Cara Membuat Buku atau Novel Sendiri (Indie)

Kali ini Saya mau ngasih tips langkah-langkah membuat buku atau novel sendiri. Yang bakalan Saya jelasin cara-caranya ini sesuai sama apa yang sudah Saya Lakukan. Segala langkah-langkah membuat buku atau novel, bener-bener menggunakan teknik yang udah Saya terapin sendiri. Jadi begitu banyak memakai logika atau rasional. Bukan hanya sekedar omong kosong belaka.

Kali ini Saya mau ngasih tips langkah-langkah membuat buku atau novel sendiri. Yang bakalan Saya jelasin cara-caranya ini sesuai sama apa yang sudah Saya Lakukan. Segala langkah-langkah membuat buku atau novel, bener-bener menggunakan teknik yang udah Saya terapin sendiri. Jadi begitu banyak memakai logika atau rasional. Bukan hanya sekedar omong kosong belaka.      PERTAMA Pikirin dulu deh tujuan kamu mau menulis buku atau novel itu buat apa? Apa karena pengin jadi penulis profesional? Apa pengin cuman terkenal? Apa pengin cuman nyalurin bakat tanpa menginginkan lebih dari itu? Atau sebagai batu loncatan buat menuju karir yang diinginkan?   Sebenernya gini bro, segala sesuatu itu akan bisa sukses tergantung apa tujuan serta maksud dari melakukan sesuatu tersebut. Misalkan, tujuanmu menulis buku atau novel itu buat menginspirasi banyak orang. Begitu banyak ilmu pengetahuan serta hal-hal positif yang terkandung di bukumu, Maka percaya deh buku atau novelmu akan sukses besar. Biasanya emang kaya gitu, kalo tujuannya banyak buat manfaat untuk orang lain, pasti bakalan dimudahkan.   Dan terkadang jika tujuan membuat buku atau novel, hanya untuk mencari ketenaran semata tanpa menyusupi ilmu-ilmu yang berguna untuk sesama, kebanyakan akan gagal. Jadi menurutku, Jika mau bikin buku atau novel, niatkan tekad serta tujuanmu itu untuk menginspirasi banyak orang. Memberikan ilmu pengetahuan yang kamu punya. Lagian juga seandainya kita sudah tidak ada di dunia fana ini, berhubung kita udah nyebarin ilmu yang bermanfaat lewat buku atau novel kita, otomatis pahala kita akan bertambah mengalir terus menerus. Salah satu amalan yang tak akan terputus pahalanya adalah menyebarkan ilmu yang bermanfaat.   KEDUA Lebih baik membuat buku atau novel itu sesuai dengan karakter atau minat serta bakatmu. Jika bakatmu sebagai seorang pebisnis, mending bikin buku tata cara berbisnis. Jika bakatmu seni musik, tari, audio visual mending bikin buku tutorial atau novel cerita. Karena apa? Kalo bikin sesuatu itu sesuai dengan bakat serta minat, dijamin pas proses pengerjaan proyek buku atau novel enggak bakalan ngalamin kebuntuan atau kemalasan.   Banyak kok orang yang suka berhenti menulis cerita, karena ya itu mereka terlalu menulis tentang keinginan pasar tanpa menyadari keterbatasan akan ilmunya. Yang padahal seandainya saja ada orang berpendidikan sebagai guru atau dosen. Bisa saja dia menulis tentang tata cara menjadi murid yang baik, atau menulis cerita novel tentang kegigihan menjadi seorang guru atau dosen.   Tapi sayangnya banyak orang, yang apapun bakatnya itu tidak digunakan pas dalam pembuatan tema novelnya. Mereka lebih mengangkat tema percintaan picisan. Inget bro, percintaan picisan itu sudah terlalu mainstream untuk dijadikan tema utama. Bosen sudah banyak kisah percintaan yang sudah menjamur di buku atau novel manapun. Pembaca menginginkan sesuatu yang beda. Misalkan tema tentang fantasi ala kerajaan-kerajaan nusantara. Namun tetap diselipkan juga kisah cinta romantis, kan masih bisa. Jadi, buatlah sesuatu itu yang jarang dipikirkan orang lain. Dan sebaiknya sesuai dengan kemampuan yang sudah dimiliki.   KETIGA Setelah kamu udah nentuin tema apa yang mau kamu tulis, mendingan dulu kamu perbanyak membaca buku atau novel yang sejenis dengan tema yang akan kamu angkat. Jika kamu mengangkat tema Fantasi, berarti cocoknya kamu banyakin baca novel Harry Potter, LOTR, trus juga Gajah Mada karya Langit Kresna. Itu semua akan memberikanmu gambaran bagaimana cara para penulis menceritakan kisah karangan mereka. Sebagai acuan gaya bahasa yang akan kamu olah di tulisanmu nanti.   Setelah itu, jangan lupa banyakin juga mencari berbagai informasi penting seputar yang sedang atau telah terjadi. Trus jangan lupa, baca buku tentang Agama, Filsafat / Filosofi, Psikologi, Sastra. Dijamin deh, nanti bukumu kaya akan ilmu-ilmu yang bermanfaat.   Jika kamu mempelajari ilmu agama, maka kamu bisa menyelipkan ilmu agamamu supaya kamu menyebarkan ilmu yang bermanfaat. Jika kamu tau ilmu filsafat serta filosofi, maka kamu akan mudah membuat buku atau novel yang sangat sarat akan ilmu rasional atau logika. Sehingga pembaca pun enggak akan protes karena setiap apa yang kamu tulis itu mengandung makna yang logis. Atau malah bisa membuat para pembaca penasaran serta berusaha menguras otak pikiran mereka ketika membaca buku atau novelmu yang kaya akan hal-hal filosofi, pembaca novel sangat menyukai itu.   Jika kamu tau ilmu psikologi, kamu bisa menyelipkan ilmu-ilmu yang berguna untuk kebaikan. Misalnya kamu membuat cerita yang ada peristiwa pertengkaran. Trus kamu membuat seorang karakter yang biasa melerai segala pertengkaran. Maka kamu bisa menggunakan ilmu psikologimu untuk mempertegas karakter yang ada di buku atau novelmu. Sama saja kamu juga mencontohkan kepada pembaca tata cara melerai orang yang bertengkar dengan pendekatan psikologi. Ilmu sastra, tentu saja untuk memperindah tutur bahasa yang baik dalam penulisan gaya bahasa buku atau novelmu.   Dan jangan lupa, Ilmu pendidikan yang telah kamu dapatkan dari sekolah SD hingga SMA atau sampai kuliah. Masukin aja yang bener-bener penting ke dalam tulisanmu. Ketimbang ilmu pengetahuan itu tidak digunakan, mending sebarin aja apa yang telah kita pelajari.   KEEMPAT Cari inspirasi tentang bagaimana alur cerita apa yang akan kamu tulis. Biasanya jika memang sudah bakat menulis, ngeliat benda apapun aja bisa menjadi inspirasi. Entah kenapa bisa kaya gitu, itu juga yang kadang Saya suka bingung.   Kalo kamu memang termasuk punya bakat menulis, cuman ngeliat sesuatu aja itu bisa menjadi sumber ide. Misalkan, hanya ngeliat gambar aja. Langsung otak sudah merangkai segala alur cerita. Jadi seandainya, ada seseorang yang terlalu lama memandangi sesuatu, biasanya orang tersebut adalah penulis terhebat. Dengan hanya melihat sesuatu benda apa saja bisa mengalir ide-ide. Tapi inget belum tentu semua orang yang ngeliatin sesuatu itu termasuk penulis hebat. Bisa saja dia lagi bengong ngelamun, atau jangan-jangan orang yang enggak waras. Yang bikin beda, Penulis hebat itu terletak dari tatapan yang terlalu lama memandang benda bakalan menggerakan bola matanya menyelusuri segala isi gambar atau benda yang dilihatnya. Dengan kata lain, dia enggak bengong. Kalo orang bengong kan tatapannya kosong.   Trus jika memang kamu tidak bisa mendapatkan dari cara seperti yang Saya tulis di atas. Ada kok cara yang paling ampuh dan gampang, yaitu ide dari mimpi. Ya mimpi itu bener-bener sumber ide yang sangat mutakhir. Kamu bisa mendapatkan cerita yang diluar nalar yang bisa kamu tulis di buku atau novelmu. Dan perlu diingat, sebaik-baik cerita mimpi itu ketika bermimpi diwaktu subuh atau hampir pagi. Di jam-jam itu kita bakalan bermimpi yang memiliki alur cerita sehingga bagus buat kamu ngedapetin ide. Kalo mimpi pas jam tengah malem, itu kebanyakan mimpi yang mengandung makna, atau istilahnya ada wangsitnya. Jadi enggak menarik buat diangkat cerita, soalnya terkadang terlalu memiliki arti yang tersembunyi. Beda jika kamu bermimpi pas subuh, itu bener-bener mimpi yang memiliki alur cerita.   Bagaimana cara bisa tau itu mimpi diwaktu subuh? gampang, sebelumnya kamu bangun dulu tengah malem antara jam 2-3 dini hari. Trus kamu tidur lagi, nah kamu bakalan tahu seandainya kamu tidur kedua kalinya berarti mimpimu akan terjadi di jam-jam antara 4-5 subuh. Tapi inget ya, bangun lagi buat sholat subuh. Jangan keasyikan tidur mulu, inget sholat itu lebih baek ketimbang tidur.   KELIMA Bayangin dulu karakter-karakter yang akan kamu tulis. Sifat, sikap, kemampuan, kelemahan, keadaan fisik dalam bayangan di pikiranmu. Misal si Fulan orang baik, bertutur kata lembut, mampu melerai pertengkaran, kelemahan tak mampu untuk memaafkan orang, dan lain-lain.   KEENAM Setelah melewati langkah-langkah sebelumnya, langsung saja kamu nulis. Kalo kamu sudah bener-bener mengikuti langkah dari awal otomatis kamu enggak bakalan bingung mau nulis apa. Kebanyakan orang bingung mau nulis, karena belum siap. Enggak tau tujuan nulis buku atau novel. Enggak sesuai dengan kemampuan sendiri. Belum mencari alur ide secara keseluruhan, karena cuman ide intisarinya tanpa memikirkan secara penggambaran yang jelas.   Kalo sudah itu semua dilewati, bakalan enggak akan kebingungan. Kalo emang masih bingung, tinggal nulis aja yang kamu ketahui dulu. Enggak usah dipikirkan nulisnya berantakan tentang EYD dan bahasa. Yang penting pertama nulis apa dulu yang lagi kamu pikirkan. Biasanya kalo sudah kamu nulis, pasti ide akan berkembang dengan sendirinya. Apalagi jika kehidupanmu banyak mengalami pengalaman-pengalaman yang menaKjubkan, entah itu baik maupun buruk. Percayalah, tulisanmu kaya akan cerita yang tak akan membosankan. Makanya, kalo mau nulis itu sebisa mungkin sesuai dengan pengalaman yang telah pernah dilewati. Dan enggak harus menulis cerita kamu sebagai tokoh utama. Bisa aja kamu bikin karakter, tapi karakter itu sebagian memiliki sifat serta pengalaman yang kamu punya. Contohnya, Jika kamu pernah berkeliling nusantara. Bisa aja kamu bikin karakter orang yang selalu suka sekali bepergian dan menceritakan tempat-tempat wisata yang pernah dikunjungin.   KETUJUH Kalo novel itu enggak masalah kalo alur ceritanya mengulur panjang. Maksudnya enggak masalah kalo dari awal bab enggak langsung konflik. Tapi ya maksudnya, tetep harus ada konflik dipertengahan awalan bab. Pertama, awal bab kasih dulu alur cerita yang datar. Trus pas dipertengahannya langsung menuju konflik. Trus pas akhir bab awal langsung dampak dari konflik tadi. Bab berikutnya, alur cerita melambat lagi. Trus dipertengahan bab-bab paling tengah langsung konflik yang bener-bener klimaks kaya enggak bisa diselesaikan. Trus pas mendekati terakhir bab-bab akhir, kasih semacam jalan keluar konflik. Nah pas endingnya terserah mau kaya gimana. Mau ngegantung atau mau selesai tanpa masalah. Jika memang dari awal sudah direncanain untuk ngebuat novel bersambung, pasti di endingnya akan menggantung. Pokoknya dari awal bab kasih beberapa Teaser ( Penggoda ) biar orang makin penasaran ngebaca sampai akhir.   Trus jangan lupa, tokoh atau karakter yang bakalan banyak muncul, kasih penjelasan fisiknya dengan gamblang. Dan juga jangan memberi penjelasan fisik buat karakter yang cuman keluar sedikit sekali. Misal orang-orang yang lagi berlalu lalang di pasar. Enggak perlu di detailin perawakannya. Karena pembaca akan terbawa dan mengira karakter yang kamu jelasin fisiknya akan muncul lagi. Rekomendasi novel yang Teasingnya bener-bener bagus tuh Novel “Gajah Mada & Hamukti Palapa” karya Langit Kresna. Dari awal bener-bener membuat kita penasaran sampai ending.   KEDELAPAN Bikin judul yang mencolok mata supaya mata calon pembeli atau pembaca sakit. Eh enggak dink, maksudnya biar menarik perhatian calon pembeli. Kalo judulnya biasa-biasa aja, ya jelas enggak bakalan dilirik, apalagi mau dibeli.   Buat judul yang sesuai dengan target pasar yang jauh-jauh hari kamu bidik. Contohnya, kamu udah nentuin kalo itu novel bertemakan fantasi, atau buku berisi tutorial. Bidikan umur-umur pembaca tentu antara 17-28 tahunan. Atau usia-usia Abg labil, anak-anak SMA ama Kuliahan. Jadi bikin judul yang pas lagi booming-boomingnya sekarang. Misalkan, judul “Cewek cantik putih abu-abu”. “Anak alay jadi Anak kampus”. atau yang ekstremnya “Cewek cantik ayam abu-abu”, “Anak alay jadi ayam kampus”. hahaha mantab !!! dijamin mencolok mata calon pembaca. Eh tapi yang terakhir itu jangan dicoba dink, bahaya bisa-bisa dicekal dari peredaran. Pokoknya semenarik mungkin bikin judulnya dengan menggunakan kata-kata yang sedang booming pada waktunya.   KESEMBILAN Jangan lupa, tulisanmu yang tentunya pasti sedikit berantakan. Edit kembali, cari kata atau kalimat serta bahasa yang terlihat enggak karuan. EYD nya dibenerin lagi supaya enak dibaca oleh pembaca. Contohnya kalo menulis “di” untuk menunjukan tempat, maka harus dikasih spasi. Maksudnya kaya gini “Di Sekolah” jangan “Disekolah”. Sebisa mungkin edit sendiri aja, kalo emang butuh jasa editor buku yaudah cari aja orangnya, bisa cari lewat internet. Tapi menurutku mending edit sendiri, disamping hemat trus juga melatih kamu supaya bisa mengerti letak kesalahan penulisanmu. Jadinya kan penulisan di buku atau novel berikutnya, minimal kesalahan penulisan menjadi berkurang.   KESEPULUH Layout isi buku atau novelmu, biar keliatan lebih rapi dan jreng bagusnya. Boleh aja sih layoutnya standar aja, karena emang pembaca tuh penginnya isi dari buku atau novel itu yang menarik perhatiannya. Tapi ya juga, bukan cuman bagus ceritanya saja, tapi layout juga perlu bagus.   KESEBELAS Bikin desain cover atau sampul depan belakang semenarik mungkin. Ya tentu biar mencolok mata calon pembeli. Karena kebanyakan pembaca akan menilai dari keseluruhan cerita buku atau novel hanya melihat sampul depan belakangnya saja. Makanya ada kata-kata mutiara yang menyatakan “Don’t look book just from the cover” (Jangan melihat buku hanya dari sampulnya saja). Karena kebanyakan orang menilai sesuatu yang lain hanya melihat yang nampak saja. Jadi di buku atau novelmu ya sebaiknya bikin sampul depan belakang semenarik mungkin. Percuma saja isi buku atau cerita novelmu sudah bagus tapi covermu enggak bagus. Bagaimana para calon pembeli akan tertarik. Tapi ya perlu diingat pula, Jangan cuman covernya yang bagus tapi isi buku atau novelnya enggak bagus. Jadi harus seimbanglah cover ama isinya sama-sama menarik.   KEDUABELAS Setelah semuanya siap dan beres, buku atau novelmu segera kamu kirim ke penerbit mayor atau bisa juga di publish lewat publishing indie. Penerbit mayor tuh penerbit yang udah punya nama atau penerbit besar resmi. Contohnya Gramedia, Gagasmedia, dll.   Kalo Publishing Indie tuh penerbit secara indie jadi ya kaya kamu bikin buku sendiri tanpa dikontrak perusahaan penerbit. Semua modal biayapun kamu yang nanggung dari awal sampai akhir, bahkan sampai promo bukupun sendiri. Contohnya nulisbuku.com , bukuindie.com. (Nanti akan Saya jelaskan secara detil cara menerbitkan buku atau novel secara indie di postingan selanjutnya.)   Segini saja penjelasannya, kurang lebih nya terima kasih sudah membaca artikel saya yang panjang kali lebar ini.

PERTAMA Pikirin dulu deh tujuan kamu mau menulis buku atau novel itu buat apa? Apa karena pengin jadi penulis profesional? Apa pengin cuman terkenal? Apa pengin cuman nyalurin bakat tanpa menginginkan lebih dari itu? Atau sebagai batu loncatan buat menuju karir yang diinginkan?

Sebenernya gini bro, segala sesuatu itu akan bisa sukses tergantung apa tujuan serta maksud dari melakukan sesuatu tersebut. Misalkan, tujuanmu menulis buku atau novel itu buat menginspirasi banyak orang. Begitu banyak ilmu pengetahuan serta hal-hal positif yang terkandung di bukumu, Maka percaya deh buku atau novelmu akan sukses besar. Biasanya emang kaya gitu, kalo tujuannya banyak buat manfaat untuk orang lain, pasti bakalan dimudahkan. 

Dan terkadang jika tujuan membuat buku atau novel, hanya untuk mencari ketenaran semata tanpa menyusupi ilmu-ilmu yang berguna untuk sesama, kebanyakan akan gagal. Jadi menurutku, Jika mau bikin buku atau novel, niatkan tekad serta tujuanmu itu untuk menginspirasi banyak orang. Memberikan ilmu pengetahuan yang kamu punya. Lagian juga seandainya kita sudah tidak ada di dunia fana ini, berhubung kita udah nyebarin ilmu yang bermanfaat lewat buku atau novel kita, otomatis pahala kita akan bertambah mengalir terus menerus. Salah satu amalan yang tak akan terputus pahalanya adalah menyebarkan ilmu yang bermanfaat.

KEDUA Lebih baik membuat buku atau novel itu sesuai dengan karakter atau minat serta bakatmu. Jika bakatmu sebagai seorang pebisnis, mending bikin buku tata cara berbisnis. Jika bakatmu seni musik, tari, audio visual mending bikin buku tutorial atau novel cerita. Karena apa? Kalo bikin sesuatu itu sesuai dengan bakat serta minat, dijamin pas proses pengerjaan proyek buku atau novel enggak bakalan ngalamin kebuntuan atau kemalasan. 

Banyak kok orang yang suka berhenti menulis cerita, karena ya itu mereka terlalu menulis tentang keinginan pasar tanpa menyadari keterbatasan akan ilmunya. Yang padahal seandainya saja ada orang berpendidikan sebagai guru atau dosen. Bisa saja dia menulis tentang tata cara menjadi murid yang baik, atau menulis cerita novel tentang kegigihan menjadi seorang guru atau dosen. 

Tapi sayangnya banyak orang, yang apapun bakatnya itu tidak digunakan pas dalam pembuatan tema novelnya. Mereka lebih mengangkat tema percintaan picisan. Inget bro, percintaan picisan itu sudah terlalu mainstream untuk dijadikan tema utama. Bosen sudah banyak kisah percintaan yang sudah menjamur di buku atau novel manapun. Pembaca menginginkan sesuatu yang beda. Misalkan tema tentang fantasi ala kerajaan-kerajaan nusantara. Namun tetap diselipkan juga kisah cinta romantis, kan masih bisa. Jadi, buatlah sesuatu itu yang jarang dipikirkan orang lain. Dan sebaiknya sesuai dengan kemampuan yang sudah dimiliki.

KETIGA Setelah kamu udah nentuin tema apa yang mau kamu tulis, mendingan dulu kamu perbanyak membaca buku atau novel yang sejenis dengan tema yang akan kamu angkat. Jika kamu mengangkat tema Fantasi, berarti cocoknya kamu banyakin baca novel Harry Potter, LOTR, trus juga Gajah Mada karya Langit Kresna. Itu semua akan memberikanmu gambaran bagaimana cara para penulis menceritakan kisah karangan mereka. Sebagai acuan gaya bahasa yang akan kamu olah di tulisanmu nanti. 

Setelah itu, jangan lupa banyakin juga mencari berbagai informasi penting seputar yang sedang atau telah terjadi. Trus jangan lupa, baca buku tentang Agama, Filsafat / Filosofi, Psikologi, Sastra. Dijamin deh, nanti bukumu kaya akan ilmu-ilmu yang bermanfaat. 

Jika kamu mempelajari ilmu agama, maka kamu bisa menyelipkan ilmu agamamu supaya kamu menyebarkan ilmu yang bermanfaat. Jika kamu tau ilmu filsafat serta filosofi, maka kamu akan mudah membuat buku atau novel yang sangat sarat akan ilmu rasional atau logika. Sehingga pembaca pun enggak akan protes karena setiap apa yang kamu tulis itu mengandung makna yang logis. Atau malah bisa membuat para pembaca penasaran serta berusaha menguras otak pikiran mereka ketika membaca buku atau novelmu yang kaya akan hal-hal filosofi, pembaca novel sangat menyukai itu. 

Jika kamu tau ilmu psikologi, kamu bisa menyelipkan ilmu-ilmu yang berguna untuk kebaikan. Misalnya kamu membuat cerita yang ada peristiwa pertengkaran. Trus kamu membuat seorang karakter yang biasa melerai segala pertengkaran. Maka kamu bisa menggunakan ilmu psikologimu untuk mempertegas karakter yang ada di buku atau novelmu. Sama saja kamu juga mencontohkan kepada pembaca tata cara melerai orang yang bertengkar dengan pendekatan psikologi. Ilmu sastra, tentu saja untuk memperindah tutur bahasa yang baik dalam penulisan gaya bahasa buku atau novelmu. 

Dan jangan lupa, Ilmu pendidikan yang telah kamu dapatkan dari sekolah SD hingga SMA atau sampai kuliah. Masukin aja yang bener-bener penting ke dalam tulisanmu. Ketimbang ilmu pengetahuan itu tidak digunakan, mending sebarin aja apa yang telah kita pelajari.

KEEMPAT Cari inspirasi tentang bagaimana alur cerita apa yang akan kamu tulis. Biasanya jika memang sudah bakat menulis, ngeliat benda apapun aja bisa menjadi inspirasi. Entah kenapa bisa kaya gitu, itu juga yang kadang Saya suka bingung. 

Kalo kamu memang termasuk punya bakat menulis, cuman ngeliat sesuatu aja itu bisa menjadi sumber ide. Misalkan, hanya ngeliat gambar aja. Langsung otak sudah merangkai segala alur cerita. Jadi seandainya, ada seseorang yang terlalu lama memandangi sesuatu, biasanya orang tersebut adalah penulis terhebat. Dengan hanya melihat sesuatu benda apa saja bisa mengalir ide-ide. Tapi inget belum tentu semua orang yang ngeliatin sesuatu itu termasuk penulis hebat. Bisa saja dia lagi bengong ngelamun, atau jangan-jangan orang yang enggak waras. Yang bikin beda, Penulis hebat itu terletak dari tatapan yang terlalu lama memandang benda bakalan menggerakan bola matanya menyelusuri segala isi gambar atau benda yang dilihatnya. Dengan kata lain, dia enggak bengong. Kalo orang bengong kan tatapannya kosong. 

Trus jika memang kamu tidak bisa mendapatkan dari cara seperti yang Saya tulis di atas. Ada kok cara yang paling ampuh dan gampang, yaitu ide dari mimpi. Ya mimpi itu bener-bener sumber ide yang sangat mutakhir. Kamu bisa mendapatkan cerita yang diluar nalar yang bisa kamu tulis di buku atau novelmu. Dan perlu diingat, sebaik-baik cerita mimpi itu ketika bermimpi diwaktu subuh atau hampir pagi. Di jam-jam itu kita bakalan bermimpi yang memiliki alur cerita sehingga bagus buat kamu ngedapetin ide. Kalo mimpi pas jam tengah malem, itu kebanyakan mimpi yang mengandung makna, atau istilahnya ada wangsitnya. Jadi enggak menarik buat diangkat cerita, soalnya terkadang terlalu memiliki arti yang tersembunyi. Beda jika kamu bermimpi pas subuh, itu bener-bener mimpi yang memiliki alur cerita. 

Bagaimana cara bisa tau itu mimpi diwaktu subuh? gampang, sebelumnya kamu bangun dulu tengah malem antara jam 2-3 dini hari. Trus kamu tidur lagi, nah kamu bakalan tahu seandainya kamu tidur kedua kalinya berarti mimpimu akan terjadi di jam-jam antara 4-5 subuh. Tapi inget ya, bangun lagi buat sholat subuh. Jangan keasyikan tidur mulu, inget sholat itu lebih baek ketimbang tidur.

KELIMA Bayangin dulu karakter-karakter yang akan kamu tulis. Sifat, sikap, kemampuan, kelemahan, keadaan fisik dalam bayangan di pikiranmu. Misal si Fulan orang baik, bertutur kata lembut, mampu melerai pertengkaran, kelemahan tak mampu untuk memaafkan orang, dan lain-lain.

KEENAM Setelah melewati langkah-langkah sebelumnya, langsung saja kamu nulis. Kalo kamu sudah bener-bener mengikuti langkah dari awal otomatis kamu enggak bakalan bingung mau nulis apa. Kebanyakan orang bingung mau nulis, karena belum siap. Enggak tau tujuan nulis buku atau novel. Enggak sesuai dengan kemampuan sendiri. Belum mencari alur ide secara keseluruhan, karena cuman ide intisarinya tanpa memikirkan secara penggambaran yang jelas. 

Kalo sudah itu semua dilewati, bakalan enggak akan kebingungan. Kalo emang masih bingung, tinggal nulis aja yang kamu ketahui dulu. Enggak usah dipikirkan nulisnya berantakan tentang EYD dan bahasa. Yang penting pertama nulis apa dulu yang lagi kamu pikirkan. Biasanya kalo sudah kamu nulis, pasti ide akan berkembang dengan sendirinya. Apalagi jika kehidupanmu banyak mengalami pengalaman-pengalaman yang menaKjubkan, entah itu baik maupun buruk. Percayalah, tulisanmu kaya akan cerita yang tak akan membosankan. Makanya, kalo mau nulis itu sebisa mungkin sesuai dengan pengalaman yang telah pernah dilewati. Dan enggak harus menulis cerita kamu sebagai tokoh utama. Bisa aja kamu bikin karakter, tapi karakter itu sebagian memiliki sifat serta pengalaman yang kamu punya. Contohnya, Jika kamu pernah berkeliling nusantara. Bisa aja kamu bikin karakter orang yang selalu suka sekali bepergian dan menceritakan tempat-tempat wisata yang pernah dikunjungin.

KETUJUH Kalo novel itu enggak masalah kalo alur ceritanya mengulur panjang. Maksudnya enggak masalah kalo dari awal bab enggak langsung konflik. Tapi ya maksudnya, tetep harus ada konflik dipertengahan awalan bab. Pertama, awal bab kasih dulu alur cerita yang datar. Trus pas dipertengahannya langsung menuju konflik. Trus pas akhir bab awal langsung dampak dari konflik tadi. Bab berikutnya, alur cerita melambat lagi. Trus dipertengahan bab-bab paling tengah langsung konflik yang bener-bener klimaks kaya enggak bisa diselesaikan. Trus pas mendekati terakhir bab-bab akhir, kasih semacam jalan keluar konflik. Nah pas endingnya terserah mau kaya gimana. Mau ngegantung atau mau selesai tanpa masalah. Jika memang dari awal sudah direncanain untuk ngebuat novel bersambung, pasti di endingnya akan menggantung. Pokoknya dari awal bab kasih beberapa Teaser ( Penggoda ) biar orang makin penasaran ngebaca sampai akhir. 

Trus jangan lupa, tokoh atau karakter yang bakalan banyak muncul, kasih penjelasan fisiknya dengan gamblang. Dan juga jangan memberi penjelasan fisik buat karakter yang cuman keluar sedikit sekali. Misal orang-orang yang lagi berlalu lalang di pasar. Enggak perlu di detailin perawakannya. Karena pembaca akan terbawa dan mengira karakter yang kamu jelasin fisiknya akan muncul lagi. Rekomendasi novel yang Teasingnya bener-bener bagus tuh Novel “Gajah Mada & Hamukti Palapa” karya Langit Kresna. Dari awal bener-bener membuat kita penasaran sampai ending.

KEDELAPAN Bikin judul yang mencolok mata supaya mata calon pembeli atau pembaca sakit. Eh enggak dink, maksudnya biar menarik perhatian calon pembeli. Kalo judulnya biasa-biasa aja, ya jelas enggak bakalan dilirik, apalagi mau dibeli. 

Buat judul yang sesuai dengan target pasar yang jauh-jauh hari kamu bidik. Contohnya, kamu udah nentuin kalo itu novel bertemakan fantasi, atau buku berisi tutorial. Bidikan umur-umur pembaca tentu antara 17-28 tahunan. Atau usia-usia Abg labil, anak-anak SMA ama Kuliahan. Jadi bikin judul yang pas lagi booming-boomingnya sekarang. Misalkan, judul “Cewek cantik putih abu-abu”. “Anak alay jadi Anak kampus”. atau yang ekstremnya “Cewek cantik ayam abu-abu”, “Anak alay jadi ayam kampus”. hahaha mantab !!! dijamin mencolok mata calon pembaca. Eh tapi yang terakhir itu jangan dicoba dink, bahaya bisa-bisa dicekal dari peredaran. Pokoknya semenarik mungkin bikin judulnya dengan menggunakan kata-kata yang sedang booming pada waktunya.

KESEMBILAN Jangan lupa, tulisanmu yang tentunya pasti sedikit berantakan. Edit kembali, cari kata atau kalimat serta bahasa yang terlihat enggak karuan. EYD nya dibenerin lagi supaya enak dibaca oleh pembaca. Contohnya kalo menulis “di” untuk menunjukan tempat, maka harus dikasih spasi. Maksudnya kaya gini “Di Sekolah” jangan “Disekolah”. Sebisa mungkin edit sendiri aja, kalo emang butuh jasa editor buku yaudah cari aja orangnya, bisa cari lewat internet. Tapi menurutku mending edit sendiri, disamping hemat trus juga melatih kamu supaya bisa mengerti letak kesalahan penulisanmu. Jadinya kan penulisan di buku atau novel berikutnya, minimal kesalahan penulisan menjadi berkurang.

KESEPULUH Layout isi buku atau novelmu, biar keliatan lebih rapi dan jreng bagusnya. Boleh aja sih layoutnya standar aja, karena emang pembaca tuh penginnya isi dari buku atau novel itu yang menarik perhatiannya. Tapi ya juga, bukan cuman bagus ceritanya saja, tapi layout juga perlu bagus.

KESEBELAS Bikin desain cover atau sampul depan belakang semenarik mungkin. Ya tentu biar mencolok mata calon pembeli. Karena kebanyakan pembaca akan menilai dari keseluruhan cerita buku atau novel hanya melihat sampul depan belakangnya saja. Makanya ada kata-kata mutiara yang menyatakan “Don’t look book just from the cover” (Jangan melihat buku hanya dari sampulnya saja). Karena kebanyakan orang menilai sesuatu yang lain hanya melihat yang nampak saja. Jadi di buku atau novelmu ya sebaiknya bikin sampul depan belakang semenarik mungkin. Percuma saja isi buku atau cerita novelmu sudah bagus tapi covermu enggak bagus. Bagaimana para calon pembeli akan tertarik. Tapi ya perlu diingat pula, Jangan cuman covernya yang bagus tapi isi buku atau novelnya enggak bagus. Jadi harus seimbanglah cover ama isinya sama-sama menarik.

KEDUABELAS Setelah semuanya siap dan beres, buku atau novelmu segera kamu kirim ke penerbit mayor atau bisa juga di publish lewat publishing indie. Penerbit mayor tuh penerbit yang udah punya nama atau penerbit besar resmi. Contohnya Gramedia, Gagasmedia, dll. 

Kalo Publishing Indie tuh penerbit secara indie jadi ya kaya kamu bikin buku sendiri tanpa dikontrak perusahaan penerbit. Semua modal biayapun kamu yang nanggung dari awal sampai akhir, bahkan sampai promo bukupun sendiri. Contohnya nulisbuku.com , bukuindie.com. (Nanti akan Saya jelaskan secara detil cara menerbitkan buku atau novel secara indie di postingan selanjutnya.)

Segini saja penjelasannya, kurang lebih nya terima kasih sudah membaca artikel saya yang panjang kali lebar ini.

0 Response to "Cara Membuat Buku atau Novel Sendiri (Indie)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel