Cara Meredam Rasa Iri terhadap Keberuntungan Orang Lain

Sudah terlalu terbiasa kita iri akan kesuksesan orang lain. Rasanya tuh tidak percaya, kok bisa orang lain seberuntung itu, sedangkan diri kita selalu merasa mendapat kesialan, pikir kita.

semisal kita melihat orang lain yang bisa memiliki wajah tampan atau cantik, punya banyak uang, punya mobil, perhiasan dan lain-lain. Dalam hati kita bertanya-tanya, kok bisa mereka bisa seperti itu.

Mungkin kita iri melihat orang lain sukses dalam karirnya, pekerjaannya, mendapat jodoh yang sempurna, memiliki bayi atau anak dengan mudah.

Sebenarnya sah-sah saja jika kita iri terhadap orang lain, toh emang itu manusiawi kok. Hanya saja, sifat iri itu ada batasnya. Tidak boleh berlebihan, karena akan membawa ke dalam sifat kedengkian. Bisa saja karena iri dengki kita akan gelap mata lalu melakukan sesuatu perbuatan tercela. Misalnya ingin menghancurkan kesuksesan orang lain, atau mencuri barang-barang milik orang lain.

Begini, saya akan menjelaskan bahwa sebenarnya orang lain yang mendapatkan keberuntungan itu tidak 100 % seberuntung itu, dalam pikiran kita. Mereka itu tidak sebahagia apa yang kita lihat. Begitupun sebaliknya, jika ada orang yang mengalami kerugian, pun juga mereka tidak separah yang kita kira.
Sudah terlalu terbiasa kita iri akan kesuksesan orang lain. Rasanya tuh tidak percaya, kok bisa orang lain seberuntung itu, sedangkan diri kita selalu merasa mendapat kesialan, pikir kita.    semisal kita melihat orang lain yang bisa memiliki wajah tampan atau cantik, punya banyak uang, punya mobil, perhiasan dan lain-lain. Dalam hati kita bertanya-tanya, kok bisa mereka bisa seperti itu.     Mungkin kita iri melihat orang lain sukses dalam karirnya, pekerjaannya, mendapat jodoh yang sempurna, memiliki bayi atau anak dengan mudah.     Sebenarnya sah-sah saja jika kita iri terhadap orang lain, toh emang itu manusiawi kok. Hanya saja, sifat iri itu ada batasnya. Tidak boleh berlebihan, karena akan membawa ke dalam sifat kedengkian. Bisa saja karena iri dengki kita akan gelap mata lalu melakukan sesuatu perbuatan tercela. Misalnya ingin menghancurkan kesuksesan orang lain, atau mencuri barang-barang milik orang lain.    Begini, saya akan menjelaskan bahwa sebenarnya orang lain yang mendapatkan keberuntungan itu tidak 100 % seberuntung itu, dalam pikiran kita. Mereka itu tidak sebahagia apa yang kita lihat. Begitupun sebaliknya, jika ada orang yang mengalami kerugian, pun juga mereka tidak separah yang kita kira.      Tau gak? setiap dari kita mendapatkan sesuatu, maka kita juga akan kehilangan sesuatu. Dan jika mengalami kerugian, kita pun akan mendapat keberuntungan, bisa dikatakan dalam waktu yang bersamaan.    Tau gak ada ayat dalam Al-quran Surat Al-Insyirah Ayat 5-6, Allah berfirman :    Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan   Lah kok bisa? gini loh penjelasannya.    Contoh Seorang Fulan bisa membeli mobil keren, dimana kita berpikir "Wow beruntung banget ya, kok aku gak bisa ya?"    Ets tunggu dulu kawan, jangan iri dulu. Kamu coba deh berpikir, kira-kira si Fulan, kehilangan atau mengorbankan apa ? coba tebak. Yes, tentu dia akan merelakan uangnya untuk membeli mobil, terlebih jika membeli mobilnya menggunakan sistem kredit. Tau kan? gimana susahnya membayar cicilan kredit tiap bulannya?. Dulu sebelum kredit mobil, uang sisa gajian tiap bulan bisa buat jajan atau traveling, tapi setelah beli mobil, harus bersusah payah untuk menabung bayar kredit. Berusaha mencari uang tambahan, sampai lupa waktu, tidak ada sisa waktu untuk santai. Beli bensin, perbaikan kerusakan atau service mobil. Belum lagi tiap malam, sedikit was-was dalam hati, apakah aman mobil di garasi, apakah tidak kena maling, dan lain-lain.    Jadi seperti itulah kira-kira pengorbanan setelah mendapatkan sesuatu.    Mungkin juga kita iri melihat orang lain mendapat jodoh yang keliatan sempurna, punya segalanya. Eits, kita kan gatau apa kehilangan mereka. Tentu mereka akan kehilangan waktu santai seperti jaman ketika single, harus berpikir mengatur ekonomi, dan segala macam urusan rumah tangga. Juga membantu membayar hutang atau cicilan pasangannya. Atau juga harus siap tahan mental dan jiwa jika pasangannya ternyata galaknya minta ampun.    Bisa juga iri melihat orang lain yang bisa dengan mudah melahirkan bayi, sedangkan kamu, maaf, mandul. Tapi ingat, mereka juga kehilangan waktu santainya, harus berani kena bau pipis maupun pup bayi, harus rela bangun malem karena bayinya nangis, harus beli susu, popok dan lain-lain.    Ya, begitulah keadaanya, karena tidak seperti yang kamu bayangkan orang lain seberuntung itu.    Cobalah berpikir bahwa mereka bisa mendapatkan sesuatu hal, pun pula mereka tidak bisa mendapatkan sesuatu hal kita punya. Kita punya waktu luang, bisa jadi mereka tidak. Kita bisa hidup nyaman bebas penyakit, belum tentu mereka punya. Dan semua keberuntungan atau kerugian lainnya.    Ayo kawan, semangat!

Tau gak? setiap dari kita mendapatkan sesuatu, maka kita juga akan kehilangan sesuatu. Dan jika mengalami kerugian, kita pun akan mendapat keberuntungan, bisa dikatakan dalam waktu yang bersamaan.

Tau gak ada ayat dalam Al-quran Surat Al-Insyirah Ayat 5-6, Allah berfirman :

Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan

Lah kok bisa? gini loh penjelasannya.

Contoh Seorang Fulan bisa membeli mobil keren, dimana kita berpikir "Wow beruntung banget ya, kok aku gak bisa ya?"

Ets tunggu dulu kawan, jangan iri dulu. Kamu coba deh berpikir, kira-kira si Fulan, kehilangan atau mengorbankan apa ? coba tebak. Yes, tentu dia akan merelakan uangnya untuk membeli mobil, terlebih jika membeli mobilnya menggunakan sistem kredit. Tau kan? gimana susahnya membayar cicilan kredit tiap bulannya?. Dulu sebelum kredit mobil, uang sisa gajian tiap bulan bisa buat jajan atau traveling, tapi setelah beli mobil, harus bersusah payah untuk menabung bayar kredit. Berusaha mencari uang tambahan, sampai lupa waktu, tidak ada sisa waktu untuk santai. Beli bensin, perbaikan kerusakan atau service mobil. Belum lagi tiap malam, sedikit was-was dalam hati, apakah aman mobil di garasi, apakah tidak kena maling, dan lain-lain.

Jadi seperti itulah kira-kira pengorbanan setelah mendapatkan sesuatu.

Mungkin juga kita iri melihat orang lain mendapat jodoh yang keliatan sempurna, punya segalanya. Eits, kita kan gatau apa kehilangan mereka. Tentu mereka akan kehilangan waktu santai seperti jaman ketika single, harus berpikir mengatur ekonomi, dan segala macam urusan rumah tangga. Juga membantu membayar hutang atau cicilan pasangannya. Atau juga harus siap tahan mental dan jiwa jika pasangannya ternyata galaknya minta ampun.

Bisa juga iri melihat orang lain yang bisa dengan mudah melahirkan bayi, sedangkan kamu, maaf, mandul. Tapi ingat, mereka juga kehilangan waktu santainya, harus berani kena bau pipis maupun pup bayi, harus rela bangun malem karena bayinya nangis, harus beli susu, popok dan lain-lain.

Ya, begitulah keadaanya, karena tidak seperti yang kamu bayangkan orang lain seberuntung itu.

Cobalah berpikir bahwa mereka bisa mendapatkan sesuatu hal, pun pula mereka tidak bisa mendapatkan sesuatu hal kita punya. Kita punya waktu luang, bisa jadi mereka tidak. Kita bisa hidup nyaman bebas penyakit, belum tentu mereka punya. Dan semua keberuntungan atau kerugian lainnya.

Ayo kawan, semangat!

0 Response to "Cara Meredam Rasa Iri terhadap Keberuntungan Orang Lain"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel