Cara Membuat Tokoh Karaktek Dalam Cerita

Di dalam sebuah cerita tentunya ada beberapa karakter yang memainkan peran sehingga terciptalah sebuah drama. Ada yang berperan Protagonis adapula yang berperan Antagonis.

Banyak yang mengira tokoh Protagonis selalu identik dengan tokoh baik dan Antagonis itu tokoh jahat. Sebenarnya pendapat semacam itu tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Karena tidak mesti peran Antagonis itu seorang penjahat. Bisa saja tokoh Antagonis itu hanya memperlambat atau menghalangi peran Protagonis dalam mencapai tujuannya. 

Di dalam sebuah cerita tentunya ada beberapa karakter yang memainkan peran sehingga terciptalah sebuah drama. Ada yang berperan Protagonis adapula yang berperan Antagonis.   Banyak yang mengira tokoh Protagonis selalu identik dengan tokoh baik dan Antagonis itu tokoh jahat. Sebenarnya pendapat semacam itu tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Karena tidak mesti peran Antagonis itu seorang penjahat. Bisa saja tokoh Antagonis itu hanya memperlambat atau menghalangi peran Protagonis dalam mencapai tujuannya.   Contohnya ceritanya begini, mahasiswa cowok dan cewek yang ingin membuat film bersama. Selama proses praproduksi mereka terlibat asmara. Namun ditengah perjalanan, gara-gara keegoisan masing-masing mereka akhirnya putus cinta dan saling membenci lalu berujung berhentinya projek film bersama. Pada akhirnya, cowok tersebut berhasil membuat film, tetapi dia tetap gagal mendapatkan kembali cintanya.   Catatan : Tokoh Protagonisnya Cowok dan Tokoh Antagonisnya cewek.   Dari cerita diatas apakah menggambarkan seorang tokoh Antagonisnya adalah penjahat? Tentu saja tidak. Karena cewek dalam cerita di atas adalah seorang pacar atau gebetan dari si cowok dan bukan musuh. Hanya saja, si cowok mengalami depresi dan mengalami hambatan berat untuk mencapai keinginannya disebabkan kisah cinta mereka tidak berjalan mulus.   Kemudian ada juga karakter tokoh pembantu. Tentu saja ada dua macam, yakni pembantu Protagonis maupun pembantu Antagonis.   Ada tiga macam karakter atau tokoh pembantu, yaitu   Karakter pendukung, tokoh yang selalu membantu atau mensupport para tokoh utama baik Protagonis maupun antagonis.   Karakter Reflektif atau penyampai, yaitu sesuatu atau karakter yang diciptakan secara khusus untuk menyampaikan keinginan tokoh utama. Misalnya menulis di diary, blog, atau catatan pribadi, curhat kepada teman, atau berbicara sendiri. Bahkan juga kerabat atau sahabat dari tokoh utama yang memiliki sifat introvert atau pendiam.   Karakter kocak atau komedi, karakter satu ini adalah karakter yang harus ada disetiap film-film bertemakan kesedihan. Kenapa? Karena karakter tersebut akan membuat suasana cair, tidak membuat sepanjang film penuh drama. Penonton pun ingin sesuatu yang melegakan, tidak disuguhi dengan scene-scene melodrama terus-menerus.

Contohnya ceritanya begini, mahasiswa cowok dan cewek yang ingin membuat film bersama. Selama proses praproduksi mereka terlibat asmara. Namun ditengah perjalanan, gara-gara keegoisan masing-masing mereka akhirnya putus cinta dan saling membenci lalu berujung berhentinya projek film bersama. Pada akhirnya, cowok tersebut berhasil membuat film, tetapi dia tetap gagal mendapatkan kembali cintanya.

Catatan : Tokoh Protagonisnya Cowok dan Tokoh Antagonisnya cewek.

Dari cerita diatas apakah menggambarkan seorang tokoh Antagonisnya adalah penjahat? Tentu saja tidak. Karena cewek dalam cerita di atas adalah seorang pacar atau gebetan dari si cowok dan bukan musuh. Hanya saja, si cowok mengalami depresi dan mengalami hambatan berat untuk mencapai keinginannya disebabkan kisah cinta mereka tidak berjalan mulus.

Kemudian ada juga karakter tokoh pembantu. Tentu saja ada dua macam, yakni pembantu Protagonis maupun pembantu Antagonis.

Ada tiga macam karakter atau tokoh pembantu, yaitu

Karakter pendukung, tokoh yang selalu membantu atau mensupport para tokoh utama baik Protagonis maupun antagonis.

Karakter Reflektif atau penyampai, yaitu sesuatu atau karakter yang diciptakan secara khusus untuk menyampaikan keinginan tokoh utama. Misalnya menulis di diary, blog, atau catatan pribadi, curhat kepada teman, atau berbicara sendiri. Bahkan juga kerabat atau sahabat dari tokoh utama yang memiliki sifat introvert atau pendiam.

Karakter kocak atau komedi, karakter satu ini adalah karakter yang harus ada disetiap film-film bertemakan kesedihan. Kenapa? Karena karakter tersebut akan membuat suasana cair, tidak membuat sepanjang film penuh drama. Penonton pun ingin sesuatu yang melegakan, tidak disuguhi dengan scene-scene melodrama terus-menerus.

0 Response to "Cara Membuat Tokoh Karaktek Dalam Cerita"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel