Cara Mendapatkan Bantuan Yang Tak Terduga (Keberuntungan)

 Seberapa sering kamu kena masalah? Dan seberapa sering bantuan yang tak terduga menghampiri? Atau kamu malah menganggap jika kamu dihadapkan masalah, tidak ada bantuan sama sekali yang menolongmu? Terus kamu menganggap Allah s.w.t tidak memberi solusi? Kamu itu salah besar. Jika kamu menggunakan Logika akalmu yang jernih serta hati / iman yang bersih, maka kamu akan mengatakan bahwa bantuan yang tak terduga itu selalu muncul disaat kamu ditimpa masalah.   Bagaimana caranya agar Allah s.w.t suka menolong kita dengan mendatangkan bantuan yang tak terduga ketika kita punya masalah? Kamu mau tau? Sebenernya simple banget jawabnya. Laksanakan perintahnya jauh larangannya. Tapi susah ya bro, emang bener aku juga berpikiran begitu. Tetapi begini loh, bukannya kewajiban itu bukan hanya ketika kita kena masalah doank? Bukankah ketika kita mendapatkan kesenangan juga wajib menjalankan perintah dan larangan-Nya?.   Misal gini nih, kamu kena masalah terus kamu tidak tahu apa yang harus kamu perbuat? Gampang banget nih aku kasih tau caranya. Ketika kamu kena masalah bahkan sangat tiba-tiba yang mengharuskan saat itu terselesaikan. Maka ingatlah Allah s.w.t sebutkan namanya dihatimu didalam hati, ingat! Didalam hatimu. Jangan pake suara kaya orang komat kamit. Nanti yang ada kamu malah gugup dan seakan-akan kamu tidak mampu menghadapi masalah itu. Harusnya kalau kaya gitu didalam hati aja, tampilan luar kita bersikaplah tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa tetapi tetap gunakan otakmu untuk memikirkan jalan keluar. Hatimu tetap memanjatkan nama Allah yang maha sempurna. Bersikaplah tenang tidak gugup maupun grogi. Jangan spontan mengambil keputusan dan berpikirlah berulang-ulang, berdzikir didalam hati. Ucapkan segala sesuatu jika masalahmu berurusan dengan orang lain yang mengharuskan menggunakan komunikasi.    Dan tentu saja sebelum kejadian apapun itu, disetiap solatmu berdoalah dengan mengatakan “Ya Allah luaskan dan perbanyakkanlah rejeki kami, rejeki orangtua kami, saudara kami, dan umat muslim dari segala setiap penjuru dari perbendaharaan riskimu. Dari rejeki yang disangka-sangka maupun yang tidak terduka. Dan berilah kami kebaikan dunia maupun akhirat.” Atau intinya kamu berdoa untuk keselamatanmu dan juga umat muslim. Jadi jangan angkuh dan pelit, kog berdoa untuk dirimu sendiri ama keluargamu doang? Kenapa umat muslim yang lain tidak kamu doakan? Asal tau aja ya, orang-orang muslim yang tingkat keimanannya tinggi itu mereka tidak pelit dalam berdoa. Mereka selalu mendoakan umat muslim yang lain untuk ampunan dosa dan keluasan rejekinya. Dan tentu saja doa-doa mereka mustajab yang tentu bagi orang yang suka mendoakan orang lainpun akan kecipratan doa kebaikan tersebut.   Pengalamanku   Waktu itu aku lagi didepnaker (departemen tenaga kerja) mau bikin kartu kuning (sekarang warnanya kok putih ya kertasnya haha). Nah kemudian diharuskan untuk memfotocopy kartu kuning itu yang nantinya hasil foto copyannya akan diberi cap legalisir. Eh ndilalahnya, mati listrik yang ngebuat mesin fotocopyan ga ada yang berfungsi. Ada 2 perempuan lainnya yang juga sedang membuat kartu kuning dan harus memfotocopy kartu tersebut. Akhirnya kami memutuskan untuk keluar mencari kios fotocopy yang listriknya engga mati. Berhubung aku cwo sendiri, maka aku yang mencarinya pake motor disertai seorang perempuan yang baru kukenal di depnaker (haha baru kenal kok udah boncengan bareng). Dalam hatiku sudah memperingatkanku agar si perempuan tadi disuruh pake helm, tetapi karena waktu itu entah mengapa aku abaikan suara hatiku. Nah pas diperempatan jalan, aku kena tilang lalu digiring ke pos polisi deket perempatan tadi. Ya iyalah secara perempuan tadi ga pake helm. Akhirnya biasa polisi minta duit pelicin, karena dendanya ada dua yaitu ga pake helm ama ga ada sim, jadi harus pake uang damai sebesar seratus enam puluh ribu. Aduh mampus, mana aku Cuma bawah duit 39 rebu doank. Tetapi kemudian aku inget Allah s.w.t, yaitu bersikap tenang dan berdzikir kepada Allah s.w.t. nah langsung aku praktekin donk, didalam hati aku memanjatkan nama-Nya. Dengan bersikap tenang tetapi ya agak grogi tetapi sekuat mungkin agar tidak gugup. Aku berusaha berkomunikasi dengan polisi tersebut agar diberi keringanan. Haha si pak polisi ampe jengkel sendiri, secara aku terus terusan minta keringan mulu sedangkan pak polisi nolak mulu. Eh dia malah marah nyuruh aku keluar pos, otomatis aku menang donk. Nah bantuan Allah s.w.t tidak sampai disitu aja, ada dua orang yang kenal sama aku karena mereka itu temen orangtuaku. Wuih manteb kan? Aku dikasih tau bahwa si pak polisi tadi satu kampung sama aku. (yaelah kog aku ga kenal? Mungkin karena aku anak rumahan kali ya haha? Ga juga!). ya akhirnya saya masuk pos lagi bilang kalau aku dari desa yang sama. Akhirnya aku diberi keringanan disuruh bayar seratus, nah berhubung ga ada duit, salah satu orang tadi ngasih bantuan lima puluh rebu. Ditambah duit dari perempuan tadi dua puluh ditambah punyaku tiga puluh rebu. Nah selesai urusan, aku balik donk ke depnaker dengan tangan hampa. Fotocopyan ga selesai eh malah kena tilang. Akhirnya dua cewek tadi bergantian mencari kios fotocopyan yang akhirnya dapet fotocopyannya juga walau jauh. Aku dikasih tiga puluh rebu lagi ama tuh cewek, terus fotocopyannya juga gratis. Kalau kasat mata ya jelas, duitku ga berkurang sama sekali. Bahkan dapet fotocopyannya juga gratis dibayarin. Tetapi yang aku pikirin tuh ya duit orang tadi yang aku pinjem lima puluh rebu itu haha, gimana caranya balikin ya? Takutnya kalau orang tadi itu bilang sama bapakku soal kena tilang gara-gara boncengan ama cewek ga pake helm. Tar dikiranya aku pacaran lagi, padahal kan aku lagi bikin kartu kuning. Haha aduh kepikiran dah....

Seberapa sering kamu kena masalah? Dan seberapa sering bantuan yang tak terduga menghampiri? Atau kamu malah menganggap jika kamu dihadapkan masalah, tidak ada bantuan sama sekali yang menolongmu? Terus kamu menganggap Allah s.w.t tidak memberi solusi? Kamu itu salah besar. Jika kamu menggunakan Logika akalmu yang jernih serta hati atau iman yang bersih, maka kamu akan mengatakan bahwa bantuan yang tak terduga itu selalu muncul disaat kamu ditimpa masalah.

Bagaimana caranya agar Allah s.w.t suka menolong kita dengan mendatangkan bantuan yang tak terduga ketika kita punya masalah? Kamu mau tau? Sebenernya simple banget jawabnya. Laksanakan perintahnya jauh larangannya. Tapi susah ya bro, emang bener aku juga berpikiran begitu. Tetapi begini loh, bukannya kewajiban itu bukan hanya ketika kita kena masalah doank? Bukankah ketika kita mendapatkan kesenangan juga wajib menjalankan perintah dan larangan-Nya?.

Misal gini nih, kamu kena masalah terus kamu tidak tahu apa yang harus kamu perbuat? Gampang banget nih aku kasih tau caranya. Ketika kamu kena masalah bahkan sangat tiba-tiba yang mengharuskan saat itu terselesaikan. Maka ingatlah Allah s.w.t sebutkan namanya di hatimu di dalam hati, ingat! di dalam hatimu. Jangan pake suara kaya orang komat kamit. Nanti yang ada kamu malah gugup dan seakan-akan kamu tidak mampu menghadapi masalah itu. Harusnya kalau kaya gitu di dalam hati aja, tampilan luar kita bersikaplah tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa tetapi tetap gunakan otakmu untuk memikirkan jalan keluar. Hatimu tetap memanjatkan nama Allah yang maha sempurna. Bersikaplah tenang tidak gugup maupun grogi. Jangan spontan mengambil keputusan dan berpikirlah berulang-ulang, berdzikir di dalam hati. Ucapkan segala sesuatu jika masalahmu berurusan dengan orang lain yang mengharuskan menggunakan komunikasi.

Dan tentu saja sebelum kejadian apapun itu, disetiap solatmu berdoalah dengan mengatakan “Ya Allah luaskan dan perbanyakkanlah rejeki kami, rejeki orangtua kami, saudara kami, dan umat muslim dari segala setiap penjuru dari perbendaharaan riskimu. Dari rejeki yang disangka-sangka maupun yang tidak terduka. Dan berilah kami kebaikan dunia maupun akhirat.” Atau intinya kamu berdoa untuk keselamatanmu dan juga umat muslim. Jadi jangan angkuh dan pelit, kok berdoa untuk dirimu sendiri ama keluargamu doang? Kenapa umat muslim yang lain tidak kamu doakan? Asal tau aja ya, orang-orang muslim yang tingkat keimanannya tinggi itu mereka tidak pelit dalam berdoa. Mereka selalu mendoakan umat muslim yang lain untuk ampunan dosa dan keluasan rejekinya. Dan tentu saja doa-doa mereka mustajab yang tentu bagi orang yang suka mendoakan orang lainpun akan kecipratan doa kebaikan tersebut.

Pengalamanku

Waktu itu saya lagi di Depnaker (Departemen tenaga kerja) mau bikin kartu kuning (sekarang warnanya kok putih ya kertasnya haha). 

Nah kemudian diharuskan untuk memfotocopy kartu kuning itu yang nantinya hasil foto copyannya akan diberi cap legalisir. Eh ndilalahnya, mati listrik yang ngebuat mesin fotocopyan Tidak ada yang berfungsi. 

Ada 2 perempuan lainnya yang juga sedang membuat kartu kuning dan harus memfotocopy kartu tersebut. Akhirnya kami memutuskan untuk keluar mencari kios fotocopy yang listriknya tidak mati. Berhubung aku cwo sendiri, maka aku yang mencarinya pake motor disertai seorang perempuan yang baru kukenal di Depnaker (haha baru kenal kok udah boncengan bareng). Dalam hatiku sudah memperingatkanku agar si perempuan tadi disuruh pake helm, tetapi karena waktu itu entah mengapa aku abaikan suara hatiku.

Nah pas di perempatan jalan, aku kena tilang lalu digiring ke pos polisi deket perempatan tadi. Ya iyalah secara perempuan tadi gak pake helm. Akhirnya biasa polisi minta duit pelicin, karena dendanya ada dua yaitu gak pake helm ama gak ada sim, jadi harus pake uang damai sebesar seratus enam puluh ribu. Aduh mampus, mana aku cuma bawah duit 39 rebu doank. 

Tetapi kemudian aku inget Allah s.w.t, yaitu bersikap tenang dan berdzikir kepada Allah s.w.t. Nah langsung aku praktekin donk, di dalam hati aku memanjatkan nama-Nya. Dengan bersikap tenang tetapi ya agak grogi tetapi sekuat mungkin agar tidak gugup. 

Aku berusaha berkomunikasi dengan polisi tersebut agar diberi keringanan. Haha si pak polisi ampe jengkel sendiri, secara aku terus terusan minta keringan mulu, sedangkan pak polisi nolak mulu. Eh dia malah marah nyuruh aku keluar pos, otomatis aku menang donk. 

Nah bantuan Allah s.w.t tidak sampai disitu aja, ada dua orang yang kenal sama aku karena mereka itu temen orangtuaku. Wuih manteb kan? Aku dikasih tau bahwa si pak polisi tadi satu kampung sama aku. (yaelah kok aku gak kenal? Mungkin karena aku anak rumahan kali ya haha? Ga juga!). 

Ya akhirnya saya masuk pos lagi bilang kalau aku dari desa yang sama. Akhirnya aku diberi keringanan disuruh bayar seratus, nah berhubung gak ada duit, salah satu orang tadi ngasih bantuan lima puluh rebu. Ditambah duit dari perempuan tadi dua puluh ditambah punyaku tiga puluh rebu.

Nah selesai urusan, aku balik donk ke Depnaker dengan tangan hampa. Fotocopyan gak selesai eh malah kena tilang. Akhirnya dua cewek tadi bergantian mencari kios fotocopyan yang akhirnya dapet fotocopyannya juga walau jauh. Aku dikasih tiga puluh rebu lagi ama tuh cewek, terus fotocopyannya juga gratis. Kalau kasat mata ya jelas, duitku gak berkurang sama sekali. Bahkan dapet fotocopyannya juga gratis dibayarin. Tetapi yang aku pikirin tuh ya duit orang tadi yang aku pinjem lima puluh rebu itu haha, gimana caranya balikin ya? Takutnya kalau orang tadi itu bilang sama bapakku soal kena tilang gara-gara boncengan ama cewek gak pake helm. Nanti dikiranya aku pacaran lagi, padahal kan aku lagi bikin kartu kuning. Haha aduh kepikiran dah....

Beberapa bulan kemudian, orang yang meminjamkan saya uang, datang ke rumah dan menagih uangnya, haha. Maklum saya teledor sampai melupakan punya hutang sama orang baik itu.

0 Response to "Cara Mendapatkan Bantuan Yang Tak Terduga (Keberuntungan)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel