Adikmu Itu Sahabatmu

Kamu sayang ga ama adikmu? Entah itu adik kandung ataupun adik tiri. Percayalah kawan, salah satu sahabat yang paling baik adalah adikmu sendiri bukan orang lain. Dan sebaik-baiknya cinta kasih sayang setelah kepada orang tua adalah adikmu sendiri. Mengapa kamu mencintai orang lain daripada adikmu sendiri? Sedangkan orang lain itu tidak memiliki garis darah darimu. Adikmu lah yang paling berhak mendapatkan kasih sayangmu. Terkadang kamu berfikir, mengapa adikmu suka tidak patuh dan suka ngajakin berantem ama kamu. Percayalah kawan, perlakuanmu terhadap adikmu sejak kecil itu sangat mempengaruhi perlakuan dan kelakuan adikmu terhadapmu. Kita ambil contoh, diwaktu adikmu balita kamu suka ga peduli ama adikmu suka ga mau ngajakin dia maen. Kalau adikmu minta sesuatu atau dimintain pertolongan, kamu ogah dan males nanggepinnya. Kamu lebih suka maen ke luar rumah berkumpul-kumpul dengan teman sebayamu, tetapi adikmu ditelantarin gitu aja tanpa sedikitpun kamu ajakin dia maen. Ingat kawan, anak kecil umur 0 – 6 tahun itu sangat memperhatikan sekelilingnya. Jika kamu memperlihatkan kelakuanmu yang tidak peduli itu kepadanya, sudah tertebak adikmu nanti juga akan melakukan hal yang sama. Mari renungkan kisah mengharukan dibawah ini Pada jaman dahulu sebuah keluarga kecil terdiri  ibu, kakak laki-laki, dan adik perempuan yang masih kecil. Karena ibu adalah satu-satunya tulang punggung dikeluarga tersebut, maka dengan terpaksa si ibu bekerja keluar kota. Tentu saja anak perempuannya yang masih kecil dititipkan ke anak laki-laki yang sudah remaja. Si kakak ini suka sekali keluar rumah dengan membiarkan adiknya maen sendirian atau maen dengan benda-benda disekitarnya. Berulangkali adiknya selalu mengajak kakaknya untuk bermain, namun ditolak kakaknya dengan alasan malas. Kejadian itu berulang-ulang hingga si adik tumbuh menjadi remaja dan si kakak sudah menjadi lelaki dewasa. Si adik tumbuh tanpa adanya orang tua khususnya ibu disampingnya karena ibunya kerja diluar kota dan ternyata sekian lama ibunya telah meninggal. Suatu hari si kakak jatuh sakit, tak ada teman bahkan sahabat yang menjenguknya hanya si adiklah yang menemani dan merawat kakaknya itu. Berminggu – minggu sakit si kakak tidak sembuh juga, ternyata si kakak sakit jantung. Segeralah si adik membawa kakaknya kerumah sakit dan kata dokter si kakak membutuhkan donor jantung. Teman-temannya yang selalu berkumpul ketika dia sehat tidak kelihatan batang hidungnya. Hingga akhirnya suatu hari dokter mengatakan bahwa ada seorang sukarelawan yang mau mendonorkan jantungnya namun tidak disebutkan namanya. Singkat cerita si kakak sembuh total dan mencari adiknya yang setelah dia sembuh tidak keliatan. Ketika itu dokter membawa kan sebuah surat untuk sikakak. Surat itu berisikan : Kakak, ini aku adikmu yang kamu tidak peduli kan sejak kecil. Namun adik selalu sayang sama kakak. Walaupun kakak tidak memperdulikan adik tapi adik tidak marah karena selama ini kakak yang mengatur segala keperluan adik selain ibu.kakak, jika kakak sudah membaca surat ini berarti adik sudah tidak ada di dunia ini. Karena adik sudah mendonorkan jantung adik untuk kakak tercinta. Adik tidak menyesal melakukan ini semua. Ada satu permintaan yang harus kakak turuti, seminggu sekali kakak harus berkunjung ke kuburan adik. Karena adik belum pernah diajakin bermain atau bercanda ama kakak dari dulu. Maka datanglah kekuburan adik, ceritakan pengalaman kakak dan semuanya. Hanya itu permintaan adik sejak dulu, hanya ingin perhatian dan kepedulian seorang kakak.  Kawan, jangan sampai deh tidak peduli ama adikmu sendiri. Itu adikmu! Harus kamu cintai, sayangilah dia. Jangan suka mencintai orang lain ! kamu cinta terhadap pacarmu itu bukan cinta, tapi nafsu! Cinta yang sesungguhnya adalah cinta kasih sayangnya orangtua terhadap anaknya begitupun sebaliknya dan seorang kakak terhadap adiknya begitupun sebaliknya. Jangan sia-siakan adikmu! Dia itu saudara terdekatmu!. Ajakinlah dia bermain, pedulikan dia. Ketika adikmu telah pulang sekolah dan terjebak hujan yang akhirnya adikmu tidak bisa pulang kerumah, jemputlah adikmu walaupun kamu berbasah-basahan. Pengorbanan kecilmu itu akan membekas diingatan adikmu itu. Ajakinlah dia berbuat hal positif dengan menyuruh membaca buku pelajaran atau belajar. Contohkan kepadanya hal-hal yang baik. Jika kamu suka membaca buku ilmu pengetahuan disamping adikmu yang masih kecil, diapun akan mengikutimu. Dan jika adikmu melakukan hal-hal positif dengan kesadaran dirinya sendiri misalnya adikmu rajin sekali menabung atau membaca buku pelajaran, sanjungilah dia pujilah adikmu dengan perkataan yang halus dan baik. Katakanlah bahwa adikmu itu adalah adik terbaik yang kamu miliki!. Bagi kamu pujian itu tidak ada artinya tapi bagi adikmu itu sebuah pujian yang sangat mengena dan membekas dihatinya. Kamu tidak akan dilupakannya sebagai seorang kakak terhebatnya. Pengalamanku Dulu ketika adik perempuan pertamaku masih kecil. Aku selalu ngajakin dia bermain permainan yang dia sukai. Sering ngajakin dia solat ke masjid atau musolah. Pokoknya waktuku banyak dihabiskan bersama adikku itu. Aku sayang banget tuh ama adikku, makanya itu yang saya maksud dengan cinta kasih sayang dalam artian sebenernya. Kalau cinta ke pacar itu nafsu namanya. Aku ama adikku itu kaya sahabatan, bener-bener deket banget deh. Makanya saya suka ngajarin hal-hal baek ama dia. Kalau disuruh suka nurut ama aku. Yang jelas akhirnya diwaktu gede dia juga masih nurut ama aku. Sekarang aku punya adik perempuan lagi yang masih kecil dan tentu aku akan melakukan hal yang serupa. Aku akan mencontohkan untuk rajin membaca buku ilmu pengetahuan dan agama. Aku membaca buku didekatnya nanti dengan sendirinya dia akan menirukan apapun tindakanku, ingat anak kecil akan meniru segala perbuatan orang disekitarnya. Aku selalu memujinya kalau dia bisa tahu arti terjemahan surat pendek Alquran, atau tahu segala pertanyaan yang membahas pelajaran diwaktu sekolah atau ketika menggambar gambar yang bagus. Aku selalu memujinya, bagi aku itu pujian biasa. Bagi adikku itu bahagia banget. Otomatis tiap ada apa-apa dia selalu cerita atau curhat ama aku soal dia udah gambar yang bagus, minta diajarin pelajaran, ngasih tau nilai PR nya, suka ngajakin tebak-tebakan misal arti dari dhahar (krama inggil / jawa, dhahar = makan) dan lain-lain.  Sama saja kamu tuh berperan membentuk kepribadian dan kebiasan baik untuk adikmu nanti. Ajarkan padanya untuk selalu belajar, kasih pujian buat rajinnya dia. Kasih tau kalau pacaran itu engga baik, pacaran itu masuk neraka, pacaran itu bikin ancur cita-cita, yang pasti anak kecil akan takut jika denger neraka, denger cita-cita ancur. Anak kecil akan mengingatnya sampai kapanpun, ajarkan padanya untuk membentuk cita-citanya. Tanyakan padanya mau jadi apa nanti? Cita-cita pengin apa? Kalau dia bingung atau dia ngasih cita-cita asal-asalan. Misalkan mau jadi polisi, tni, dokter dan lain-lain. Itu kan cita-cita mainstream, yaitu cita-cita yang tingkat keinginannya hanya menginginkan sesaat tidak sepenuhnya menginginkan karena hanya sebatas ingin tanpa ada keinginan untuk mewujudkannya karena keinginannya itu hanya sebatas menirukan keinginan teman-temannya. Tapi kasih tau dia, misal dia lebih dominan mahir serta menguasai dibagian apa? Misal ketika dia maen piano kecil-kecilan dia langsung mahir, berarti bakatnya musik. Kalau dia jago nggambar dan bagus untuk tingkat seumurannya, berarti dia arsitek atau desainer, jika dia suka menari, menyanyi, berakting, ya sudah kamu tau apa yang harus kamu ajarkan. Karena jika kamu mahir disalah satu bidang terus kamu memainkannya didekat adikmu otomatis adikmu akan kecipratan juga. Sayangi adikmu, kawan!

Kamu sayang ga ama adikmu? Entah itu adik kandung ataupun adik tiri. Percayalah kawan, salah satu sahabat yang paling baik adalah adikmu sendiri bukan orang lain. Dan sebaik-baiknya cinta kasih sayang setelah kepada orang tua adalah adikmu sendiri. Mengapa kamu mencintai orang lain daripada adikmu sendiri? Sedangkan orang lain itu tidak memiliki garis darah darimu. Adikmu lah yang paling berhak mendapatkan kasih sayangmu.

Terkadang kamu berfikir, mengapa adikmu suka tidak patuh dan suka ngajakin berantem ama kamu. Percayalah kawan, perlakuanmu terhadap adikmu sejak kecil itu sangat mempengaruhi perlakuan dan kelakuan adikmu terhadapmu. Kita ambil contoh, diwaktu adikmu balita kamu suka ga peduli ama adikmu suka ga mau ngajakin dia maen. Kalau adikmu minta sesuatu atau dimintain pertolongan, kamu ogah dan males nanggepinnya. Kamu lebih suka maen ke luar rumah berkumpul-kumpul dengan teman sebayamu, tetapi adikmu ditelantarin gitu aja tanpa sedikitpun kamu ajakin dia maen. Ingat kawan, anak kecil umur 0 – 6 tahun itu sangat memperhatikan sekelilingnya. Jika kamu memperlihatkan kelakuanmu yang tidak peduli itu kepadanya, sudah tertebak adikmu nanti juga akan melakukan hal yang sama.

Mari renungkan kisah mengharukan dibawah ini

Pada jaman dahulu sebuah keluarga kecil terdiri ibu, kakak laki-laki, dan adik perempuan yang masih kecil. Karena ibu adalah satu-satunya tulang punggung dikeluarga tersebut, maka dengan terpaksa si ibu bekerja keluar kota. Tentu saja anak perempuannya yang masih kecil dititipkan ke anak laki-laki yang sudah remaja. Si kakak ini suka sekali keluar rumah dengan membiarkan adiknya maen sendirian atau maen dengan benda-benda disekitarnya. Berulangkali adiknya selalu mengajak kakaknya untuk bermain, namun ditolak kakaknya dengan alasan malas. Kejadian itu berulang-ulang hingga si adik tumbuh menjadi remaja dan si kakak sudah menjadi lelaki dewasa. Si adik tumbuh tanpa adanya orang tua khususnya ibu disampingnya karena ibunya kerja diluar kota dan ternyata sekian lama ibunya telah meninggal. Suatu hari si kakak jatuh sakit, tak ada teman bahkan sahabat yang menjenguknya hanya si adiklah yang menemani dan merawat kakaknya itu. Berminggu – minggu sakit si kakak tidak sembuh juga, ternyata si kakak sakit jantung. Segeralah si adik membawa kakaknya kerumah sakit dan kata dokter si kakak membutuhkan donor jantung. Teman-temannya yang selalu berkumpul ketika dia sehat tidak kelihatan batang hidungnya. Hingga akhirnya suatu hari dokter mengatakan bahwa ada seorang sukarelawan yang mau mendonorkan jantungnya namun tidak disebutkan namanya. Singkat cerita si kakak sembuh total dan mencari adiknya yang setelah dia sembuh tidak keliatan. Ketika itu dokter membawa kan sebuah surat untuk sikakak. Surat itu berisikan :

Kakak, ini aku adikmu yang kamu tidak peduli kan sejak kecil. Namun adik selalu sayang sama kakak. Walaupun kakak tidak memperdulikan adik tapi adik tidak marah karena selama ini kakak yang mengatur segala keperluan adik selain ibu.kakak, jika kakak sudah membaca surat ini berarti adik sudah tidak ada di dunia ini. Karena adik sudah mendonorkan jantung adik untuk kakak tercinta. Adik tidak menyesal melakukan ini semua. Ada satu permintaan yang harus kakak turuti, seminggu sekali kakak harus berkunjung ke kuburan adik. Karena adik belum pernah diajakin bermain atau bercanda ama kakak dari dulu. Maka datanglah kekuburan adik, ceritakan pengalaman kakak dan semuanya. Hanya itu permintaan adik sejak dulu, hanya ingin perhatian dan kepedulian seorang kakak.

Kawan, jangan sampai deh tidak peduli ama adikmu sendiri. Itu adikmu! Harus kamu cintai, sayangilah dia. Jangan suka mencintai orang lain ! kamu cinta terhadap pacarmu itu bukan cinta, tapi nafsu! Cinta yang sesungguhnya adalah cinta kasih sayangnya orangtua terhadap anaknya begitupun sebaliknya dan seorang kakak terhadap adiknya begitupun sebaliknya. Jangan sia-siakan adikmu! Dia itu saudara terdekatmu!. Ajakinlah dia bermain, pedulikan dia. Ketika adikmu telah pulang sekolah dan terjebak hujan yang akhirnya adikmu tidak bisa pulang kerumah, jemputlah adikmu walaupun kamu berbasah-basahan. Pengorbanan kecilmu itu akan membekas diingatan adikmu itu. Ajakinlah dia berbuat hal positif dengan menyuruh membaca buku pelajaran atau belajar. Contohkan kepadanya hal-hal yang baik. Jika kamu suka membaca buku ilmu pengetahuan disamping adikmu yang masih kecil, diapun akan mengikutimu. Dan jika adikmu melakukan hal-hal positif dengan kesadaran dirinya sendiri misalnya adikmu rajin sekali menabung atau membaca buku pelajaran, sanjungilah dia pujilah adikmu dengan perkataan yang halus dan baik. Katakanlah bahwa adikmu itu adalah adik terbaik yang kamu miliki!. Bagi kamu pujian itu tidak ada artinya tapi bagi adikmu itu sebuah pujian yang sangat mengena dan membekas dihatinya. Kamu tidak akan dilupakannya sebagai seorang kakak terhebatnya.

Pengalamanku

Dulu ketika adik perempuan pertamaku masih kecil. Aku selalu ngajakin dia bermain permainan yang dia sukai. Sering ngajakin dia solat ke masjid atau musolah. Pokoknya waktuku banyak dihabiskan bersama adikku itu. Aku sayang banget tuh ama adikku, makanya itu yang saya maksud dengan cinta kasih sayang dalam artian sebenernya. Kalau cinta ke pacar itu nafsu namanya. Aku ama adikku itu kaya sahabatan, bener-bener deket banget deh. Makanya saya suka ngajarin hal-hal baek ama dia. Kalau disuruh suka nurut ama aku. Yang jelas akhirnya diwaktu gede dia juga masih nurut ama aku. Sekarang aku punya adik perempuan lagi yang masih kecil dan tentu aku akan melakukan hal yang serupa. Aku akan mencontohkan untuk rajin membaca buku ilmu pengetahuan dan agama. Aku membaca buku didekatnya nanti dengan sendirinya dia akan menirukan apapun tindakanku, ingat anak kecil akan meniru segala perbuatan orang disekitarnya. Aku selalu memujinya kalau dia bisa tahu arti terjemahan surat pendek Alquran, atau tahu segala pertanyaan yang membahas pelajaran diwaktu sekolah atau ketika menggambar gambar yang bagus. Aku selalu memujinya, bagi aku itu pujian biasa. Bagi adikku itu bahagia banget. Otomatis tiap ada apa-apa dia selalu cerita atau curhat ama aku soal dia udah gambar yang bagus, minta diajarin pelajaran, ngasih tau nilai PR nya, suka ngajakin tebak-tebakan misal arti dari dhahar (krama inggil / jawa, dhahar = makan) dan lain-lain.

Sama saja kamu tuh berperan membentuk kepribadian dan kebiasan baik untuk adikmu nanti. Ajarkan padanya untuk selalu belajar, kasih pujian buat rajinnya dia. Kasih tau kalau pacaran itu engga baik, pacaran itu masuk neraka, pacaran itu bikin ancur cita-cita, yang pasti anak kecil akan takut jika denger neraka, denger cita-cita ancur. Anak kecil akan mengingatnya sampai kapanpun, ajarkan padanya untuk membentuk cita-citanya. Tanyakan padanya mau jadi apa nanti? Cita-cita pengin apa? Kalau dia bingung atau dia ngasih cita-cita asal-asalan. Misalkan mau jadi polisi, tni, dokter dan lain-lain. Itu kan cita-cita mainstream, yaitu cita-cita yang tingkat keinginannya hanya menginginkan sesaat tidak sepenuhnya menginginkan karena hanya sebatas ingin tanpa ada keinginan untuk mewujudkannya karena keinginannya itu hanya sebatas menirukan keinginan teman-temannya. Tapi kasih tau dia, misal dia lebih dominan mahir serta menguasai dibagian apa? Misal ketika dia maen piano kecil-kecilan dia langsung mahir, berarti bakatnya musik. Kalau dia jago nggambar dan bagus untuk tingkat seumurannya, berarti dia arsitek atau desainer, jika dia suka menari, menyanyi, berakting, ya sudah kamu tau apa yang harus kamu ajarkan. Karena jika kamu mahir disalah satu bidang terus kamu memainkannya didekat adikmu otomatis adikmu akan kecipratan juga.

Sayangi adikmu, kawan!

0 Response to "Adikmu Itu Sahabatmu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel