yang berkumpul. Mereka lalu duduk bersama kawan-kawannya yang ingin mendaftar menjadi volunteer.

Beberapa pengurus TKMT sedang sibuk membahas sesuatu. Dan beberapa mahasiswa yang akan mendaftar sibuk mengobrol satu sama lain. Begitu juga dengan Andi bersama kawannya.




ANDI
“Bro, tugasnya apa aja kalo jadi volunteer? Apa ada bagian yang nyari sponsor gitu? Biar bisa ditiru nyari duit bikin film”

TEMAN
“Katanya ada, tapi aku gak tau pasti”

ANDI
“Wah gayeng ini, kalo ada aku mau daftar bagian itu biar bisa dapet koneksi investor sponsor, haha”

Disaat Andi dan kawannya serta seluruh mahasiswa termasuk juga pengurus TKMT asik mengobrol. Tiba-tiba listrik studio padam, membuat suasana menjadi gaduh.

IN BLACK SCREEN

OS MAHASISWA
“Anjay, UKT gw mahal njir”

OS MAHAISWI
“Wifinya mati, padahal lagi asik-asiknya chat sama bebeb tersayang”

OS TEMAN
“Wah jan…”

Suasana semakin gaduh tak terkendali, tetapi kemudian berubah menjadi suara berbisik-bisik ketika beberapa sinar / cahaya handphone dari panitia TKMT dan beberapa mahasiswa menyala.


IN LOWKEY / LOWLIGHT

OS KETUA TKMT
“Maaf teman-teman. Dikarenakan listrik padam di kampus tercinta ini, maka terpaksa kita melanjutkan rapat ini dengan minim cahaya dari hape kami dan dari kalian masing-masing”

Masih terdengar suara bisik-bisik di ruangan tersebut.

OS KETUA TKMT (Cont’D)
“Baiklah, perkenalkan saya Desi ketua TKMT tahun ini. Di mohon teman-teman bersedia membantu mensukseskan acara TKMT dengan bergabung menjadi volunteer. Acara TKMT akan diadakan bulan depan. Maka mulai dari sekarang, saya beserta panitia lain membutuhkan sebanyak-banyaknya partisipasi kalian. Untuk info bagian divisi lebih detilnya, silahkan bertanya sama teman disebelah saya. Untuk mempercepat waktu, silahkan tulis nomer Whatsapp kalian di kertas untuk kami data selanjutnya. Hanya ini yang bisa saya sampaikan, dikarenakan situasi yang tidak mendukung. Sampai bertemu dipertemuan selanjutnya. Terima kasih”

Andi, temannya dan semua mahasiswa yang ingin bergabung menjadi volunteer menuliskan nomer WA masing-masing di lembaran kertas dari panitia. Setelah itu mereka membubarkan diri.

FADE OUT

FADE IN

3. INT. KAMAR KOS ANDI – MALAM
Cast : Andi

Kamar yang sedikit berantakan, kain sprei yang belum dirapikan. Buku-buku masih berserakan di meja. Laptop yang masih menyala memainkan musik rege.

Andi sibuk memainkan game di hape androidnya sembari tiduran di kasurnya.

ANDI
(kesal)
“Ah sial, kalah terus ini!”

Andi meletakkan hapenya, bangun lalu duduk di pinggir kasur. Tangan kanannya mengusap-usap rambutnya.

ANDI
“Duh, gimana nih tugas penulisan naskahku. Kapan risetnya ya? Dan siapa ya yang mau kuajak riset ke lapangan? Dan harus mulai darimana? Duh!”

Andi berpikir keras untuk menemukan jalan keluarnya. Lalu tiba-tiba handphonenya berdering, satu pesan WA masuk. Diambilnya hape itu, terlihat Andi diinvite masuk ke grup TKMT. Sebuah pesan terpampang jelas dari nomer WA bernama Deswita.

Pesan tersebut tertulis :
Selamat malam teman-teman, bagian divisi sponsorship kekurangan anggota. Bagi siapa saja yang ingin ikut menjadi volunteer divisi sponsorship, segera chat personal ke saya, makasih.
ANDI
(bahagia)
“Wah lumayan ini, siapa tau dapetin investor yang mau biayain produksi filmku nanti”

Segera Andi mengirimkan pesan pribadi ke Deswita. Dia menuliskan :
Met malem mbak Deswita, aku boleh ikut dibagian divisi sponsorship?

Tak lama kemudian, pesannya di bales. Deswita membalas :
Iya dek boleh, aku masukin kamu ke grup sponsorship ya. Btw boleh tau namamu dek? Biar kalo ketemu di kampus bisa tau.

Andi membalas :
Oke. Aku Andi mbak, salam kenal ya.

Deswita membalas :
Salam kenal juga dek Andi.

Andi tersenyum senang mendapatkan divisi sponsorship. Tiba-tiba Andi teringat sesuatu.

V.O ANDI
“Anjay, besok malem tahun baru. Masa aku sendirian di kos. Aku harus keluar jalan-jalan. Tapi sama siapa ya?”

Andi mencoba melihat-lihat nomer kontak di hapenya.
V.O ANDI (Cont’D)
“Ah, masa aku ngajak cowok”

Andi mendadak tersenyum senang ketika melihat photo profil kontak Whatsapp Deswita.

ANDI (Cont’D)
“Wah, cantiknya mbak yang satu ini. Mmh coba aku sepik-sepik, siapa tau dia mau kuajak jalan ya”

Andi mengirimkan pesan ke Deswita :
Mbak, malem taun baru kemana?

Deswita membalas :
Enggak kemana-mana dek, kenapa emang?

Andi membalas :
Gimana kalo aku ajak mbak ke jalan slamet riyadi solo pas malem tahun baru? Mau gak?

Deswita membalas :
Haha kamu lucu dek, baru kenal udah berani ngajak jalan. Lagian kamu itu adek tingkatku, moso ngajak katingmu.




Andi membalas :
Yo gak papa to mbak. Padahal sekalian aku mau nanya-nanya soal nyari sponsor buat TKMT. Kalo gak mau yasudah, maaf ganggu.

Deswita membalas :
Wkwk, kaya gitu aja langsung nyerah. Siapa juga yang bilang gak mau.

Andi membalas :
Wah jadi mau dong?

Deswita membalas :
Iya mau, tapi awas, aku jangan diapa-apain, jangan nakal kamu dek, haha.

Andi membalas :
Ya gak bakalan lah mbak, hehe. Ngomong-ngomong mau tak jemput jam berapa besok dan dimana?

Deswita membalas :
Jam 9 malem aja ya biar gak kelamaan nunggu jam 12 nya. Jemput aja di kosku, tar aku share locationnya.

Andi tersenyum senang dan bahagia.

FADE OUT

FADE IN

4. EXT. DEPAN KOS DESWITA – MALAM
Cast : Andi, Deswita, Extras

Bangunan kos tinggi besar berwarna pink mencolok berada di pinggir jalan komplek pemukiman elit. Papan depan tertulis Kos Putri dan dibawahnya tertulis : 2 kamar kosong.

Andre memarkirkan motornya di depan bangunan kos tersebut. Di buka hapenya lalu mengechat deswita. Kemudian dia melihat sekelilingnya sembari menunggu balasan chat Deswita. Agak ramai di jalanan itu karena banyak orang yang keluar untuk merayakan tahun baru.

Tidak selang beberapa lama, Deswita muncul dari gerbang pintu kosnya. Deswita nampak cantik anggun berkulit putih tinggi langsing. Memakai pakaian modis ala kekinian dan bahu kanannya menggantung tasnya yang berwarna pink.

Andi takjub bukan main melihat Deswita, apalagi Deswita tersenyum padanya.

DESWITA
“Ayo dek, malah senyam senyum aja”

Andi yang masih terpana dengan kecantikan Deswita mendadak sadar.

ANDI
“Eh maaf mbak, sorry aku jarang ketemu bidadari cantik”

DESWITA
(senyum)
“Ah bisa aja kamu dek, tukang gombal ya?”

Andi lalu menyuruh Deswita duduk di jok belakang. Lalu dengan gugup gemetar Andi mengegaskan sepeda motornya.

DISSOLVE

5. EXT. JALAN SLAMET RIYADI – MALAM
Cast : Andi, Deswita, extras

Jalan slamet riyadi yang biasanya ramai akan lalu lalang kendaraan bermotor mendadak ramai akan pejalan kaki. Mereka adalah para warga masyarakat yang ingin merayakan pesta tahun baru.

Beberapa kali dentuman kembang api saling saut menyaut walaupun sebenarnya masih jam 10 malem. Hiasan-hiasan lampu bewarna warni berkelap-kelip di sepanjang jalan slamet riyadi. Bahu-bahu jalan disulap menjadi tempar parkir liar. Berjejer motor dan mobil seperti akan dilelang dijual.

Nampak juga pedagang yang sibuk menjual dagangannya dan pembeli yang mayoritas anak muda berjejer mengantri. Di beberapa tempat agak gelap terlihat pula remaja sedang memadu kasih saling mentransfer kehangatan. Ada juga yang sedang berjalan dengan pasangannya sambil bergandengan tangan.

Andi yang sedang berjalan dengan Deswita merasa iri kepada remaja lain yang bergandengan tangan. Karena Andi dan Deswita tidak saling bergandengan tangan.

V.O ANDI
“Sial, iri aku!”

Deswita heran melihat mimik muka Andi yang sedikit cemberut.

DESWITA
“Kamu kenapa dek? Kok bete gitu?”


ANDI
(terkejut)
“Eh, gak papa mbak, anu tadi aku lagi nginget sesuatu”

DESWITA
“Apaan tuh?”

Andi berpikir keras untuk mencari alasan lain.

ANDI
(berpikir sejenak)
“Mmh anu, gimana cara bikin proposal buat nembusin sponsor”

DESWITA
(senyum manis)
“Owalah itu to. Gampang kok dek, nanti aku ajarin”

ANDI
“Kapan mbak?”

DESWITA
“Besok juga bisa kok, mumpung hari libur”

ANDI
“Wah iya, jam berapa dan dimana?”

DESWITA
“Sorean aja ya biar gak panas. Ya bisa di kampus atau di kamar kosmu juga boleh”

Andi mendengar itu langsung kaget, mendadak keringatnya bercucuran. Kemudian dia berhenti jalan, diikuti juga Deswita yang sudah berada satu langkah di depan.

ANDI
(mengernyitkan dahi)
“Kamar kosku? Yang bener? Kita kan baru kenal?”

DESWITA
(tertawa terbahak-bahak)
“Haha, yaelah dek dek, ternyata kamu mesum ya? baru kusebut kamar kosmu, udah langsung berpikiran yang aneh-aneh”

Andi tersenyum malu lalu melanjutkan langkah kakinya disusul Deswita.

ANDI
“Gak mbak, gak, cuma agak risih aja sih”



DESWITA
“Haha becanda kali dek. Oya besok sore kan divisi sponsorship mau rapat. Mau bahas pembagian kelompok buat naruhin proposal dimana aja gitu”

ANDI
“Ow yakah, yaudah besok sore aja ngajarinnya sekalian kumpul rapat”

Mereka berdua terlihat asik mengobrol sehingga tak terasa sampailah mereka di tempat pembakaran kembang api.

ANDI
“Kita duduk aja disini ya mbak, sekalian nunggu jam 12”

Mereka duduk di tengah jalan slamet riyadi. Mereka tidak sendirian, banyak yang melakukan hal yang sama. Beberapa pasang muda mudi juga duduk mesra sembari bercengkerama. Mereka menghadap ke tempat pembakaran kembang api.

DESWITA
“Dek, kalo boleh tau, kamu gak ada tugas emang?”

ANDI
“Malah ada mbak, disuruh bikin naskah film tv”

DESWITA
“Kamu bikin cerita apa emang?”

ANDI
“Tentang sepasang kekasih yang pada awalnya memiliki tujuan yang sama tapi malah kandas di tengah jalan karena keegoisan masing-masing”

DESTIWA
(terkesima)
“Pasti tulisan skenariomu bagus, bener gak?”

ANDI
(menggeleng-gelengkan kepala)
“Enggak mbak, biasa kok, aku gak bisa nulis bagus”

Destiwa lalu mengernyitkan dahi lalu dia menoleh ke arah sepasang kekasih, dilihatnya telapak tangan cowok itu sedang mengelus pipi ceweknya. Deswita tersenyum lalu memandangi Andi.

DESTIWA
(senyum)
“Halah, buktinya tulisan di blogmu bagus-bagus kok”

ANDI
(heran)
“Hah? Blog? Tau darimana?”

DESWITA
“Nickname WA mu kan akun Instagram. Di IG mu ada link blogmu. Yaudah aku baca blogmu, haha”

ANDI
“Wew dasar kepo, haha, aku jadi malu”

DESWITA
“Napa musti malu, kayaknya kamu jago nulis deh. Calon penulis skenario terkenal kayaknya kamu nanti di masa depan”

ANDI
(senang)
“Aamiin”

Andi merubah posisi duduknya. Matanya menerawang ke langit, melihat cahaya petasan yang sudah mulai sedikit demi sedikit diledakan.

ANDI Cont’D
“Tapi kata Bu Vina, tulisanku masih kurang data. Aku harus riset katanya. Aku bingung, gimana cara ngerisetnya. Kapan dan dimana? Dimulai bagaimana?”

DESWITA
“Kenapa mesti bingung, tuh liat orang yang lagi pacaran disana”

Deswita menunjuk ke arah sepasang kekasih yang sedari awal diperhatikannya.

DESWITA
“Mereka terlihat mesra kan? Cowok yang berkaos putih dan cewek yang berbaju pink? Kan bisa kamu pelajari karakternya, tata cara serta sikap tingkah lakunya. Kamu bisa jadikan mereka sample risetmu. Gimana menurutmu?”

ANDI
“Wah iya juga, tapi apa itu gak berlebihan ya, ini kan tempat umum”

DESWITA
“Halah, bilang aja kamu iri, haha”

Andi tersipu malu sembari mengusap hidungnya.

DESWITA Con’D
“Tapi apa kamu gak merhatiin? Ada yang janggal loh”

ANDI
“Apanya mbak?”

DESWITA
(menunjukkan jarinya)
“Liat deh, itu di sebelah cewek itu ada cowok berbaju merah”

ANDI
(heran)
“Kenapa emang?”

DESWITA
“Kamu gak merhatiin dari awal ya? Tau gak sih, kalo mereka itu datengnya bareng trus duduk bareng. Aku kira tadi yang cowok baju merah itu pacaran sama cewek baju pink, karena mereka keliatan asik banget ngobrol. Eh taunya malah cowok kaos putih itu yang meluk, trus tuh cewek juga bales meluk”

ANDI
“Wow sangat anjay sekali, jadi tuh cowok baju merah cuma duduk menyendiri sambil mainin hape?”

DESWITA
“Mengerikan gak sih menurutmu?”

ANDI
“Sangat mbak. Mmh bisa dijadiin riset kalo kaya gitu. Karakter orang yang kecewa seperti cowok berbaju merah itu. Karakter egois dan pengin menang sendiri itu karakter cowok kaos putih. Dan karakter gak tau malu tuh cewek”

Disaat mereka sedang membaca karakter-karakter orang disekitarnya. Tak lama setelahnya ledakan kembang api besar berbunyi, tanda tahun baru telah tiba. Semua orang yang duduk mendadak berdiri semua.

Andi tak sengaja memegang tangan Deswita karena dia fokus ke ledakan kembang api. Deswita membiarkan itu dan malah mempererat pegangan tangan. Andi sadar lalu tersenyum memandangi Deswita. Kemudian Deswita mendadak mendekap tubuh Andi. Keduanya berpelukan sambil memandangi kembang api yang meledak silih berganti.

FADE OUT

FADE IN

6. EXT. TAMAN JOMBLO KAMPUS – SORE
Cast : Andi,Deswita, 3 Volunter divisi sponsorship

Sebuah taman yang minim bunga terletak di samping gedung 3 kampus. Terdapat Dua buah kursi terbuat dari semen dengan meja bundar dari semen juga.

Andi sedang diberi arahan tata cara membuat proposal sponsorship dari Koordinator. Tapi sesekali dia memandangi Deswita yang sedang sibuk menulis di lembaran-lembaran berlogo TKMT.

Setelah itu, Ketua coordinator dan volunteer lain beranjak pergi dari tempat. Tinggal Andi dan Deswita yang masih duduk di bangku taman dalam posisi saling berhadapan.

ANDI
(heran)
“Sebenarnya jobdeskmu di divisi mana sih mbak? kok kayaknya kamu sibuk banget soal TKMT ini?”

Deswita masih sibuk menulis di lembaran-lembaran kertas.

DESWITA
“Jobdesk ku PU, pembantu umum kok”

ANDI
(mengernyitkan dahi)
“Ah gak mungkin, masa di grup WA TKMT, kamu yang selalu nongol ngasih pemberitahuan. Kamu gak mungkin sekedar PU, ya to?”

Deswita akhirnya menyelesaikan tulisannya. Lalu dimasukkan lembaran-lembaran kertas berlogo TKMT ke dalam tasnya. Kemudian dia memperhatikan Andi.

DESWITA
(senyum)
“Dibilangin juga masih ngeyel, haha”

Andi menampakkan wajah cemberutnya.

DESWITA Cont’D
“Oya ada apa? Kamu tadi pagi ngechat aku kalo kamu mau bilang sesuatu pas ketemu. Yaudah mau bilang apa?”

Andi mengeluarkan sebuah skenario dari dalam tasnya lalu meletakkannya di atas meja.



ANDI
“Mmh gini, gimana pendapatmu kalo skenarioku ini dijadiin film sekalian?”

Deswita memandang Andi sejenak, lalu mengambil skenario tersebut. Dibacanya secara cepat lembar demi lembar.

DESWITA
(senyum)
“Apa kubilang, kamu itu jago bikin cerita. Ya aku setuju aja sih skenario ini dijadiin film”

ANDI
“Aku butuh bantuanmu, mau gak kamu jadi produsernya?”

DESWITA
(kaget)
“Hah?! Aku? Kenapa harus aku?”

ANDI
“Kamu kan jago manajemen, kamu juga sering jadi produser kan?”

DESWITA
(ketawa)
“Ah, kata siapa?”

ANDI
(penuh selidik)
“Kamu kira kamu doang yang bisa jadi tukang kepo?”

DESWITA
(ketawa)
“Bisa aja kamu. (berpikir sejenak) Mmh gimana ya?”

ANDI
“Gak papa kok kalo kamu keberatan. Kamu juga pasti sibuk ngurusin TKMT, ya kan?”

DESWITA
(senyum)
“Gak sibuk kok, enggak. Cuma jadi PU sibuk apanya? Haha”

ANDI
“Yaudah gimana menurutmu? Mau gak jadi produserku?”

Deswita menjentikkan jarinya beberapa kali di meja sambil matanya memandang menerawang jauh. Lalu menoleh ke Andi sambil tersenyum.


DESWITA
“Baiklah demi kamu, aku mau”

ANDI
(senang)
“Yeaaahhhh….haha”

Andi lalu menyodorkan jari kelingkingnya ke arah lawan bicaranya.

ANDI
“Janji?”

Deswita berpikir sejenak lalu tersenyum. Disodorkannya jari kelingking tangan kanan ke arah Andi.

DESWITA
“Baiklah, janji”

Jari kelingking Deswita melingkar erat di jari kelingking Andi.

ANDI
“Deal, kita pacaran, haha”

Deswita buru-buru melepaskan jarinya dari jari milik Andi.

DESWITA
“Yeeh, aku gak janji yang bagian itu, huuu”

ANDI
(ketawa terbahak-bahak)
“Becanda kali mbak, haha”

Akhirnya mereka tertawa terbahak bersama-sama.

FADE OUT

FADE IN

7. INT. LOBBY GEDUNG 3 KAMPUS - PAGI
Cast : Andi, Dosen Vina, Extras mahasiswa

Beberapa mahasiswa sedang duduk di kursi lobby. Diantara mereka sedang sibuk memainkan hapenya sambil senyum tertawa. Ada yang sedang mengobrol, ada juga yang sedang serius mengetik di laptopnya.

Hanya Andi yang duduk sambil memegang lembar kertas bercover logo kampus bertuliskan tugas penulisan naskah.

Yang ditunggu Andi muncul, dosen Vina masuk lobby lalu menuju ruang kantornya. Di tengah jalan, Andi mengejarnya.

ANDI
“Tunggu, bu Vina”

Dosen Vina berhenti lalu menoleh ke belakang. Andi menghampirinya.

Andi menyodorkan naskah skenarionya ke dosennya.

ANDI (Cont’D)
(senyum)
“Ini bu, tugas naskahku sudah jadi. Hari ini deadlinenya kan?”

Dosen Vina mengambil lalu sedikit membuka kertas naskah itu lalu menutupnya kembali.

DOSEN VINA
(ketawa)
“Kamu terlalu berobsesi dek Andi. Deadlinenya itu 5 hari lagi loh”

Andi sedikit menundukkan kepalanya lalu tersipu malu.

DOSEN VINA (Cont’D)
“Yaudah, nanti saya baca naskahmu. Karena sekarang ibu ada kelas lain”

ANDI
“Baik bu”

Dosen Vina bergegas memasuki ruang kantornya. Lalu Andi menuju tempat duduk lobby.

Ketika Andi baru sedikit berjalan, dia berpapasan dengan Deswita.

ANDI
“Ah mbak Deswita? Mau kemana?”

DESWITA
(senyum)
“Mau ke kelas dek”

ANDI
(berpikir sejenak)
“Oya mbak, Siang ini free gak?


DESWITA
(berpikir)
“Kayaknya free deh, kelasku sampai jam 12. Ada apa emang?”

ANDI
“Gimana kalo aku ajak survey buat lokasi syuting projek filmku”

DESWITA
“Dimana emang?”

ANDI
“TawangMangu, gimana mau? Kamu kan produsernya mbak?”

DESWITA
(tertawa)
“Haha, ke TawangMangu ya? Duh kamu mau modus ya dek?”

ANDI
(heran)
“Modus apa mbak?”

DESWITA
“Yee, pura-pura polos lagi. Siapa yang gak tau kalo TawangMangu itu dingin banget. Kamu mau ngajakin ena-ena ya?”

ANDI
(mengernyitkan dahi)
“Yaelah mbak, gak kali. Survey lokasi woy survey lokasi”

DESWITA
(tertawa)
“Haha becanda kali dek. Yaudah jemput aku di kos nanti siang. Soalnya abis ini aku pulang dulu. Aku harus ambil baju tebel biar gak dingin”

ANDI
“Oke”

Deswita pergi menaiki tangga menuju lantai dua. Andi hanya berdiri tersenyum senang.

DISSOLVE







8. EXT. JALANAN TAWANGMANGU – SIANG
Cast : Andi, Deswita, Extras

ESTABLISH :
Pemandangan alam tawangmangu yang indah dan asri. Disekelilingnya penuh dengan kebun, sawah, dan hijaunya daun yang masih muda.

Banyak berlalu lalang kendaraan bermotor yang lebih didominasi kaum anak muda. Mereka sedang asik-asiknya berpelukan mesra.

Begitu juga yang dilakukan Andi dan Deswita. Punggung Andi dipeluk Deswita karena hawa yang dingin di atas motor.

Tak lama, Andi memberhentikan motornya lalu memarkirkan di pinggir jalan dekat perbukitan.

ANDI
“Wah ini, disini cocoknya dibuat lokasi syuting”

Deswita merentangkan kedua tangannya sambil menghirup nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya.

DESWITA
“Iya, kayaknya sesuai sama naskahmu”

Andi lalu memandangi sekelilingnya beberapa kali.

ANDI
“Ya ya, jadi ntar blocking kameranya dari sana, pemainnya di sini. Oke oke aku udah dapet gambaran”

DESWITA
(senyum)
“Jangan lupa, kamu harus memastikan persediaan listrik disini. Kita gak tau pas proses syuting, batre kamera mendadak abis”

Andi lalu memegangi dagunya sambil menganggukkan kepalanya.

DESWITA (Cont’D)
“Kamu juga harus memperhitungkan segala resikonya. Karena disini udaranya lumayan lembab, bisa bikin lensa kamera berembun trus bikin jamuran”

ANDI
“Wah iya juga ya. Trus solusinya gimana?”



DESWITA
“Aku juga belum tau. Makanya itu kita harus diskusi sama DOP kita”
Andi menangguk setuju.

ANDI
“Ya bener katamu”

Deswita mulai terlihat menggigil kedinginan.

DESWITA
“Kayaknya kita perlu nyari yang anget-anget deh. Nyari warung yuk. Sekalian kita mastiin dimana kita harus beli konsumsi buat talent sama kru kita nantinya”

ANDI
“Wah, aku gak salah milih produser nih”

DESWITA
“Biasa aja kali, yang kaya gini orang awam juga tau, haha”

Mereka kembali menaiki motor lalu bergegas pergi dari tempat itu.

FADE OUT

BEBERAPA HARI KEMUDIAN

FADE IN

9. MONTAGES

INT. KAMAR KOS ANDI – MALAM
Cast : Andi

Andi mencoba mengirim chat ke Deswita, tapi hanya diread dan tak dibales. Dia merasa heran serta kesal.

DISSOLVE

INT. LOBBY KAMPUS – PAGI
Cast : Andi, Deswita, Extras

Andi berpapasan dengan Deswita. Andi berusaha mengajak ngobrol, tapi Deswita menolak dengan alasan sibuk lalu pergi meninggalkan Andi.
DISSOLVE




EXT. TAMAN JOMBLO – SORE
Cast : Andi

Andi mencoba menelpon Deswita, tidak diangkat malah dimatikan.
FADE OUT

FADE IN

10. EXT. TEMPAT PARKIR KAMPUS - PAGI
Cast : Andi, Deswita

Andi sedang memarkirkan motornya berpapasan dengan Deswita yang baru datang juga untuk memarkirkan motor.

Andi segera menghampiri Deswita untuk meminta penjelasan.

ANDI
“Apa yang terjadi? Ada apa sama kamu? Kenapa aku merasa kamu lagi menjauhiku?”

DESWITA
(bermuka masam)
“Maaf, aku lagi sibuk”

ANDI
(heran)
“Sesibuk apa kamu sih? Cuma balas chatku masa gak bisa?”

DESWITA
(bersikap dingin)
“Emang gak bisa kok. Serius aku lagi sibuk, maaf tak tinggal dulu”

Ketika Deswita berniat pergi menjauh, Andi segera menangkap tangan Deswita.

ANDI
“Tunggu, aku minta kejelasan? Aku udah salah apa sampai kamu tiba-tiba berubah cuek kaya gitu? Apa yang udah aku lakukin? Tolong jawab? Kamu berubah total setelah kita dari TawangMangu”

DESWITA
“Tolong jangan ganggu aku sekarang, aku benar-benar sibuk. Tolong ngertiin aku”

ANDI
(kesal)
“Gimana aku ngertiin kamu?? Kalo kamu gak bilang apa-apa?! Hah?!
DESWITA
(heran)
“Kok kamu bentak aku sih?

ANDI
“Ya abisnya kamu ngeselin mbak. Gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba berubah gitu”

DESWITA
“Lepasin tanganku lepasin!”

Andi melepaskan tangan Deswita.

DESWITA (Cont’D)
“Maaf aku harus rapat TKMT sekarang”

ANDI
(kesal)
“TKMT aja yang diurusin, projek kita gimana?! Kenapa gak diurusin?!”

Deswita mulai menunjukkan mimik marahnya.

DESWITA
(kesal)
“Apa kamu bilang?! Projek kita? Perasaan itu projekmu deh. Kamu justru terlalu mentingin projek film mu. Apa kamu gak berpikir, kapan kamu mikirin jobdeskmu di sponsorship TKMT?! Mana progressmu, hah?!

Andi merasa bersalah.

DESWITA (Cont’D)
“Emangnya aku gak tau apa?! Kamu manfaatin aku biar jadi produsermu kan?! Kamu baik-baikin aku, kamu sok-sokan peduli sama aku demi projekmu kan?! Projekmu lebih penting daripada aku kan?!

Andi tertunduk diam.

DESWITA (Cont’D)
(marah)
“Kamu tau gak sih?! Aku tuh udah terlanjur sayang sama kamu. Emang salahku, aku gampang baper. Tapi teganya kamu manfaatin aku kaya gitu. Kamu suka banget ngucapin selamat tidur, udah makan belum bla bla bla, bagiku itu romantis. Tapi bagimu itu moduskan?! Jawab jujur!”

ANDI
(memelas)
“Mbak Des…”

DESWITA
“Diam! Aku gak butuh penjelasanmu. Apa kamu tau tugasku di TKMT ini sudah terlalu membebaniku. Aku gak mau hanya hal kaya gini nambah-nambahin bebanku. Apa kamu tau, dari kemarin aku sering dimarahi senior-senior TKMT bahkan kaprodi memarahiku karena aku gak becus jadi ketua TKMT!”

ANDI
(kaget)
“Kamu ketuanya? Bukankah ketuanya si desi?

DESWITA
“Lah kamu kira desi itu siapa? Desi itu ya aku. Desi witaloka, Deswita!”

ANDI
“Kan aku gatau, harusnya kan kamu bilang dari awal kalo jobdeskmu itu berat. Jadi aku gak bakal ngajak kamu jadi produserku”

DESWITA
(kesal)
“Tapi bukan berarti harus memainkan perasaanku juga kan?! Ga harus ngebuat aku jadi bawa perasaan kan? Gak harus sekedar manfaatin aku doang kan?!”

Andi menunduk lesu.

ANDI
“Maaf, maafin aku”

Deswita menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu pergi meninggalkan Andi.

Andi terduduk lemas di jok motornya. Dia berpikir keras untuk memahami kejadian yang telah terjadi menimpanya.

FADE OUT

SATU BULAN KEMUDIAN

FADE IN

11. INT. DALAM GEDUNG TEATER BESAR KAMPUS – SIANG
Cast : Deswita, Panitia TKMT, Andi, Dosen Vina dan Extras mahasiswa

Ruang teater besar disulap menjadi tempat berkumpulnya sineas-sineas film dari berbagai mahasiswa ISI seluruh Indonesia. Mereka membawa perwakilan serta membawa film terbaik dari kampusnya masing-masing untuk diputar di acara TKMT.

Beberapa orang bergilir memasuki ruang teater besar lalu duduk di tempat kursi yang sudah disediakan panitia. Suasana ruang teater semakin meriah ketika Deswita selaku ketua pelaksana TKMT memberi sambutan pembukaan yang kemudian dilanjut Rektor ISI Solo memberikan sambutannya pula.

Beberapa rundown acara sudah dilaksanakan. Lalu giliran sesi dimana film terbaik akan diputar, berdasarkan rekomendasi dari dosen Vina sang maestro penulis skenario serta sebagai dosen terbaik yang dimiliki ISI Solo.

Kemudian sebuah film diputar berjudul “JANJI SUCI DI JALAN SLAMET RIYADI”

INSERT

Ketika melihat judul tersebut, Deswita yang duduk di kursi panitia terperanjak kaget.

CUT BACK TO

Kembali dalam film itu menceritakan tentang kisah cinta dari pemuda pemudi yang menjalin janji untuk mencapai goals di jalan slamet riyadi. Mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan target bersama. Tetapi di tengah perjalanan, hubungan mereka kandas karena keegoisan masing-masing.

Setelah film tersebut diputar, sontak para penonton bertepuk tangan. Ada yang terlihat menitikkan airmata saking sedihnya. Ada yang merasa kecewa kenapa tokoh dalam film itu harus berpisah.

INSERT

Deswita makin terkejut ketika namanya tertulis di credit title film tersebut sebagai produser film. Dan sutradaranya adalah Andi.

CUT BACK TO

Kemudian tibalah waktunya sesi dimana sutradara film tersebut untuk diajak diskusi (sesi Tanya jawab)

Andi lalu berdiri di tengah-tengah panggung teater kemudian dosen Vina menghampirinya.



ANDI
“Terima kasih semuanya. Terima kasih atas apresiasinya. Film ini tidak akan bisa menyentuh hati kalian kalo saya tidak berkonsultasi sama bu Vina. Karena dia lah yang mengajariku step by step menulis skenario yang benar dan menarik”

Tepuk tangan semakin meriah.

INTERCUT

Deswita merasa terheran-heran, sebagai ketua pelaksana TKMT, dia tidak mengetahui kalo ada filmnya Andi diputar diacaranya. Lalu dia bertanya ke anggota panitia lain.

DESWITA
“Kok film itu diputar tanpa sepengetahuanku?”

PANITIA TKMT
“Itu film pilihan bu Vina. Beliau memiliki hak eksklusif memutar film pilihannya di acara TKMT. Karena dia salah satu diantara dosen penggagas acara TKMT”

CUT BACK TO

Bu Vina terlihat bahagia kemudian menepuk pundak Andi.

DOSEN VINA
“Sehebat apapun teori yang saya ajarkan ke dek Andi, kalo Andi tidak memiliki bakat, maka teori hanya akan menjadi sebuah teori. Karena Andi memang seorang film maker hebat dari ISI Solo”

Tepuk tangan dan siulan silih saut menyaut bergantian.

ANDI
“Saya juga ingin menambahkan. Tanpa bantuan dari Deswita, selaku produser di filmku ini, maka tidak mungkin film ini berjalan dengan sukses. Maka saya mohon, Deswita selaku ketua TKMT juga berkenan naik ke atas panggung”

Deswita sedikit kesal tetapi mau menuruti kemauan Andi untuk naik ke atas panggung.

DESWITA
(senyum)
“Terima kasih Andi, karena telah mengajakku menjadi produser di filmmu. Sebuah kebanggaan bisa ikut terlibat di projek filmmu”

Andi mendengar perkataan itu langsung bahagia.

ANDI
“Terima kasih kembali”

Lalu Deswita masuk ke belakang teater meninggalkan panggung lalu Andi mengikutinya.

CUT TO

12. INT. LORONG BELAKANG TEATER – SIANG
Cast : Deswita, Andi

Andi langsung memanggil Deswita.

ANDI
“Mbak Deswita, tunggu”

Deswita berhenti lalu membalikkan badan ke arah Andi.

DESWITA
“Ada apa?”

ANDI
(senyum senang)
“Aku membuat film itu demi kamu, membuat kamu bahagia”

DESWITA
(bersikap dingin)
“Makasih, tapi aku sama sekali gak merasa bahagia”

ANDI
(heran)
“Kenapa?”

DESWITA
“Aku orang yang gak gampang maafin orang yang udah bikin aku sakit hati. Sekalipun orang itu udah melakukan sesuatu yang besar buat aku, gak bakal ada pengaruhnya sama sekali”

ANDI
(memelas)
“Masa kamu gak mau maafin aku? Aku udah berubah loh sekarang. Aku udah gak gampang marah lagi, aku gak gampang egois lagi”

DESWITA
“Maaf, tekadku udah bulat. Aku gak akan merubah keputusanku. Kamu tetap masa laluku. Aku gak mau kamu hadir di kehidupanku lagi”

Andi menampakkan kekecewaan yang sangat mendalam.
Terdengar dari panggung teater besar, Dosen Vina memanggil Andi

OS DOSEN VINA
“Dek Andi, cepat kesini, sekarang sesi tanya jawab. Banyak yang ingin bertanya sama kamu”

Andi dan Deswita mendengar itu.

DESWITA
“Udah sana kembali ke panggung. Kamu ditunggu di sesi tanya jawab. Aku juga mau lanjutin tugasku, masih banyak yang harus aku urus. Selamat tinggal dek Andi, good luck for you”

Deswita meninggalkan Andi sendirian.

ANDI
“Mmh aku sudah menang, tetapi aku merasa kalah. Aku mencapai target goals ku membuat naskah trus kujadikan film menarik, tapi aku kehilangan cintaku. Aku merasa tidak berdaya, keegoisanku, kemarahanku, dan kelicikanku berujung tragis kayak gini. Ini bahan pelajaran bagiku, aku harus berubah lebih baik. Seenggaknya filmku sukses, walau aku harus kehilangan kekasihku. Ah sudahlah, mari semangat!”

Andi tersenyum lalu berjalan menuju panggung teater besar.


THE END

0 Response to "Contoh Naskah Skenario Film 12 Scene atau 15 Menit (Genre Romantis)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel